
Tidak biasanya Aqela pagi pagi sekali sudah bangun, dan membuat sarapan untuk Ayah dan Kakaknya.
"Ayah, Kakak!" Apa kalian sudah bangun?" teriak Aqela dari meja makan
Mendengar teriakan Aqela, Albian dan Aiden langsung keluar dari kamar dan menghampiri Aqela di meja makan yang sudah tersedia makanan untuk sarapan.
"Kebiasaan kau ini" gerutu Aiden
"Jangan selalu berteriak Aqela" tegur Albian
Sedangkan sang empu tanpa berdosa hanya cengengesan.
"Ayo duduk kita mulai sarapan" ajak Aqela
Albian dan Aiden menarik kursinya masing masing untuk dirinya duduki. Aiden menatap Aqela, dia masih kepikiran dengan ucapannya yang semalam tentang seseorang yang sudah mengirimnya makanan.
Aqela mendongak menatap Kakaknya yang sedang menatap dirinya.
"Kak kenapa malah bengong? Ayo makan"
Albian langsung menatap anak laki lakinya setelah mendengar ucapan Aqela.
"Apa ada masalah?" tanya Albian
"Tidak ada Ayah. Mungkin nyawaku belum terkumpul semua" alibi Aiden
Albian mengangguk percaya saja dengan jawaban Aiden. Berbeda dengan Adiknya yang sudah menatapnya horor, Aiden langsung menunduk dan memakan sarapannya.
......................
Pria tampan menuruni anak tangga dengan tampilannya yang sudah rapih. Kellan mengernyit ketika dirinya tidak menemukan Kakeknya di meja makan biasanya Kakeknya lah yang selalu stand bye waktu sarapan pagi.
Kellan merasa khawatir dia langsung mengecek sendiri ke kamar Kakeknya.
Tok!
Tok!
Ceklek ..
Karena tidak ada jawaban dan tidak kunjung di buka Kellan membuka langsung pintu kamar Kakeknya. "Kosong?" batin Kellan
Saat akan menutup pintu kembali Kellan di kagetkan dengan keberadaan Kakeknya yang berada di belakang punggung Kellan.
Kellan terkejut tentu saja, tapi dia menyamarkannya dengan wajah datarnya.
"Kau mencari ku?" tanya Kakek Amar
"Hm"
"Tumben sekali kau mencari ku. Ada apa?"
"Sarapan" ucap Kellan lalu berjalan begitu saja meninggalkan Kakeknya yang sedang menggerutu karena sikapnya.
__ADS_1
"Dasar cucu durhaka" gerutu Kakek Amar tapi tak ayal dirinya mengikuti langkah Kellan di belakangnya.
"Aku dengar kau mengajak kerja sama toko kue untuk menjadi supplier di hotel baru mu. Apa benar?" tanya Kakek Amar ketika sudah duduk di kursi meja makan
"Hm" Kellan
"Biasanya orang lain yang selalu mengajakmu kerja sama, tumben sekali" ucap Kakek Amar
"Apa salahnya?" tanya Kellan memasukan roti ke dalam mulutnya
"Tidak salah, aku hanya heran saja sejak kapan kau mau repot repot mengajak orang lain kerja sama" Kakek Amar menatap Kellan yang fokus dengan sarapannya
Kellan hanya mengangkat bahunya, sedangkan sang Kakek tengah tersenyum misterius menatap cucunya.
"Aku brangkat sekarang" pamit Kellan ketika sarapannya sudah selesai dan melihat Eliot yang sudah ada di depan
"Hm. Berhati hatilah" ucap Kakek Amar melihat kepergian Kellan
"Selamat pagi Tuan" sapa Eliot ketika melihat Kellan menghampiri dirinya.
Kellan tidak menjawab, dia langsung memasuki mobilnya yang sudah di bukakan oleh Eliot.
Seperti biasa tidak ada percakapan selama di perjalanan sampai mobilnya sudah terparkir di area tempat parkir perusahaannya dan itu sudah biasa bagi Eliot.
Eliot membukakan pintu mobil untuk Kellan. Dirinya keluar dari mobil lalu melangkahkan kakinya ke dalam gedung miliknya itu dan memasuki lift khusus.
Semua mata yang melihat kedatangan Kellan langsung menunduk. Mereka tidak berani menatap Kellan, walaupun mereka menatap dan mengagumi ketampanan Kellan tetap saja Kellan akan menghiraukannya.
