
Enjoy~
.
Semua mata memandang ke arah pintu masuk ketika Karina menginjakkan kakinya ke dalam cafe, mereka kagum akan kecantikan sang aktris papan atas yang tengah naik daun ini.
Karina menghiraukan mereka semua, dia fokus mencari seseorang yang telah mengajaknya bertemu.
Sementara Wiliam melihat para pengunjung kaum adam yang begitu memuja kecantikan Karina di buat geram, tapi dia hanya bisa memendamnya karena sekarang dirinya bukan siapa siapa untuknya.
Melihat Karina tengah mencari seseorang, Wiliam melambaikan tangan dan untungnya Karina melihatnya dan langsung menghampirinya.
"Pemotretan mu sudah selesai?" tanya basa basinya
"Sudah"
"Pesanlah makan terlebih dahulu" titah Wiliam
"Tidak. Minum saja"
Wiliam mengangguk lalu memanggil waiters untuk mencatat pesanannya.
"Apa kabarmu?" tanya Wiliam
"Seperti yang kau lihat" jawab Karina cuek
"Kau sekarang berubah" Wiliam menatap sendu mantan kekasihnya
"Wil come on, aku kesini tidak untuk bernostalgia" ucapnya jengah
"Kau benar benar berubah, bahkan di matamu tidak ada cinta lagi untukku" batin Wiliam
Wiliam menghela nafas pelan. "Apa kau membenci ku Karin?" tanya Wiliam
Karina yang di sebut namanya langsung oleh Wiliam merasakan desiran aneh di hatinya. Kenapa dia merasa sedikit tidak nyaman? Apa dia masih berharap kepada Wiliam?
Karina menggelengkan kepalanya. Dia tidak boleh seperti ini, dia harus tegas dengan hubungannya bersama Wiliam bahwa ini sudah berakhir.
"Kau sakit?" tanya Wiliam khawatir ketika melihat Karina menggelengkan kepalanya
"Tidak. Lanjutkan saja pembicaraan kita" Karina kembali serius.
Wiliam mengangguk. Obrolan mereka terjeda ketika waiters mengantarkan pesanan mereka.
"Aku sudah tau semuanya. Sahabatmu yang memberitahukan semuanya tentang niat Vero selama ini"
Karina menatap mantan kekasihnya itu sedatar mungkin. Entah kenapa jika mendengar nama perempuan tersebut darahnya seakan langsung mendidih
"Lalu?"
"Aku ingin meminta maaf kepadamu, aku sungguh sangat menyesal" Wiliam menatap Karina penuh penyesalan
Karina terdiam sejenak. Menguatkan hatinya bahwa ini benar benar pilihan yang terbaik untuk dirinya.
"Aku memaafkanmu Wil, dan mari kita menjalani kehidupan masing masing seperti awal saat kita tidak pernah saling mengenal sebelumnya"
Deg
Sungguh Wiliam tidak sanggup untuk mendengarnya tapi dia tidak boleh egois, selama ini dirinya telah banyak menyakiti perasaan Karina.
Dan untuk sekarang dia tidak mau egois lagi walaupun dalam hati kecilnya meronta untuk egois meminta Karina kembali ke sisinya.
"Apa bisa kita berteman?" tanya Wiliam
__ADS_1
"Teman?" ucap ulang Karina lalu terdiam cukup lama menimang nimang ajakan Wiliam.
Sementara Wiliam sudah pasrah jika keinginannya di tolak.
"Sepertinya tidak buruk kalau kita berteman" ucap Karina tersenyum kecil
Wiliam tersenyum bahagia ketika Karina masih mau berhubungan dengannya walaupun statusnya sudah berbeda, itu tidak masalah untuk Wiliam.
Karina melihat jam yang melingkar indah di tangan putihnya.
"Wil sepertinya aku harus pergi sekarang, aku takut temanku menunggu terlalu lama" ucapnya
"Pergilah. Terimakasih kau mau datang menemui ku" ucap Wiliam sendu menatap wajah Karina
Karina mengangguk. "Karin" panggil Wiliam ketika Karina sudah berdiri dari duduknya.
"Boleh aku memelukmu? Sebentar"
Karina terdiam sejenak menatap wajah Wiliam yang terlihat sendu lalu mengangguk patah patah.
Grep
Detik itu juga Wiliam langsung memeluk erat Karina dan meluapkan segala perasaan bersalahnya terhadap perempuan yang masih di cintainya.
.
.
"Aargh ini tidak bisa di biarkan! Aku tidak akan membiarkan kau bersamanya, lihat saja apa yang akan ku lakukan" ucapnya dengan tatapan tajam dan penuh emosi.
Di saat dirinya tengah emosi, handphonenya berbunyi menerima notifikasi pesan. Buru buru dia membuka pesan tersebut.
"Dia sudah kembali?" gumamnya
Setelah membalas pesan dia langsung melajukan kendaraannya dengan emosi yang masih tertinggal. Mobil itu memasuki kawasan yang sedikit menyeramkan karena di sepanjang jalan hanya terdapat pohon besar.
Sesampainya di tempat tujuan, perempuan itu keluar dari mobil dan memasuki rumah besar yang sedikit jauh dari pemukiman warga.
