Aqela Untuk Kellan

Aqela Untuk Kellan
6


__ADS_3

Di sinilah akhirnya Aqela berada di ruangan yang membuatnya sangat membosankan dan bahkan sampai mengantuk, seperti di ceritakan dongeng sebelum tidur menurut Aqela.


Sedangkan seorang pria dingin dan kaku yang sayangnya berwajah tampan selalu memperhatikannya sejak Aqela membagikan kue dan sampai duduk di pojokan dengan wajah yang cemberut.


Selama rapat mata Kellan hanya tertuju pada Aqela yang sejak tadi terlihat sedang ngedumel kesal, sedangkan Kellan sedang bersusah payah menahan dirinya untuk tidak tersenyum.


Selama berjalannya rapat Eliot menjadi pengamat bagi atasannya yang selalu memperhatikan Nona pengantar kue itu, Eliot kembali berperang dalam pikirannya "Ada hubungan apa antara atasannya dengan perempuan ini"


Sekitar sejam lamanya Aqela menunggu rapat akhirnya selesai juga, Aqela bernafas lega dan sekarang tinggal satu tugas lagi yaitu menyiapkan kue di ruang kerja orang yang menyebalkan ini.


Setelah semua orang keluar hanya tinggal Aqela dan Kellan saja yang tersisa diruangan rapat. Kellan menatap Aqela dengan tatapan yang cukup rumit untuk di mengerti Aqela.


Sedangkan Aqela sudah berkeringat dingin ketika hanya ada dirinya dan pria tampan yang sedang menatapnya yang tersisa di ruangan yang luas ini.


"Ikuti aku" ucap Kellan berjalan keluar dari ruang rapat dan tentu saja Aqela langsung mengikutinya dari belakang lalu memasuki lift dan menuju ke ruangannya yaitu lantai 30


Sesampainya di ruang kerja Kellan, Aqela langsung membuka sisa box kue nya yang hanya tinggal beberapa lalu membuka kotak kue tersebut dan menyimpannya dengan rapi di meja kerja Kellan.


Hal itu tidak luput dari mata Kellan ketika Aqela menyiapkannya dengan tergesa gesa.


"Sudah selesai Tuan, sekarang saya sudah boleh pergi bukan?" Aqela berusaha tersenyum


Kellan menatap kue yang telah di siapkan oleh Aqela, lalu matanya menatap kembali Aqela.


"Kau boleh per.." ucap Kellan terpotong karena Aqela langsung menyahutinya


"Terimakasih tuan" Aqela tersenyum cerah lalu langsung berjalan cepat menuju pintu


"Tapi besok kau harus mengirimnya kembali" Kellan menghentikan pergerakan tangan Aqela untuk membuka pintu.


Aqela berbalik dan menatap Kellan


"Apa?" Aqela memastikan kembali bahwa pendengarannya tidak salah.


"Kau boleh pergi, tapi kau harus mengirim kembali kue mu besok" ucapan Kellan membuat Aqela sedikit linglung


"Te..tentu saja Tuan dengan senang hati saya akan mengirim kembali kue nya besok" ucap Aqela tersenyum kaku


Kellan mengangguk.


"Kalau begitu saya permisi Tuan" pamit Aqela lalu membuka pintu ruang kerja Kellan dan berlalu dari sana.


Setelah kepergian Aqela, Kellan berjalan menuju meja kerjanya lalu duduk di kursi empuknya. Dia tersenyum sendiri ketika mengingat wajah Aqela yang mengeluarkan berbagai macam ekspresi ketika menunggu dirinya di ruang rapat.


Mata Kellan beralih kepada beberapa kotak kue yang Aqela siapkan untuk dirinya.



Kellan mengambil salah satu kotak kue tersebut lalu mulai mencicipi nya sedikit dengan garpu yang sudah di siapkan oleh Aqela. Jujur saja Kellan tidak menyukai makanan manis tapi karena ini buatan Aqela dan yang menyiapkannya Aqela sendiri Kellan akan mencobanya.


Kellan sedikit menyuapkan kue tersebut kedalam mulutnya, dia tertegun sebentar kue buatan Aqela sangat enak. Niatnya hanya mencicipi tapi dirinya sudah menghabiskan setengah potong kue.


Disaat Kellan sedang menikmati kue ada seseorang yang masuk ke dalam ruangannya tanpa mengetuk pintu.

__ADS_1


"What up bro" sapa pria tampan tersebut


"Hay Kell" sapa wanita cantik


Kell menatap datar kedua orang berbeda jenis kelamin tersebut.


Melihat temannya sedang memakan sesuatu pria tampan itu mendekati meja kerja Kellan


"Apa yang kau makan?" ucap pria tampan itu ketika sudah di depan meja kerja Kellan


Karena Kellan tidak kunjung menjawab pria tampan itu melihat isi dalam kotak tersebut


"Sejak kapan kau suka makan makanan manis?" tanya pria itu


Dan Kellan masih menatap datar temannya itu.


