
Sebenarnya masih author pikir pikir antara lanjut di sini atau tidak, karena akhir akhir ini kondisi author kurang vit juga. Kita lihat besok kalau author update, author sudah memutuskan untuk melanjutkan novel ini hanya saja akan selow update karena kondisi author masih kurang fit. Terimakasih buat pembaca setia author 🥰♥️
Jangan jadi pembaca yang ghaib ya, tinggalkan jejak kalian. Like dan komen kalian🍃
Enjoy~
.
"Aqela?" panggil seorang pria
Merasa namanya di panggil Aqela menoleh, dan melihat orang yang sudah memanggilnya. Dia hanya menatap pria itu datar tanpa menjawab panggilannya.
"Bisa kita bicara sebentar?" ucapnya canggung
Aqela tidak menjawab dia hanya berjalan menuju kursi yang ada di pojok tempat para pelanggan menikmati kue. Pria tersebut mengikuti langkah Aqela lalu duduk di sana.
"Ada keperluan apa Tuan Aston sampai singgah ke toko kue ku?" tanya Aqela
"Aku datang ke sini untuk meminta maaf tentang sikapku yang kasar waktu tempo hari" ucap Wiliam tanpa ragu menatap Aqela
Sementara Aqela mencari kebohongan di matanya Wiliam namun dia berkata jujur.
"Aku tidak tahu kenapa kau membenciku sampai kau mengatai yang bukan menjadi profesi ku" ucapnya
"Aku tidak membenci mu, hanya saja kemarin aku terlalu terbawa emosi. Maaf untuk itu aku sangat menyesal" ucapnya dengan penuh penyesalan
Aqela menghela nafas pelan setelah melihat ketulusan dari kedua mata Wiliam.
"Kalau aku memaafkan mu apa kau bisa untuk tidak menggangu Karina lagi?" pungkas Aqela membuat Wiliam terdiam cukup lama
"Aku tidak tahu untuk itu. Sangat berat untukku melepas Karina, aku sangat mencintainya" ucap Wiliam menunduk
"Kalau kau mencintainya kenapa kau sampai tega menyakitinya? Bahkan berkali kali kau mengulangi hal yang sama" Pungkas Aqela yang mulai tersulut emosi
"Aku tidak tahu perbuatanku itu menyakiti perasaannya" gumam Wiliam
"Kau tau? Veronica sengaja melakukan itu agar hubungan kalian hancur, Veronica tidak sebaik yang kau kira"
Deg
"Apa maksudmu?" Wiliam langsung mendongak dan menatap Aqela tajam
Melihat reaksi Wiliam yang mengatai Vero perempuan tidak baik membuat Aqela berdecak sinis
"Ck! Kau ingat kejadian waktu di mansion Kakek Amar Karina menampar Veronica? Karena dia memberitahu Karina bahwa rencana untuk menjauhkan mu dan Karina berhasil. Dan kau pikir hubungan kalian itu tidak ada yang tau? Kau salah, Veronica mengetahui hubungan kalian setelah setahun kalian berpacaran. Dan kau ingat saat Kalian akan pergi liburan dan kau sampai tega meninggalkan Karina di bandara sendiri hanya karena kau mendapat panggilan dari Veronica yang mengatakan dia sakit dan membutuhkanmu? Itu hanya akal akalan nya saja, dia hanya ingin perhatian kalian berpusat untuknya saja. Egois bukan?" ungkap Aqela
Wiliam terpaku dia memikirkan beberapa waktu ke belakang, cerita yang Aqela berikan itu sangat masuk di akal.
Saat dia akan makan malam, liburan atau sedang meluangkan waktu bersama dengan Karina, Veronica selalu menghubunginya dengan berbagai alasan.
__ADS_1
Menyadari itu Wiliam mengeraskan rahangnya dan mengepalkan kedua tangannya. Dia sangat bodoh baru menyadarinya.
"Kau menyesal baru mengetahuinya sekarang?" ucap Aqela terkekeh sinis
"Simpan saja rasa penyesalanmu, percuma kau meminta karina untuk kembali kepadamu dia tidak akan mau lagi bersamamu" ungkapnya
"Aku memaafkanmu, dan tolong jangan ganggu Karina lagi dia berhak bahagia walau bukan kau yang dapat membahagiakannya" lanjut Aqela.
Setelah mengatakan semuanya Aqela pergi meninggalkan Wiliam yang masih bergeming karena baru mengetahui semua fakta yang membuat hubungannya hancur.
