Aqela Untuk Kellan

Aqela Untuk Kellan
40


__ADS_3

Ceklek ..


Aqela membuka ruangan kerjanya lalu langsung masuk dan mengambil tasnya yang menggantung di hanger.


Aqela membuka tasnya untuk mengecek handphonenya takutnya ada panggilan atau pesan yang penting.


"Karina?" gumam Aqela ketika melihat handphone nya banyak sekali panggilan tidak terjawab darinya.


Aqela mencoba menghubungi kembali Karina takutnya ada sesuatu yang penting yang ingin dia bicarakan.


Tuuuuut ..


Tuuuuut ..


"Aqela akhirnya kau menghubungiku juga" ucap Karina ketika panggilannya telah terjawab


"Aku kemarin pulang tidak membawa ponsel" jawab Aqela


"Iya aku tau, kemarin aku menghubungimu dan tidak ada jawaban. Jadi aku menghubungi Ka Aiden saja dan Ka Aiden mengatakan kalau kau sakit"


Aqela mengangguk, walau Karina tidak dapat melihatnya.


"Iya kemarin aku tidak enak badan" Aqela


"Kau di mana sekarang?" tanya Karina


"Aku di toko, sebentar lagi aku akan pulang" ucap Aqela


"Aku akan ke rumah mu sekarang, aku ingin bercerita" ungkap Karina


"Baiklah datang saja kerumah, kalau begitu aku akan pulang sekarang"


Karina mematikan panggilan teleponnya, lalu menyuruh supir taxi untuk menuju ke alamat rumah Aqela.


Setelah tau Karina akan datang kerumahnya Aqela bergegas keluar dari ruangannya lalu menuruni anak tangga.


"Nona anda akan pergi?" cegah Risty


"Iya aku ke sini hanya untuk mengambil barang ku yang ketinggalan, hari ini aku masih butuh istirahat" jawab Aqela


"Oh begitu, tapi itu lebih baik Nona" jawab Risty


"Kalau begitu aku pergi. Jangan lupa kalau pulang di cek dulu semua dan kunci pintu" pesan Aqela


"Baik Nona. Hati hati" Risty


Aqela tersenyum menanggapinya lalu pergi keluar dari toko menuju kendaraannya.


...


Ting Ning!


Ting Ning!


Seorang perempuan dengan penampilan yang berantakan membukakan pintu


Ceklek ..


"Ver" sapa Wiliam ketika pintu sudah terbuka


Grep ..


Veronica langsung memeluk Wiliam. Wiliam bingung melihat keadaannya yang berantakan tidak biasanya Vero berpenampilan seperti ini.


"Ada apa?" tanya Wiliam mengusap punggung Veronica


Veronica melepaskan pelukannya lalu mengajak Wiliam untuk masuk dan tidak lupa Veronica menutup pintu apartemennya.


Vero dan Wiliam duduk di sofa depan televisi yang sedang menyala.


"Ada apa? Tumben sekali penampilan mu berantakan seperti ini" Wiliam


"Aku lelah Wil" jawab Veronica lirih

__ADS_1


Wiliam mengernyit


"Lelah?" tanya Wiliam


"Hm aku lelah" gumam Veronica


"Biasanya kau sangat excited menekuni bidang pekerjaanmu sebagai model?" ucap Wiliam.


Wiliam pikir Veronica lelah menekuni pekerjaannya sebagai seorang model, apa lagi setelah menjadi model terkenal pasti jadwalnya sangat padat.


Veronica menatap Wiliam lamat.


"Bukan lelah soal pekerjaan Wil. Aku lelah mencintai orang yang tidak pernah melihat keberadaan ku sama sekali" batin Veronica


Veronica menghela nafas.


"Kau sudah makan?" tanya Vero


Wiliam diam sejenak, dia jadi teringat kekasihnya yang di tinggalkan olehnya saat makan siang bersama. Wiliam merasa sangat bersalah pasti Karina semangkin kecewa kepada dirinya.


"Wil" Veronica menepuk pundak Wiliam


"Hah? Belum. Aku belum makan. Apa kau sudah makan?" tanya Wiliam pasalnya Wiliam meninggalkan Karina saat makanan mereka baru saja tiba.


"Bagaimana bisa di katakan sudah makan aku di tinggal begitu saja oleh temanmu saat kita akan makan siang bersama" jawab Veronica dalam batin.


"Aku belum makan" jawab Vero


"Kalau begitu kita pesan makan saja" usul Wiliam


"Tidak perlu, Aku akan memasak saja. Kau tunggu disini" titah Veronica


"Baiklah aku akan menunggu sambil menonton siaran televisi" jawab Wiliam menatap Veronica tersenyum


Veronica pergi ke dapur untuk membuat makan siang untuk dirinya dan juga Wiliam.


...


Sesampainya di depan rumah, Aqela langsung membuka kunci pintu lalu masuk ke dalam dan menutupnya. Tidak lama Aqela memasuki rumah bel rumahnya berbunyi


Ceklek ..


Aqela membukakan pintu.


Grep ..


Karina langsung memeluk Aqela dan menangis. Sedangkan Aqela hanya mengusap punggung Karina upaya menenangkannya.


Setelah Karina melepaskan pelukannya Aqela membawa Karina masuk ke dalam.