"Nona?" sapa salah satu maid
"Aku ingin bertemu dengannya"
"Tuan ada di halaman belakang Nona" Maid tersebut mempersilahkan perempuan tersebut masuk, karena mereka sudah tidak asing lagi dengan wajahnya.
Dia langsung melangkahkan kakinya menuju halaman belakang untuk menemui orang tersebut.
"Darwin" sapanya
Pria tersebut mengalihkan pandangannya menatap perempuan yang memanggil namanya dengan lembut.
"Vero?"
Vero tertegun sejenak melihat wajah Darwin yang terlihat lebih tampan dari terakhir yang pernah dia lihat yaitu 5 tahun yang lalu.
Menarik kesadarannya kembali Vero langsung mendekati Darwin yang tengah menatapnya.
"Kau masih ingat jalan kemari?" sarkasnya
"Tentu saja aku mengingatnya. Kapan kau pulang? Kenapa kau tidak menemui ku langsung?" tanya Vero cemberut
"Dua hari yang lalu. Tidak sempat, Aku kembali kesini untuk pekerjaan"
"Setelah pekerjaanmu di sini selesai kau akan kembali lagi ke luar negeri?"
__ADS_1
"Hm"
"Ck! Kenapa tidak tinggal di sini saja"
"Tidak ada yang membuatku tertarik di sini selain pekerjaan" ucapnya menatap lurus
"Termasuk gadis itu?" tanya Vero memancingnya.
Darwin terdiam sejenak ketika mengingat gadis yang telah menarik perhatiannya saat SMA dulu. Tentu saja dia masih mengingatnya.
Diam diam Darwin tersenyum ketika mengingat wajah Aqela. Begitupun dengan Vero dia tersenyum misterius ketika Darwin tidak meresponnya. "Kenapa kau melupakan fakta ini Vero? Bukannya Darwin menyukai Aqela?" batin nya tersenyum smirk
"Aqela" gumamnya nama itu masih teringat jelas di pikirannya.
Darwin Skyla Anggara teman masa kecil Veronica. Mereka sempat berpisah saat orang tua Darwin pindah rumah dan mereka bertemu kembali saat memasuki sekolah menengah atas.
Sejak saat itu mereka dekat kembali, Walaupun Vero selalu bersama dengan Kellan dan yang lainnya tapi Vero selalu menyempatkan untuk sekedar berbincang dengan teman kecilnya ini.
Puncaknya saat Darwin tengah memperhatikan seorang gadis cantik yang tengah di hukum olehnya karena telat, Vero melihat tatapan berbeda dari temannya ini.
Mau tidak mau Darwin mengatakannya kepada Vero bahwa dia tertarik dengan perempuan tersebut karena Vero terus mendesaknya untuk berkata jujur.
Entah apa yang membuat dirinya tertarik kepada gadis mungil tersebut. Mungkin karena sifat cueknya terhadap orang lain yang membuat dia tertarik kepada perempuan tersebut.
Apalagi di saat perempuan lain tergila gila oleh pesona Kellan dan mau melakukan apapun demi mendapatkan perhatiannya sementara dia hanya acuh saja.
Vero berusaha untuk meyakinkan dirinya agar mendekatinya lalu mengajaknya kencan. Tapi dirinya pikir ini terlalu cepat, Darwin ingin memastikan terlebih dulu tentang rasa ketertarikannya ini.
Dan siapa yang tau rasa ketertarikannya ini pelan pelan menjadi rasa ingin memiliki. Ya Darwin menyadari ketika dirinya sudah kuliah di luar negeri rasa penyesalan yang dia rasakan terhadap perasaannya sendiri.
Kenapa dia tidak berani dan mencoba berkata jujur mengatakannya sebelum lulus sekolah. Sampai akhirnya penyesalan itu masih ada hingga sekarang.
"Darwin!" pekik Veronica menyadarkan Darwin yang terus melamun.
"Kau membuat kupingku sakit"
"Lagian aku panggil panggil kau tidak menyahut. Kau sedang memikirkan perempuan itu kan?" tanyanya
"Hm"
"Bagus" batin Vero
"Kau mau tau informasi tentangnya?" ucap Vero
Darwin langsung mengalihkan tatapannya menatap Vero dengan raut wajah penasaran yang kentara di wajah tampannya.
"Tapi aku hanya memiliki sedikit info tentangnya. Dengar, dia membuka toko kue nama toko nya Sweet Bakery dan poin pentingnya adalah_" Vero menggantung ucapannya dia ingin tau apa Darwin masih tertarik dengan perempuan ini
"Apa poin pentingnya?" tanya Darwin penasaran
Sudut bibir Vero berkedut, ternyata Darwin masih tertarik dengan Aqela.
"Dia sudah memiliki kekasih" ucap Vero membuat raut wajah Darwin berubah seketika. "Dan kau mau tau kekasihnya siapa?"
"Siapa?" tanya Darwin datar
"Kellan. Liceo Kellan Walker kau mengenalnya bukan?" tanya Vero
Darwin terdiam sesaat. Dia mengeraskan rahangnya dengan tangan terkepal.
"Lagi lagi dirinya" batinnya
To be continued🍃
__ADS_1