Aqela Untuk Kellan

Aqela Untuk Kellan
67


__ADS_3

           ~Happy Reading~


Ting Ning!


Ting Ning!


Karina berjalan menuju pintu, sebelum membuka pintu dia melihat dulu di door viewer siapa yang datang.


Ceklek


"Rin"


Karina langsung menarik tangan Aqela untuk masuk ke dalam apartemennya setelah itu dia langsung menutup pintu dan menguncinya.


"Dia tidak melakukan hal buruk kepadamu kan?" tanya Aqela menelisik tubuh Karina dari bawah sampai atas


"Tidak. Aku tidak membuka pintunya, kalau security tidak cepat datang entah apa yang akan terjadi La. Aku tidak bisa membayangkannya" ucap Karina bergidik ngeri


"Apa tidak sebaiknya kau pulang dulu ke rumah orangtuamu?" usul Aqela


"Niatku seperti itu"


"Aku akan mengantarmu"


"Terimakasih Aqela, aku akan ganti baju lebih dulu"


"Hm, cepatlah"


Karina langsung berlari menuju kamarnya sedangkan Aqela dia mendudukkan dirinya di sofa sembari memainkan ponselnya.


Disaat tengah asik memainkan ponselnya, Aqela tersenyum ketika nama kekasihnya muncul di layar handphone nya. Tidak butuh waktu lama Aqela langsung menjawabnya.


"Kau baru bangun?"


"Tidak, apa kau sudah sampai?"


"Aku sudah di mansion"


"Apa kau sudah makan malam?"


"Belum, mungkin nanti setelah mengantar Karina"


Kellan mengernyit di sebrang sana


"Di mana kau sekarang?"


"Apartemen Karina"


"Aku akan menjemputmu"


"Tidak perlu Kell, aku membawa kendaraan dan aku akan mengantarkan Karina ke rumah orangtuanya"


"Memang kenapa dengannya?"


"Wiliam datang kemari, membuat Karina tidak nyaman jadi untuk sementara Karina akan kembali ke rumah kedua orangtuanya"


Kellan terdiam cukup lama sampai terdengar suara Karina memanggil Aqela untuk mengajaknya segera pergi.


"Ayo. Aku sudah siap" ajak Karina


Aqela mengangguk.


"Kell, aku berangkat sekarang. Aku tutup teleponnya"


"Hm. Berhati hatilah di jalan, kalau ada sesuatu cepat hubungi aku"

__ADS_1


"Iya"


Aqela mematikan panggilan teleponnya lalu berjalan ke arah Karina.


"Tidak ada barang yang ingin kau bawa?"


"Tidak ada lagian keperluanku sudah ada di sana. Sebaiknya kita harus segera pergi dari sini. Aku takut dia datang lagi kemari"


Aqela mengangguk membenarkan ucapan Karina. Mereka berjalan keluar apartemen lalu memasuki lift dan menaiki mobil Aqela saat mereka sudah sampai di basement.


Di sisi lain


"Jaga dia, kalau kau sampai lengah kau akan tau akibatnya" ancam pria tersebut


"Baik Tuan"


Pria tersebut mematikan panggilannya sepihak.


"Sebisa mungkin aku akan menjaga mu honey" gumamnya menatap layar ponsel yang menampilkan foto candid wajah seorang perempuan cantik sekaligus manis yang tengah tersenyum.


....


"Thanks sudah mengantarku ke rumah" ucap Karina saat mereka sudah sampai di pekarangan rumah Karina


"Hm, cepat masuk" titah Aqela


"Kau tidak mau mampir terlebih dulu?" tawar Karina


"Tidak, aku takut ayah khawatir kalau aku pulang larut malam"


Karina mengangguk membenarkan perkataan Aqela.


"Kalau begitu kau hati hati ya dijalan"


"Hm. Cepat turun" titah Aqela


Aqela mulai menjalankan kembali mobilnya meninggalkan pekarangan rumah Karina.


Kruuk


"Sabar ya, nanti aku isi kalian setelah kita sampai di rumah oke?" ucap Aqela lalu menancapkan gas mobilnya agar segera sampai di rumah.


Saat di tengah perjalanan mobil Aqela tiba tiba berhenti, dia sudah merasa was was.


"Kenapa lagi dengan mobil ini? Ayolah aku mohon jangan mogok di sini, setidaknya kalau mau mogok jangan di tempat sepi" gerutu Aqela sembari mencoba menyalakan mobilnya.


"Bagaimana ini tidak mau menyala juga" ucap Aqela yang sudah panik


Di saat kepanikan melanda kaca mobil Aqela ada yang mengetuk. Aqela tidak berani untuk menurunkan kaca mobilnya karena Aqela melihat pria tersebut terlihat seperti preman dengan tubuh yang sedikit gempal serta baju yang urakan dan terdapat banyak tato di lengan dan lehernya.


Tok! Tok! Tok!


"Nona kenapa dengan mobilmu? Mungkin kami bisa memperbaikinya" ucap pria tersebut, dan Aqela baru menyadari bahwa pria tersebut tidak sendiri ternyata dia bertiga melihat itu Aqela di buat gemetar dia bingung harus melakukan apa.


Drt .. Drt


Aqela melirik ponselnya yang menyala, tidak pakai lama Aqela langsung mengangkat panggilan Kekasihnya.


