
~Happy Reading ~
"Kau berniat menggoda para wanita yang ada di sini dengan senyuman mu?" gerutu Aqela
Kellan mengernyit
"Tentu saja tidak, aku hanya tersenyum kepadamu" jawab jujur Kellan
"Kau lihat sekelilingmu"
Kellan menurut dan melihat sekelilingnya, dan benar saja para kaum hawa tengah menatap dirinya dengan penuh minat. Melihat itu Kellan menatap mereka semua tajam serta aura yang dikeluarkannya membuat para pengunjung restauran khususnya kaum hawa di buat bergidik ngeri, mereka segera memalingkan wajahnya kembali.
"Kau cemberut karena mereka?"
"Tidak" jawab Aqela menatap lurus kedepan tidak mau menatap Kellan
Ketika Kellan akan bertanya kembali waiters datang menghampiri mereka dengan membawa pesanan yang mereka pesan tepatnya yang Aqela pesan.
"Selamat menikmati Tuan dan Nona" ucap Waiters tersebut ramah
"Terimakasih"
Waiters tersebut mengangguk lalu pergi meninggalkan meja Aqela dan Kellan. Tanpa banyak basa basi lagi Aqela langsung mengambil mangkuk ramen dan memakannya dengan lahap.
Sedangkan Kellan hanya memperhatikan Aqela yang tengah makan dengan lahap, dia tidak kaget lagi ketika Aqela dan sahabatnya memesan begitu banyak makanan Aqela mampu menghabiskan makanan begitu banyaknya apa lagi ini yang hanya beberapa piring makanan saja. Mengingat itu Kellan terkekeh geli ternyata kekasihnya sangat doyan makan tapi herannya badannya tetap ideal.
"Pelan pelan tidak ada yang akan merebut makananmu" ucap Kellan mengusap sudut bibir Aqela yang sedikit belepotan bekas kuah ramen
Aqela terdiam sejenak lalu menatap Kellan yang tengah tersenyum kepadanya.
"Habiskan" titah Kellan
Aqela melanjutkan kembali makannya tanpa memperdulikan Kellan yang tengah memperhatikannya. Sedangkan Kellan dia merasa gemas ketika melihat Aqela makan dengan pipi yang mengembung.
....
"Terimakasih sudah mengantarkan ku Will"
"Apa perlu aku mengantarmu ke rumah sakit?" tanya Wiliam
"Tidak perlu Wil, aku hanya perlu istirahat saja"
"Kalau begitu kau istirahat"
"Hm. Terimakasih Wil"
Wiliam mengangguk lalu pergi dari rumah Veronica.
Sedangkan di dalam mobil Wiliam berusaha menghubungi Karina kembali.
"Ayolah angkat, aku mohon" gumam Wiliam
"****!" Wiliam memukul stir mobil ketika panggilannya tidak kunjung dijawab oleh Karina.
Wiliam langsung melesatkan mobilnya menuju apartemen Karina, dia tidak mau hubungannya kandas begitu saja dengan Karina.
....
"Ah kenyangnya" gumam Aqela ketika sudah menghabiskan makanannya
"mau tambah lagi?" tanya Kellan mengusap lembut pipi Aqela
"Yang benar saja, tidak terimakasih" tolak Aqela
"Pulang sekarang?"
"Hm"
"Ayo" ajak Kellan menarik lembut tangan Aqela
Mereka keluar dari restauran tentunya setelah Kellan membayar semua tagihan makanan yang Aqela pesan.
Selama perjalanan Aqela dan Kellan tidak membuka pembicaraan lantaran Aqela tertidur mungkin karena kekenyangan.
Dan sesampainya di rumah Aqela, Kellan tidak tega untuk membangunkan Aqela dan berujung Kellan menggendongnya ala bridal style.
__ADS_1
Ting Ning!
Ting Ning!
Ceklek
"Tuan Kellan" ucap Albian lalu matanya terbelalak melihat Aqela lagi lagi di gendong oleh Kellan
"Kenapa dangan Aqela?"
"Dia hanya tertidur"
Albian menghela nafas lega lalu membiarkan Kellan membawa Aqela menuju kamarnya sedangkan dirinya menuju dapur terlebih dulu. Kellan membaringkan Aqela sebelum dirinya pergi dia mengecup kening Aqela terlebih dulu.
"Apa anda mau pergi Tuan?" tanya Albian ketika memasuki kamar Aqela
Kellan mengangguk.
"Saya akan mengantar anda keluar. Mari"
"Tidak perlu formal, panggil saja Kellan" ucap Kellan ketika dirinya sudah ada di luar
Albian tersenyum mendengar penuturan Kellan.
"Baiklah nak Kellan terimakasih sudah mengantar Aqela pulang"
"Sama sama. Saya pamit"
"Hati hati"
Setelah mobil Kellan tidak terlihat lagi, Albian masuk kembali ke dalam rumahnya.
....
Ting Ning!
Ting Ning!
Mendengar bunyi bel apartemennya berbunyi Karina menghentikan kegiatan santainya lalu berjalan menuju pintu.