"Kau duduk dulu saja aku akan ke dapur membuat minuman" ucap Aqela


Karina tidak menjawab dia langsung duduk sembari mengusap air matanya. Aqela datang membawa minuman dan beberapa cemilan lalu menyimpannya di meja.


"Cerita lah jika kau sudah tenang" ucap Aqela setelah duduk di sofa dekat Karina


Karina menunduk sebentar lalu menatap Aqela dengan wajah sembab habis menangis.


"Wiliam" ucap Karina menitikan air matanya kembali


"Kenapa dengan dia?" tanya Aqela mengusap punggung Karina


"Dia meninggalkan aku lagi saat kita akan makan siang bersama" jawab Karina


"Kenapa bisa?" tanya Aqela


"Veronica meneleponnya lagi. Dan dia pergi meninggalkan aku saat makanannya belum dia sentuh sama sekali" Karina mengatakan semuanya kepada Aqela


Aqela mendengar curhatan Karina merasa kesal sendiri terhadap Wiliam.


"Apa kau masih mau menjalani hubungan seperti ini dengannya?" tanya Aqela setalah Karina kembali tenang.


"Aku sempat meminta putus kepadanya tapi apa yang dia lakukan? Dia mencium ku dengan kasar lalu dia berkata tidak akan melepaskan ku" jawab Karina

__ADS_1


Aqela menghela nafas. Sebenarnya dia tidak mau ikut campur mengenai asmara orang lain, tapi ini sahabatnya.


"Apa kau pernah membicarakan masalah ini baik baik dengannya?" tanya Aqela


"Aku sudah beberapa kali mencoba tapi tetap saja dia tidak mau berpisah denganku dan dia pernah mengatakan tidak akan mengulanginya lagi tapi apa buktinya? Sekarang dia meninggalkan aku lagi" ungkap Karina lalu membaringkan tubuhnya dengan bantalannya paha Aqela


"Aku lelah La" gumam Karina


Aqela mengusap usap rambut Karina sampai dia tertidur. Aqela merasa ikut bersedih ketika sahabatnya di sakiti seperti ini oleh pria bajingan bernama Wiliam tapi dia juga tidak bisa berbuat apa apa selain memberi dukungan dan selalu ada di sisi nya.


Drt .. Drt ..


Aqela mengambil handphonenya yang berbunyi ternyata Kakaknya yang menelepon


"Halo? Ada apa Ka?" tanya Aqela


"Apa kau sudah di rumah?" tanya balik Aiden


"Sudah. Kenapa?"


"Kakak pulang sekarang"


"Hm"


Di rasa tidak ada lagi yang mau di bicarakan Aqela mematikan teleponnya. Aqela mengangkat pelan kepala Karina lalu mengganti pahanya sebagai bantalan dengan bantal sofa.


Aqela berjalan ke dapur untuk membuat makanan karena dirinya belum makan siang, Aqela berpikir untuk membuat makanan lebih banyak pasti Karina juga belum sempat makan siang tadi. Apalagi Kakaknya sebentar lagi pulang.


Beberapa menit Aqela memasak dengan bahan seadanya yang ada di kulkas akhirnya masakannya sudah jadi. Aqela tersenyum menatap hasil masakannya.



Aqela memutuskan untuk membersihkan diri lebih dulu, lalu dia berjalan menuju kamarnya dan langsung memasuki kamar mandi.


Tidak butuh waktu lama untuk Aqela mandi sekarang dirinya sudah siap dengan pakaian rumahannya.


Aqela keluar dari kamar. Saat Aqela berjalan menuju kursi, pintu depan rumah terbuka memunculkan sosok pria tinggi dengan badan yang ideal dan berwajah tampan.


"Kakak" sapa Aqela


"Kau pulang jam berapa dari toko?" tanya Aiden berjalan menghampirinya.


"Mungkin pukul 13.30 aku sudah ada di rumah lagi" jawab Aqela


Aiden mengangguk, lalu matanya tidak sengaja melihat gadis cantik yang sedang terbaring di sofa, Aiden mengernyit. Aqela mengikuti arah pandang mata Kakak nya.


"Karina mungkin mengantuk habis menangis jadinya tertidur" Aqela memberitahu Aiden sebelum Aiden bertanya


"Menangis?"


"Hm, dia menangis karena kekasihnya"


Aiden terdiam sejenak


"Karina sudah memiliki kekasih?" tanya Aiden sedikit keras


"Syuut pelan kan suaramu Ka" ucap Aqela menempelkan jari telunjuknya di bibir


"Jadi Karina sudah memiliki kekasih?" tanya Aiden lagi dengan suara sedikit berbisik


Aqela mengangguk. Sedangkan Aiden langsung menatap Karina yang tertidur.


"Ka apa kau sudah makan?" tanya Aqela menggoyangkan tangan Aiden


"Belum" Aiden mengalihkan pandangannya menatap Adiknya


"Aku sudah masak, kita makan bersama saja sekalian nunggu Karina bangun Kakak mandi dulu" titah Aqela


"Iya iya" jawab Aiden lalau berjalan menuju kamar dengan perasaan yang tidak karuan.


Sedangkan Aqela dia duduk di dekat Karina yang sedang tertidur sembari memainkan ponselnya.


#bersambung

__ADS_1


Mohon dukungan kalian ya guys tinggalkan jejak kalian. Like dan komen, karena dukungan kalian membuatku bersemangat untuk update terus setiap harinya 🤍


__ADS_2