Aqela Untuk Kellan

Aqela Untuk Kellan
42


__ADS_3

Selama di perjalanan Karina selalu bertanya seputar profesi Aiden sebagai Dokter, dan Aiden dengan senang hati menjawab keingintahuan Karina.


"Kakak apa tidak merasa mual ketika melihat organ tubuh mereka ketika di operasi?" tanya Karina bergidik ngeri membayangkan nya


"Tidak. Aku sudah terbiasa melakukannya jadi biasa saja" jawab Aiden menatap Karina sekilas


"Apa suka duka menjadi seorang Dokter ka?" tanya Karina


"Dukanya kalau kita tidak bisa menyelamatkan pasien, suka nya kalau kita berhasil menyembuhkan pasien lalu pasien tersebut pulang dengan senyum ceria" jawab Aiden ikut tersenyum ketika pasien yang pernah di tanganinya berhasil sembuh


"Apa Kakak pernah mengalami kegagalan dalam melakukan operasi?"


"Untuk saat ini belum"


Karina mengangguk.


"Kau tidak pulang ke apartemen mu?" tanya Aiden


"Tidak. Aku merindukan Mamaku" alibi Karina


Aiden menanggapinya dengan menganggukkan kepalanya.


Sudah dua hari ini Karina lebih memilih pulang ke rumah orangtuanya tidak ke apartemennya. Karina takut tiba tiba Wiliam datang seperti malam kemarin. Karina masih belum bisa memaafkan Wiliam, di tambah dengan kejadian tadi siang Wiliam mengulanginya lagi.


Mulai sekarang Karina tidak mau memikirkan Wiliam lagi. Cukup 4 tahun ini Karina sabar terhadap Wiliam yang selalu mementingkan Veronica di banding dirinya.


Aiden menghentikan kendaraannya tepat di depan rumah Karina.


"Terimakasih Ka. Apa tidak mau mampir dulu?" basa basi Karina


"Tidak. Aku langsung pulang saja" jawab Aiden


Karina mengangguk lalu membuka seatbelt nya


"Kalau begitu hati hati" Karina


Aiden mengangguk. Karina langsung turun dari mobil lalu menutupnya kembali, Aiden menjalankan mobilnya kembali dan Karina langsung masuk ke dalam rumah setelah melihat kepergian Aiden.


Karina tidak khawatir Aiden akan ke sasar karena Aiden sudah sangat hafal jalan menuju ke rumahnya ataupun ke apartemennya karena tidak hanya sekali dua kali Aiden pernah mengantarkan Karina pulang.


....


Seperti biasa di pagi hari Aqela menyiapkan sarapan untuk mereka bertiga. Sedangkan Ayah dan Kakak nya masih berada dalam kamar.


Saat akan berteriak memanggil Ayah dan Kakaknya mereka berdua keluar dari kamar.


"Apa?! Kau ingin berteriak untuk memanggil kami?" Sinis Aiden ketika melihat Aqela hendak membuka mulutnya lalu mengatupkan nya kembali.


"Iya" jawab Aqela cengengesan


"Ini masih pagi jangan kau beradu mulut dengan Adikmu" ucap Albian menepuk pundak Aiden


Aiden menatap malas Aqela yang sedang tersenyum ke arahnya.

__ADS_1


"Ayo ayo kita sarapan" ajak Aqela dengan wajah ceria


Mereka berdua menarik kursi mereka lalu memulai sarapan pagi dengan hening, tanpa ada ocehan yang keluar dari bibir Aqela.


"Ayah, Kakak aku berangkat duluan" pamit Aqela mencium pipi Albian dan Aiden


"Jangan lupa kau membawa payung" Aiden berteriak ketika Aqela sudah membuka pintu


"Oke!" jawab Aqela berteriak pula


"Kau ini sama saja dengan Adikmu" ucap Albian ketika anak anaknya saling menyahut dengan cara berteriak.


Aiden meringis. Dalan batinnya sedikit ngedumel "Iya juga. Ini gara gara Aqela aku jadi ikut terbawa bawa kebiasaannya"


Sesampainya di toko kue, Aqela memarkirkan kendaraannya lalu keluar dari mobilnya. Aqela melihat tokonya yang belum dibuka, sengaja memang Aqela berangkat lebih awal untuk mengecek hasil pekerjaan para karyawannya selama dirinya tidak masuk kerja.


Aqela membuka pintu toko, dan yang pertama kali Aqela lihat semua stand kue sudah terisi penuh dengan rapi serta keadaan toko nya yang bersih dan wangi. Aqela tersenyum melihatnya.