"Sam, Kellan makan apa memangnya?" tanya perempuan cantik itu penasaran


"Liat saja sendiri" Samuel


Perempuan cantik itu menatap malas Samuel, tidak ayal dirinya berjalan ke arah mereka berdua. Setelah melihat apa isi di dalam kotak tersebut perempuan cantik yang bernama Veronica itu mengerutkan keningnya.


"Kell, sejak kapan menyukai makanan manis?" tanya Veronica


Kellan masih enggan menjawab, saat dia akan memakan kembali kue nya Kellan melihat Samuel mengambil kue nya yang lain.


"Kembalikan!" Kellan menatap datar Samuel


"Kau pelit sekali, aku hanya memintanya sedikit" ucap Samuel yang langsung memakan kue dalam satu suapan karena takut di ambil kembali oleh Kellan.


"Kell kau mendapatkan kue ini dari mana, ini sangat enak Kell" ucap Samuel menatap kue kue Kellan yang ada di meja.


Kellan yang tau arah mata temannya menatap kemana dia langsung menutup kue kue tersebut.


"Kau benar benar pelit kepada teman sendiri" Samuel cemberut


"Emang seenak itu ya?" tanya Veronica penasaran


"Iya kau coba saja, itupun kalau Kellan mau memberikannya kepadamu" ucap Samuel mendelik kan matanya ke arah Kellan


"Kell boleh aku mencobanya?" pinta Veronica


Sedangkan Samuel sudah ancang ancang untuk mengambil kembali kue tersebut.


Kellan terdiam, dan dia tentu saja tau niat busuk temannya itu yang sudah siap siap mencuri lagi kue miliknya.


"Kalau enak siapa tau aku bisa mempromosikan nya kan?" bujuk Veronica ketika Kellan tidak kunjung menjawab dan memberikan kue tersebut.


Setelah di pikir pikir akhirnya kellan memberikan dua kotak kue tersebut sedangkan dua kotaknya lagi dia simpan.


"Terimakasih Kell" Veronica tersenyum lalu membuka kembali kotak kue tersebut dan mulai mencicipinya sedikit


Sedangkan Samuel langsung mencomot kue tersebut dan memakannya dengan lahap.

__ADS_1


"Ini sangat enak bukan?" tanya Samuel kepada Veronica yang terdiam setelah mencicipi kue tersebut


"Hm ini sangat enak, kau membeli dimana Kell aku ingin membelinya untuk mama ku" Veronica


"Aku juga" sahut Samuel


Kell tidak menjawab tapi dia menunjukan nama toko kue di balik tutup kotak kue tersebut.


"Oh Sweet Bakery" Samuel mengangguk


"Seperti tidak asing dengan namanya" ucap Veronica menyuapkan kembali kuenya


"Itu loh kue yang pernah di promosikan oleh aktris yang lagi populer, siapa namanya aku lupa?" Samuel berusaha mengingat ingat namanya


"Karina Anggara, ya Karina Anggara" ucap Samuel ketika mengingat namanya.


Veronica hanya mengangguk sibuk menikmati kue nya yang di anggap sangat enak itu.


Sedangkan Kellan menatap datar kedua temannya tersebut, ingin rasanya Kellan menendang kedua orang yang ada di hadapannya ini lalu melanjutkan kembali acara makan kue nya.


Di sisi lain


Aqela yang baru sampai langsung menuju kulkas dan mengambil minuman untuk menyegarkan tenggorokannya yang terasa kering.


Aqela menatap para karyawannya yang sedang membuat kue lalu berjalan mendekati mereka.


"Sinta, Desi besok kita memiliki banyak pesanan lagi dan di antar ke perusahaan yang sama jadi hari ini kalian lembur" ucap Aqela menatap mereka


"Baik Nona" ucap mereka


"Kalian tidak keberatan untuk lembur?" tanya Aqela


"Tidak Nona malah kami senang jadi ada tambahan kalau kami lembur" ucap Sinta yang di benarkan oleh Desi


"Benar Nona" Desi


Aqela tersenyum melihat semangat kerja mereka yang tinggi.


"Kalau begitu ayo kita semangat membuat kue" Aqela


"Semangat!" Sinta dan Desi tersenyum


Aqela mulai memakai apron dan cup hairnet nya dan memulai membuat kue nya.


Waktu tidak terasa jam sudah menunjukan pukul 17.25 dan Aqela masih membuat kue, sampai Risty datang menghampiri Aqela.


"Nona ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda" Risty


"Siapa?" tanya Aqela ketika selesai membuat adonan


Risty menggeleng ..


#bersambung

__ADS_1


Mohon dukungan kalian ya guys tinggalkan jejak kalian. Like dan komen, karena dukungan kalian membuatku bersemangat untuk update terus setiap harinya


__ADS_2