Aqela Untuk Kellan

Aqela Untuk Kellan
27


__ADS_3

"Oh ya Den aku tidak pernah melihat pasien mu lagi, terakhir kali aku melihatnya waktu di lorong rumah sakit ngobrol denganmu" tanya Jonathan


"Dia sudah pindah keluar negeri" jawab Aiden ketika sudah selesai makan dan minum.


"Kenapa bisa?" Jonathan


"Mana aku tahu" jawab Aiden


"Aish kau ini, memangnya kau tidak bertanya tentang kepindahannya?" Jonathan


"Tidak, dia hanya bilang terimakasih dan berpamitan bahwa dia akan pindah ke luar negeri" jawab Aiden


"Apa dia juga termasuk pasien yang menyatakan perasaannya kepadamu dan kau menolaknya?" Jonathan memicingkan matanya


Aiden mengangguk.


"Damn!" umpat Jonathan


Sedangkan perempuan yang sejak tadi diam hanya memperhatikan, sekarang dirinya ikut bergabung ke dalam obrolan mereka.


"Memangnya kenapa kalau Aiden menolak perempuan itu?" tanya perempuan tersebut heran


"Asal kau tau Bel, bukan hanya satu pasien yang menyatakan cintanya kepada Aiden mungkin hampir setengahnya dan setelah Aiden menolaknya mereka pindah ke rumah sakit lain" Jonathan


Bella terbelalak, lalu menatap Aiden.


"Benarkah?" tanya Bella kepada Aiden


"Sepertinya begitu" jawab Aiden


"Ck! Kenapa kau menolak mereka? Setidaknya terima salah satu dari mereka, aku lihat lihat pasien mu rata rata cantik semua" Jonathan


"Hati tidak bisa di paksa Jo" Bukan Aiden yang menjawab tapi Bella


Aiden mengangguk membenarkan perkataan Bella.


"Lagian kau mau sampai kapan jomblo, ingat umurmu yang sebentar lagi menginjak kepala tiga" Jonathan


Aiden mengangkat bahunya.


"Sudahlah aku akan kembali" ucap Aiden lalu berdiri dan meninggalkan teman temannya.


Jonathan dan Bella melihat kepergian Aiden ikut menyusulnya.


......................


Tok!


Tok!


Tok!


"Masuk!"


"Nona ada kiriman untuk anda" ucap Risty membawa paper bag


"Dari siapa?" tanya Aqela


"Kurir tidak memberikan nama pengirimnya Nona" Risty


Aqela diam sejenak.


"Kau letakan saja di meja" titah Aqela


"Baik Nona" Risty langsung meletakkan paper bag tersebut lalu kembali keluar.


Aqela berjalan ke arah sofa lalu melihat isi dalam paper bag tersebut, Aqela mengernyit "makanan lagi?" gumam nya


"Sebenarnya siapa yang sudah mengirim makanan ini untukku?" tanya Aqela heran


Di tengah kebingungannya handphone Aqela berbunyi ternyata panggilan masuk. Aqela mengernyit pasalnya yang menghubunginya nomor baru, Aqela mencoba untuk mengangkatnya.

__ADS_1


Sedangkan di sisi lain seorang pria tampan yang sedang gelisah sedari tadi dirinya menatap ponsel miliknya, dia masih bingung antara mengirimnya pesan atau menghubunginya langsung.


Setelah berpikir keras akhirnya dia lebih baik menghubunginya langsung dari pada harus mengirimi nya pesan.


Pria tersebut langsung menyalakan handphone nya lalu menghubungi nomor seseorang yang sudah di anggap penting dalam hidupnya.


Tuuuut ..


Tuuuut ..


"Halo" jawab orang yang berada di sebrang telepon


Pria tersebut masih tidak berbicara


"Halo. Siapa ini? Kalau masih tidak mau berbicara akan ku matikan saja" ancamnya


"Tunggu!" ucap pria tersebut


"Kellan?" ucap perempuan di sebrang telepon sana


"Hm" jawab Kellan berdehem


"Ada apa?" tanya Aqela


"Apa makanannya sudah di terima?" Kellan


Aqela menatap makanan yang ada di hadapannya


"Oh jadi makanan ini darimu?"


"Hm"


"Sudah. Hampir aku membuangnya" Aqela


"Kenapa? Kau tidak menyukainya?" Kellan


"Kau mengirimnya tanpa memberitahukan namamu aku takut orang jahat yang sudah mengirim makanan ini untukku" Aqela mencoba menjelaskan kepada Kellan


"Iya. Terimakasih Tuan Kellan" ucap Aqela tersenyum di sebrang telepon


"Coba kau ulangi lagi"


"Terimakasih Tuan Kellan" Aqela mengulanginya lagi


"Sekali lagi aku mendengar kau memanggil nama ku dengan formal kau akan tau akibatnya" ancam Kellan


Kellan langsung mematikan teleponnya, dia menjadi kesal saat Aqela memanggil dirinya secara formal. Dia tidak menyukai itu.