"Wiliam" gumam Karina ketika melihat orang di balik pintu
"Karina buka pintunya, aku tau kau ada di dalam" teriak Wiliam dari luar pintu ketika Karina tidak kunjung membukanya.
Saat ini Karina merasa takut jika harus bertemu dengan Wiliam apalagi setelah melihat kejadian tadi pagi membuat Karina selalu ingin menghindari Wiliam.
"Karina aku ingin berbicara denganmu, buka pintunya!" Wiliam menggedor gedor pintu apartemen Karina
Karina langsung menghubungi security di bawah untuk membawa Wiliam yang sudah mengganggu ketenangan penghuni apartemen.
"Karina kalau kau tidak mau membuka pintunya aku akan membuka paksa" ancam Wiliam
Mendengar ancaman Wiliam, Karina menjadi gemetar dia berharap security segera datang dan membawa Wiliam pergi.
"Aku tidak main main Karina. Aku akan menghitung sampai hitungan ke tiga kalau kau masih tidak mau membuka pintunya aku akan membuka paksa" ucap Wiliam yang sudah tersulut emosi
"Satu ..."
Karina yang berada di dalam sudah harap harap cemas dia terus merapalkan doa untuk security segera datang.
"Dua ..."
"Ya tuhan tolong aku" gumam Karina
Setelah mengatakan itu terdengar suara ribut dari luar apartemen Karina, dia masih tidak mau membuka pintunya karena masih ada Wiliam di luar.
Karina hanya bisa melihat melalui door viewer ternyata beberapa security sudah ada di depan apartemennya.
"Apa kau memanggil mereka untuk mengusirku?" tanya Wiliam kepada Karina yang ada di dalam apartemennya.
"Maaf Tuan sebaiknya anda pergi dari sini karena anda sudah mengganggu ketenangan penghuni apartemen ini"
Wiliam terkekeh mendengar penuturan salah satu security itu.
"Kau mendengarnya? Aku yakin kau mendengarnya karin. Baiklah kali ini aku akan pergi dan ingat perkataanku, kau hanya milikku tidak akan ku biarkan siapapun merebut mu dariku!" ancam Wiliam sebelum pergi meninggalkan apartemen Karina.
__ADS_1
Setelah mengatakan hal tersebut Wiliam menatap kedua security yang ada di depannya dengan tajam lalu berjalan membelah jalan dengan menabrakkan bahunya kepada kedua security tersebut.
Kedua security itu hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan pria tersebut.
"Nona apa kau baik baik saja?"
Karina tidak menjawab, dia takut Wiliam masih ada di depan apartemennya.
"Orang itu sudah pergi Nona jangan khawatir. Apa anda baik baik saja?" tanyanya lagi seolah tau kekhawatiran Karina
"Ah iya saya baik baik saja, terimakasih atas bantuannya" ucap Karina dari balik pintu apartemen
"Sama sama Nona"
Kedua security tersebut pergi meninggalkan apartemen Karina, sementara Karina yang berada di balik pintu dia tengah duduk lemas karena mendengar ancaman Wiliam.
"Kau egois Wil" gumam Karina meneteskan air matanya
....
Seorang gadis cantik mengerjapkan kedua matanya, setelah membuka kedua matanya dia teringat terkahir kali dirinya berada di mobil bersama kekasihnya dan sekarang dia sudah berada di ranjangnya.
"Pasti Kellan yang membawa ku kemari" gumam Aqela
Tidak mau banyak berpikir Aqela turun dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi sebelum itu dia sempatkan untuk mencharger terlebih dahulu handphonenya yang mati.
Ceklek ..
Tidak butuh waktu lama Aqela keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di kepalanya. Dia berjalan menuju meja rias di mana handphonenya di charger, lalu mulai menyalakan handphonenya.
Melihat pesan dari areksa dia mengabaikannya dan beberapa panggilan tidak terjawab dari sahabat. Dia langsung menghubungi kembali sahabatnya.
Tuuut
"Aqela?"
"Ada apa?"
"Dia datang ke apartemenku"
"Apa kau baik baik saja?"
"Aku baik baik saja, tapi aku takut dia kembali"
"Kenapa kau tidak pulang ke rumah orangtuamu?"
"Aku tidak tau kalau Wiliam akan datang ke sini"
"Aku akan menjemputmu. Tunggu jangan kemana mana"
"Hm"
Aqela langsung mematikan sambungan teleponnya dan bergegas berganti baju serta mengeringkan rambutnya setengah basah
"Kau mau kemana?" tanya Albian ketika melihat Aqela sudah berpakaian rapi
"Ayah sudah pulang?" tanya balik Aqela
"Ayah sudah pulang tadi siang"
Aqela mengangguk
"Mau kemana?" tanya Albian
"Aku mau ke apartemen Karina ayah, Aqela khawatir dengannya"
"Memang kenapa dengan Karina?"
"Ceritanya cukup panjang ayah, nanti Aqela akan menceritakannya"
"Yasudah kalau begitu hati hati"
"Siap Bos" ucap Aqela sebelum membuka pintu.
Aqela pergi mengendarai mobilnya menuju apartemen sahabatnya.
__ADS_1