"Kell?" ucap Aqela terisak karena dia ketakutan ketika ketiga pria tersebut terus mengetuk pintu mobilnya dan sekarang terlihat memaksanya untuk keluar


"Hey ada apa?" tanya Kellan khawatir


"Kell .. Hiks .. Mobilku mogok dan Aaarghh!" teriak Aqela di akhir kalimatnya


"Honey?! Jangan membuatku panik, halo kau masih disitu?"

__ADS_1


Sedangkan Aqela dia sudah di seret keluar dari mobil ketika ketiga pria tersebut berhasil memecahkan kaca mobil Aqela.


"Mau apa kalian? Tolong lepaskan aku!" ucap Aqela berontak


"Diam kau! Kalau kau sejak tadi membuka pintu mobilnya kami tidak akan menghancurkan kaca mobil mu!" bentak salah satu preman tersebut


"TOLOOOOONG!" Aqela berusaha berteriak meminta tolong


"DIAM!"


"TOLOOOOONG!" Aqela menghiraukan ucapan preman tersebut


Plak!


Salah satu preman tersebut menampar pipi Aqela hingga membuat sudut bibirnya berdarah.


"Kau boleh mengambil semuanya tapi tolong lepaskan aku" pinta Aqela dengan lirih


"Sayang sekali kami harus melepaskan mu" ucap pria yang berbadan sedikit gempal dan banyak tato di badannya. Kedua temannya tertawa ketika mendengar temannya mengatakan hal tersebut


"Iya kau benar, aku lihat dia sangat cantik dan body yang oke. Apa lagi kulitnya yang putih mulus aku tidak sabar untuk segera memberikannya kenikmatan" ucap salah satu temannya yang bertindik di telinga serta bibirnya


"Aku mohon tolong lepaskan aku" ucap Aqela berusaha memberontak. Tubuhnya sudah sangat gemetar apalagi ketika mendengar ucapan pria bertindik.


"Kita bawa dia, dan kau amankan mobil dan semua barang berharganya" titah pria berbadan sedikit gempal kepada temannya yang terlihat sedikit kurus dengan rambut yang cepak.


"Tidak .. Tidak aku mohon lepaskan aku!" Aqela berusaha berontak tapi tenaganya jelas kalah dengan pria yang menyeretnya


"TOLOOOONG! TOLOOOOOOONG?" Aqela berusaha meminta pertolongan kembali dia berharap ada orang yang menolongnya.


"DIAM! Percuma kau meminta tolong lihatlah sekitarmu di sini tidak akan ada yang akan menolong mu, jadi nikmatilah malam indah ini bersama kami, kami akan memuaskan mu" ucap pria bertindik tertawa di ikuti oleh temannya yang bertubuh sedikit gempal


Aqela menginjak kaki pria bertindak dengan sangat kencang sampai dia merintih kesakitan lalu menggigit tangan pria berbadan gempal sampai dia melepaskannya.


Melihat kedua preman itu terlihat kesakitan Aqela langsung berlari tidak tentu arah dengan kaki yang gemetar, sesekali Aqela melihat kebelakang untuk melihat apa mereka mengejar dirinya. Dan benar saja mereka mengejar Aqela


"Brengsek! Jala** Sialan! Berhenti kau!" teriak pria bertindik mengejar Aqela


"Aargh!" ringis Aqela ketika dia tertangkap dengan menjambak rambut belakangnya


"Sialan kau!"


Plak!


Plak!


Dugh!


Pria bertindik itu murka kepada Aqela, dia menampar pipi Aqela bulak balik hingga terlihat memerah dan berdarah di kedua sudut bibirnya lalu membenturkan keningnya ke pohon yang ada di hadapannya.


"Aargh! Tolong lepaskan aku hiks" ucap Aqela menangis dengan tubuh yang sudah sangat lemas


Saat pria itu akan membenturkan kembali kepala Aqela ke pohon, temannya mencegahnya.


"Hey jangan kau menyiksanya lagi, aku tidak mau menikmatinya dalam keadaan dia tidak sadarkan diri" ucap pria sedikit gempal tersebut lalu pria bertindik itu menghempaskan Aqela secara kasar hingga Aqela tersungkur.


"Saatnya kita menikmati tubuh mulusnya" ucap pria sedikit gempal itu tersenyum smirk menatap Aqela.


Sedangkan Aqela dia sudah sangat lemas tapi sebisa mungkin dia harus bisa melawan dengan sisa tenaganya, dalam hati kecilnya Aqela berharap dengan keajaiban tuhan.


Pria bertindik itu menyalakan sebatang rokok menunggu giliran dengan temannya.


"Kalau dia masih berontak pukul saja, dia akan langsung diam" ucap pria bertindik terkekeh ketika melihat temannya kewalahan saat akan melucuti pakaian Aqela.


Sedangkan pria bertubuh sedikit gempal itu masih berusaha untuk melepas pakaian Aqela menghiraukan ucapan temannya.

__ADS_1


Saat pria bertindik akan membantu temannya untuk melepaskan pakaian Aqela seseorang menepuk pundaknya dari belakang lalu memukul wajahnya dengan sangat keras hingga langsung terkapar. Menandakan betapa kuat pukulannya hingga sekali pukul saja sampai jatuh pingsan.


Bugh!


__ADS_2