Sedangkan Aqela terkekeh geli. Kellan marah hanya karena dirinya memanggil Kellan secara formal. Pandangan Aqela teralihkan menatap makanan yang ada di hadapannya terlihat sangat menggiurkan.


"Jadi ini pemberian pria kaku itu ya. Baiklah kalau begitu karena aku sudah tau siapa yang mengirim mu kemari, jadi aku akan memakan mu dengan senang hati" Aqela berbicara sendiri kepada makanan yang ada di hadapannya


Aqela membuka kotak makan tersebut. Lalu mulai menikmatinya.


"Ini enak sekali. Ternyata Mr.Stiff sangat pandai memilih makanan yang enak" gumam Aqela sambil memasukan makanan ke dalam mulutnya.


......................


Seorang perempuan terlihat cemberut, dirinya kesal terhadap kekasihnya gara gara teman perempuannya menelepon dan meminta tolong untuk menjemputnya hanya karena ban mobilnya kempes sampai membatalkan acara makan siangnya.


Sampai kekasihnya memulangkannya lebih dulu ke apartemennya lalu menjemput temannya. Mengingat kejadian itu dirinya menjadi semakin kesal.


"Prioritasnya bukan aku ternyata tapi teman perempuannya" perempuan tersebut terkekeh miris


Perempuan tersebut langsung mengambil handphone, ternyata terdapat beberapa panggilan tidak terjawab dari kekasihnya.


Dia mengabaikannya saat ini dirinya butuh sahabatnya. Setelah menemukan kontaknya perempuan itu menelepon sahabatnya.


Tuuuut ..


"Qelaaaaa" teriak Karina

__ADS_1


Aqela menjauhkan handphone dari kupingnya ketika mendengar Karina berteriak memanggil namanya.


"Jangan berteriak kau membuat kupingku sakit" jawab telepon di seberang sana


"Apa kau sudah pulang?" tanya Karina menghiraukan gerutuan Aqela


"Sebentar lagi. Ada apa?" Aqela


"Bisa cepat pulang dan ke apartemen ku sekarang?" pinta Karina


"Kau ada masalah?" tanya Aqela.


"Hm. Sedikit"


"Kalau aku sudah jauh jauh datang kesana dan kau tidak menceritakannya kepadaku awas saja kau" ancam Aqela


"Baiklah aku akan jujur padamu dan menceritakan semuanya" Karina


"Hm, sebentar lagi aku pulang"


"Aku menunggumu dan bawalah beberapa kue untukku. Aku belum makan sejak tadi siang" pinta Karina tidak tahu malu


"Hm. Sudahlah aku siap siap dulu"


"Baiklah"


Karina mengakhiri panggilannya.


Sedangkan Aqela langsung bersiap siap menuju apartemen sahabatnya yaitu Karina. Aqela keluar dari ruangannya lalu menutup pintu ruang kerjanya.


Sebelum pulang Aqela melipir dulu ke dapur untuk mengecek kue kue yang karyawannya buat. Di rasa semuanya sudah aman Aqela berjalan ke depan.


Aqela mengambil beberapa kue lalu memasukannya kedalam box kecil untuk sahabatnya lalu mengemasnya.


"Risty aku akan pulang sekarang kau dan yang lainnya jangan lupa mematikan lampu dan mengunci pintu toko" Aqela


"Baik Nona" jawab Risty


"Oh ya, bahan bahan kue yang di beli tadi sudah di bawa semua kan?" tanya Aqela


"Sudah Nona, tadi kami sudah membawa semuanya ke gudang dan sebagian lagi ke dapur" jawab Risty


Aqela mengangguk.


"Kalau begitu aku pulang duluan" ucap Aqela


"Hati hati Nona" Risty


Aqela yang sudah berjalan keluar dan mendengar perkataan Risty mengangkat jari jempolnya.


Aqela memasuki mobilnya dan langsung menjalankan kendaraannya menuju apartemen Karina.


"Nona Aqela cantik, sukses di usia muda tapi masih jomblo. Kasian" gumam Risty ketika melihat Aqela sudah mengendari mobilnya


"Bukan Nona Aqela yang harus di kasihani tapi dirimu sendiri yang harus di kasihani" ucap Desi yang tiba tiba muncul di samping Risty bersama Sinta dan Mita


"Haish! Kau ini mengagetkanku saja" Risty memegang dadanya


"Jangan bilang kau mau membicarakan bos mu sendiri" ucap Sinta


"Ish kalian ini berburuk sangka terus kepadaku" Risty cemberut


"Karena itu memang tabiatmu" ucap Mita membuat Desi dan Sinta terkekeh


Sedangkan Risty cemberut ketika teman temannya menyudutkannya.


"Sudahlah lebih baik kita sekarang beres beres agar cepat pulang" Desi


Mereka semua mengangguk dan mulai bersih bersih sebelum pulang.


#bersambung

__ADS_1


Mohon dukungan kalian ya guys tinggalkan jejak kalian. Like dan komen, karena dukungan kalian membuatku bersemangat untuk update terus setiap harinya 🤍


__ADS_2