"Sialan! Aku tidak akan memaafkanmu Vero!" ucap Wiliam dengan mata memerah serta tangan yang terkepal.
Wiliam bergegas pergi dari toko Aqela, niat hati hanya ingin meminta maaf malah dia mendapatkan kejutan yang tidak terduga.
Kedua gadis yang sedari tadi memperhatikan Nona nya dari meja kasir dan pria tampan tadi di buat penasaran apalagi Risty si biang gosip.
Ya sekarang Risty menjaga meja kasir tidak sendiri dia sudah ada partner yang Aqela rekrut yaitu Rini teman yang di rekomendasikan oleh Risty.
Sementara itu Aqela melihat kepergian Wiliam dari balik jendela ruang kerjanya.
"Selamat menikmati rasa penyesalanmu Wiliam Aston" ucapnya tersenyum smirk
.
.
Sementara itu di lokasi syuting seorang perempuan cantik dan terlihat anggun tengah duduk istirahat karena telah selesai melakukan proses syuting iklannya.
Asisten tersebut mengambilkan air mineral lalu membukakannya. selesai melepas dahaganya Vero meninggalkan lokasi syuting di ikuti oleh asistennya.
"Vero tunggu?" seseorang menghentikan langkahnya
Vero menghela nafas kasar, dia sangat kesal dirinya ingin segera istirahat.
"Ada apa?" tanyanya
"Kau tidak mau melihat hasilnya?" tanya sang sutradara
"Tidak, aku yakin itu hasilnya cukup memuaskan. Aku akan segera pulang kalau ada apa apa lagi hubungi saja asistenku" ucapnya lalu pergi meninggal lokasi syuting yang masih terdapat banyak orang
Orang orang di sana merasa sedikit kesal dengan sikap yang sedikit arogan, andai saja yang mensponsorinya bukan orang yang sangat berkuasa dan sekaligus teman dekatnya sutradara itu tidak akan segan terhadap Vero.
"Kau membawa baju ganti untukku?" tanya Vero menuju ruang ganti
"Aku membawanya"
Vero memasuki ruangan tersebut lalu mengganti pakaiannya yang membuat dirinya nyaman dan sedikit terbuka.
"Setelah ini kau mau pulang?" tanya asistennya
__ADS_1
"Hm, aku lelah ingin segera istirahat" jawabnya
Setelah mengatakan itu Veronica meninggalkan ruang ganti dan lokasi syuting tanpa pamit kepada semua orang.
.
.
Selesai meeting dengan Anderson Kellan langsung bergegas menemui kekasihnya dan mengendarai mobilnya sendiri.
"Selamat siang Tuan" sapa Risty ketika Kellan memasuki toko kue
Kellan menghiraukan sapaan Risty dia langsung berjalan menuju ruangan kekasihnya.
Ceklek!
Kellan mengernyit saat pintu terbuka "Kosong?" batinnya
Kellan kembali ke bawah untuk menanyakan keberadaan kekasihnya.
"Di mana dia?" tanya Kellan dengan raut wajah dingin
"Ma_maksud anda Nona Aqela?" jawab Risty gugup
Kellan tidak menjawab malah menatap Risty tajam
"No_nona Aqela sudah pergi beberapa menit yang lalu Tuan" masih dengan nada gugup Risty menjawab pertanyaan Kellan
"Kemana?"
"Nona tidak memberitahukan nya tuan, Nona hanya bilang bahwa dia akan pulang lebih dulu" ucap Risty
Kellan langsung pergi dari toko tersebut ketika Risty mengatakan Aqela sudah pulang.
Brak!!
Kellan menutup pintu mobilnya secara kasar lalu mencoba menghubungi nomor kekasihnya.
"Damn it!" umpatnya kesal ketika Aqela tidak kunjung menjawab panggilannya. Kellan mengingat sesuatu dia langsung menghubungi bodyguard kekasihnya
"Iya Tuan?"
"Kau di mana?"
"Saya berada di basement sebuah apartemen tuan" jawabnya
"Kirimkan alamatnya kepadaku"
Kellan langsung mematikan panggilannya, setelah mendapatkan alamat apartemen tersebut dan langsung menancapkan mobil nya dengan kecepatan penuh.
__ADS_1
To be continued🍃
Berikan kritik dan saran kalian agar author dapat memperbaikinya. Terimakasih sudah menjadi pembaca setia novel Aqela untuk Kellan🥰♥️