Lalu Aqela berjalan menuju dapur pembuatan kue, dan sama hal nya dengan yang ada di depan. Semua tertata rapih dan bersih. Aqela puas dengan hasil kerja karyawannya.


Aqela berbalik untuk menuju ke ruangannya Aqela menaiki tangga tanpa menengok ke arah meja kasir.


"Nona anda sudah benar benar sehat?" tanya Risty ketika sudah berada di meja Kasir


"Kau mengagetkanku saja. Kau baru datang?" ucap Aqela terkejut ketika tiba tiba mendengar suara Risty memanggilnya dari arah meja kasir.


"Iya Nona saya baru datang"


"Oh iya Nona, kemarin ada yang memesan kue ulang tahun" Risty


"Kau menulis pesanan nya?" tanya Aqela berjalan menuju meja kasir


"Saya menulisnya Nona, dan dua duanya kue ulang tahun" Risty memberikan catatannya.


"Kapan mereka mengambilnya?"


"Dua dua nya besok Nona" jawab Risty


"Apa mereka memberikan contoh kue apa yang mereka inginkan?" tanya Aqela


"Iya Nona, ini kue yang di inginkan oleh mereka" Risty menunjuk contoh kue yang ada di buku gambar khusus kue ulang tahun




"Sepertinya aku akan pulang larut malam lagi" gumam Aqela


"Kenapa Nona?"


"Tidak. Kalau begitu aku akan ke atas dulu"


"Baik Nona"

__ADS_1


Aqela berjalan menuju ruangannya lalu meletakkan barang barangnya. Setelah meletakan barang barangnya Aqela membuka laptopnya dan mulai untuk bekerja.


Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat, Aqela melihat jam yang menempel di dinding sudah menunjukkan pukul 11.45 lalu menutup laptopnya.


"Ternyata sudah waktunya makan siang"


Dia merasa matanya sangat pegal menatap layar laptop sejak tadi, tapi mau bagaimana lagi selama dua hari kemarin tidak masuk membuat pekerjaannya sedikit menumpuk.


Aqela keluar dari ruang kerjanya lalu berjalan menuruni anak tangga. Saat sampai bawah Aqela melihat ke arah luar seorang pria yang sangat familiar di matanya berjalan menuju tokonya dengan seseorang di belakangnya membawa beberapa paper bag.


"Kellan?" gumam Aqela setelah Kellan dan Eliot memasuki tokonya


"Tuan" sapa Risty menundukkan kepala lalu mendongak kembali


Kellan menghiraukan sapaan dari karyawan Aqela. Mata Kellan hanya tertuju kepada perempuan cantik yang berada tepat di depannya. Eliot langsung memberikan satu paper bag ke meja kasir untuk Risty bagikan.


"Ini makan siang untukmu dan bagikan juga kepada karyawan Nona Aqela yang lain" titah Eliot kepada Risty


"Terimakasih Tuan, saya akan membagikannya" ucap Risty lalu berjalan ke belakang.


Kellan berjalan mendekati Aqela yang sedang menatap nya. Tangan Kellan terangkat ke depan wajah Eliot yang berada sedikit di belakangnya.


Eliot yang peka langsung memberikan paper bag berisi makanan kepada Kellan.


"Makan siang bersama?" ajak Kellan sembari mengangkat paper bag yang di berikan Eliot barusan


Aqela tersenyum lalu mengangguk.


"Ke ruanganku saja" ajak Aqela dan berjalan lebih dulu lalu Kellan mengikutinya dari belakang.


Melihat Eliot yang masih berdiam diri Aqela menghentikan langkah nya.


"Ayo El kita makan bersama" ajak Aqela


Sebelum Eliot menjawab Kellan menyahutinya.


"Dia sudah makan" sahut Kellan menatap Eliot datar


"Ah iya benar Nona saya sudah makan" ucap Eliot tersenyum


Aqela mengangguk percaya lalu melanjutkan Kembali langkahnya di ikuti Kellan di belakangnya.


Setelah Kellan dan Aqela tidak terlihat lagi Eliot mencebikkan bibirnya.


"Ck! Kapan aku makan? Yang ada tadi saat memesan makanan aku di buru buru olehnya" gerutu Eliot


Dari pada mendapat tatapan tajam dari Kellan bagaikan laser yang dapat melubangi kepalanya Eliot lebih baik mengiyakan saja dan makan di dalam mobil.


Eliot berbalik lalu keluar dari toko Aqela untuk kembali ke dalam mobil.


#bersambung


Mohon dukungan kalian ya guys tinggalkan jejak kalian. Like dan komen, karena dukungan kalian membuatku bersemangat untuk update terus setiap harinya 🤍

__ADS_1


__ADS_2