Banyak dari karyawan Kellan yang mengagumi Kellan apalagi dari kalangan kaum hawa, tidak sedikit dari meraka selalu berangan angan untuk menjadi kekasihnya. Walau hanya kekasih satu malam pun mereka tidak akan menolak.
Bunyi lift terbuka. Kellan keluar dari dalam liftnya lalu berjalan menuju ruangannya, begitupun Eliot dirinya langsung pergi menuju ruangannya.
......................
Aqela memasuki tokonya dan karyawannya terlihat sudah memulai aktifitasnya melakukan pekerjaannya.
Aqela menuju ruangannya yang berada di lantai dua. Aqela membuka ruangannya lalu membuka blazernya dan menggantungnya di hanger.
Aqela mulai bekerja di depan laptopnya, dia teringat tentang bahan bahan kue yang hampir habis. Mungkin hari ini dirinya harus pergi ke toko langganannya untuk membeli bahan bahan kue.
Di saat Aqela sibuk dengan layar laptopnya, pintu ruang kerja Aqela terdengar di ketuk
Tok!
Tok!
"Masuk" Aqela menyuruh orang tersebut masuk
Risty membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan Aqela. Aqela mendongak
"Ada apa Ris? Tanya Aqela
"Itu Nona ada yang mau mengambil pesanan kue ulang tahun" Risty
__ADS_1
Aqela mengangguk, lalu langsung keluar dan Risty mengikutinya dari belakang tidak lupa menutup pintu ruangan Aqela.
"Nyonya?" panggil Aqela ketika sudah ada di bawah
"Saya mau mengambil pesanan kue ulang tahun anak saya Nona" jawab wanita tersebut ramah
"Ah iya tunggu sebentar saya ambilkan" Aqela mengambil kue tersebut di dalam showcase
"Ini Nona kue yang anda pesan" ucap Aqela menunjukan kue yang di pesan oleh wanita tersebut
Wanita tersebut melihat kue ulang tahun untuk anaknya.
"Bagaimana Nyonya, apa anda menyukainya?" tanya Aqela sedikit cemas
"Anak saya pasti menyukainya Nona, kue ini terlihat simple tidak terlalu rame namun terlihat elegan"
Aqela langsung tersenyum lebar memperlihatkan gigi gingsul nya.
"Terimakasih Nyonya jika anda puas dengan hasilnya. Kalau begitu saya akan membungkusnya" ucap Aqela lalu berjalan ke meja kasir untuk membungkus kue tersebut
Wanita itu mengikuti langkah Aqela dan menunggu kue itu selesai di bungkus.
"Berapa total semuanya?" tanya wanita tersebut
"450.000 Nyonya" ucap Aqela
Wanita tersebut mengeluarkan dompet tebalnya dari dalam tas, lalu mengambil beberapa lembar kertas berwarna merah dan menyerahkannya kepada Risty sebagai kasir
"Ini Nyonya sudah selesai saya bungkus" Aqela menyerahkan bungkusan kue tersebut.
"Terimakasih. Tidak usah di kembalian ambil saja sebagai tips dari saya" ucap Wanita tersebut ramah
"Terimakasih Nyonya" ucap Aqela dan Risty
"Sama sama. Mari" wanita tersebut keluar dari toko kue Aqela.
Setelah kepergian wanita tersebut Aqela meminta tolong kepada Risty untuk mengumpulkan para karyawannya karena akan memberikan jam kerja baru.
"Aku ingin memberitahukan kepada kalian, kalau jam kerja kita di perbarui. Masuk pukul 08.00 dan pulang pukul 19.30 apa kalian keberatan?" Tanya Aqela ketika mereka sudah berkumpul
Mereka semua menggeleng.
"Tenang saja gaji kalian akan saya naikan juga" ucap Aqela membuat para karyawannya tersenyum senang
"Baiklah karena semua sudah setuju kita mulai dari besok" Aqela
"Baik Nona" jawab mereka
"Kembalilah bekerja dan jangan lupa pesanan kita untuk hotel Tuan Kellan setiap harinya" Aqela tersenyum kepada karyawannya
"Baik Nona" jawab mereka semua sebelum melanjutkan pekerjaan mereka masing masing.
__ADS_1
#bersambung
Mohon dukungan kalian ya guys tinggalkan jejak kalian. Like dan komen, karena dukungan kalian membuatku bersemangat untuk update terus setiap harinya 🤍