
Enjoy~
.
Ceklek!
Aqela melihat pintu rumahnya terbuka menampakan wajah seorang pria muda tampan yang tengah senyum senyum sendiri sambil memainkan kunci mobilnya.
Aqela mengernyit "Ka? Are you oke?"
Aiden melihat Adiknya yang sedang menatapnya, dan langsung saja Aiden mendatarkan wajahnya.
"Kenapa?" balik bertanya
"Justru aku yang harusnya bertanya, ada apa denganmu buka pintu langsung senyum senyum sendiri" tanyanya
"Aku tidak apa apa, aku ke kamar dulu" ucapnya lalu melengos pergi begitu saja
Sementara Aqela memicingkan matanya menatap Kakaknya curiga. "Sepertinya ada yang tidak beres" gumamnya melihat pintu kamar Aiden tertutup
.
.
"Tidak .." gumamnya "Jangaaan" ucapnya lalu langsung terbangun dari tidurnya, keringat sebesar biji jagung membasahi keningnya.
"Lagi lagi mimpi itu" gumamnya menyugar rambutnya kasar lalu mengambil air minum di meja dekat lampu tidurnya.
Semenjak kejadian hal mengerikan itu Aqela menjadi tidak bisa tidur nyenyak seperti biasanya. Melihat jam ternyata masih jam 1 pagi, dia mengecek handphonenya dan terdapat dua panggilan tidak terjawab dari kekasihnya dan juga satu pesan darinya.
Aqela pun membalas pesan tersebut, tidak lama pesan terkirim handphonenya berdering.
"Kellan?" Aqela pikir Kellan sudah tidur ternyata dia masih terjaga, apa karena pesan darinya Kellan menjadi terbangun.
"Kell?"
"Kau terbangun?" tanyanya
"Ah iya, itu karena aku ingin ke kamar mandi" alibinya, dia tidak mau memberitahu alasan yang sebenarnya kenapa terbangun. Aqela tidak mau membuat kekasihnya khawatir.
"Tidur, ini masih terlalu dini untuk bangun. Aku akan menemanimu sampai kau tidur"
"Lalu kenapa kau belum tidur?" tanya Aqela
"Aku baru menyelesaikan pekerjaanku"
"Apa kau sering seperti ini? Bekerja sampai larut malam?"
"Ini sudah menjadi kebiasaanku honey"
"Kell pentingkan juga kesehatanmu, tidak baik jika terlalu sering bekerja sampai larut malam"
Kellan tersenyum dari balik telepon. Perhatian Aqela membuat hatinya menghangat.
"Hm, aku akan tidur jika kau sudah tidur"
"Baiklah aku akan tidur kembali, tapi kau juga harus istirahat jangan bekerja terus" ucapnya dengan tegas
"Baiklah nyonya Walker"
Blush, pipi Aqela memerah seperti kepiting rebus. Untung saja Kellan tidak dapat melihatnya.
"Kau sudah tidur honey?"
__ADS_1
"Hah? Oh ini aku mau tidur"
"Tidurlah"
Aqela mulai memejamkan matanya kembali, selang beberapa menit hanya dengkuran halus yang Kellan dengar.
"Sweet dream honey. Aku mencintaimu" ucapnya lalu mematikan panggilannya dan diapun mulai memejamkan matanya menyusul sang kekasih yang sudah tidur terlelap.
.
.
Tok! Tok!
"Aqela kau belum bangun?" tanya Aiden dari balik pintu
Tidak kunjung ada jawaban Aiden membuka pintu kamarnya yang tidak terkunci.
"Qela? Kau tidak pergi ke toko?" Aiden menggoyangkan badan Aqela yang masih tertidur di gulung selimut
"Hmmm, nanti siang ka aku toko. Pergilah aku masih mengantuk" ucapnya mengusir sang Kakak
"Ck! Tahu gitu aku tidak akan membangunkan mu" decaknya lalu pergi dari kamar adiknya
Sementara sang empu melanjutkan kembali tidurnya seakan tidak terusik dengan obrolan barusan.
"Aqela belum bangun?" tanya Albian
"Belum, katanya berangkat ke toko siang" ucap Aiden langsung duduk di meja makan
"Yasudah biarkan saja mungkin dia lelah, ayo kita sarapan"
Aiden mengangguk lalu mereka memulai sarapan tanpa kehadiran si bungsu.
"Ternyata sudah jam 10" gumamnya lalu bergegas ke kamar mandi untuk mencuci muka terlebih dahulu.
Setelah mencuci muka Aqela keluar kamar dan yang menjadi tujuan utamanya sekarang yaitu dapur untuk membuat makanan.
"Sepertinya chicken Sandwich enak"
Aqela langsung mengambil bahan bahannya lalu mulai membuatnya. Hanya butuh waktu sepuluh menit makanannya sudah jadi dan siap untuk di santap.
Drt ..
Terdengar notifikasi pesan dari handphone miliknya. Aqela membuka dan membacanya ternyata dari kekasihnya yang mengajaknya untuk makan siang bersama.
Tidak mau repot mengetik Aqela langsung menghubungi kekasihnya.
"Ya honey?"
"Aku akan datang ke kantormu dan membawa makan siang"
"Baiklah aku menunggumu honey"
"Aku akan siap siap dulu"
"Aku akan mengirim orang untuk menjemputmu"
"Tidak perlu Kell, kau tidak lupa kan aku sudah ada bodyguard yang kau tugaskan untuk menjagaku?"
"Baiklah"
"Yes honey"
__ADS_1
Aqela langsung menutup panggilannya dan bergegas membuat makan siang untuk dirinya dan juga Kellan.
Mungkin dirinya akan membuat makanan yang mudah yaitu udang goreng asparagus dan beef bulgogi serta beberapa potong buah.
Berkutat di dapur selama dua puluh lima menit akhirnya Aqela telah selesai membuat makan siangnya hanya tinggal membersihkan dirinya.
"Perfek" ucapnya tersenyum puas ketika melihat pantulan dirinya di depan cermin full body dan tentunya setelah membersih diri terlebih dahulu.
Hanya mengenakan mini dress putih bermotif bunga warna hitam dengan sepatu senada serta tas selempang yang telah menggantung dipundaknya membuat penampilannya terlihat sempurna.
Di rasa sudah cukup puas dengan penampilannya, Aqela keluar kamar dan mengambil bekal makan siangnya.
.
.
Berjalan memasuki gedung. Security dan juga beberapa staf yang berjaga di meja resepsionis menyapa Aqela dengan ramah.
Selain sudah mengenal wajah Aqela yang suka datang mengantar kue dan juga suka memberinya beberapa kue, sekarang statusnya sudah berganti menjadi calon Nyonya Walker. Dan itulah gosipnya yang beredar tentang Aqela di perusahaan Nagatama Sundayla.
Tentu saja mereka harus sopan terhadap calon Nonya bos mereka nantinya agar posisi mereka aman.
Sampai di lantai 30 yang menjadi tujuannya, Aqela berjalan menuju ruangan kekasihnya.
Tok! Tok!
Mendengar suara pintu di ketuk dan orang tersebut tidak kunjung masuk, Kellan langsung membukakannya melalui remote kecil.
Kellan pikir itu bukan teman temannya ataupun sekretarisnya. Karena mereka tidak akan sesopan itu memasuki ruang kerjanya.
Setelah pintu terbuka, Kellan disuguhkan dengan perempuan cantik berambut panjang tengah tersenyum manis menatapnya.
Mendapati kesadarannya dengan cepat, Kellan langsung berdiri dan menghampiri kekasihnya.
"Kau sangat cantik" ucapnya merangkul pinggang kekasihnya
"Aku memang cantik" jawabnya tersenyum
Cup
Kellan mengecup bibir Aqela dengan cepat. "Ya, kau memang selalu cantik" ujarnya
"Kau sudah selesai mengerjakan pekerjaanmu?" tanya Aqela sedikit mendongak menatap kekasihnya
"Untukmu pekerjaan itu sudah ku anggap selesai"
"Kau ini, kalau begitu makan siang dulu"
Kellan tidak menjawab dia malah menarik tengkuk Aqela dan mencium bibirnya lalu **********, sementara Aqela sedikit terkejut dengan perbuatan kekasihnya ini.
"Makanan pembuka" ucap Kellan setelah melepaskan ciumannya
Aqela memutar bola matanya malas, lalu berjalan menuju sofa.
Sementara Kellan terkekeh geli tak ayal mengikuti langkah kekasihnya untuk duduk di sofa.
"Makanlah" titah Aqela setelah menyiapkan semua makanan yang dia bawa.
Kellan mengangguk lalu mulai mengambil makanan yang di siapkan untuknya yaitu beef bulgogi.
Mereka makan dengan tenang dan sesekali Kellan melempar candaan yang membuat Aqela sedikit kesal.
__ADS_1
To be continued🍃