
Seorang pria tampan yang sudah rapih dengan pakaiannya berjalan menuruni anak tangga. ternyata dirinya sudah di tunggu oleh pria tua yang selalu di panggil Kakek oleh dirinya.
"Selamat pagi cucuku" sapa sang Kakek yang menatapnya dengan wajah yang bahagia
Kellan mengangguk menjawab sapaan dari Kakeknya. Kellan melihat Kakeknya yang terlihat begitu bahagia menjadi penasaran ada apa pikirnya.
"Kenapa?" tanya Kellan ketika sudah duduk di meja makan
"Maksudmu?" jawab Kakek Amar yang tidak mengerti dengan pertanyaan Kellan.
Kellan menghela nafas sejenak lalu menatap sang Kakek
"Kakek terlihat bahagia" Kellan
"Aku setiap hari memang selalu seperti ini selalu tersenyum dan terlihat bahagia, memangnya dirimu yang tidak pernah tersenyum monoton sekali hidup mu" sindir Kakek Amar menatap cucu nya
Kellan tidak menanggapinya dia hanya lanjut memakan sarapannya, dan sesekali matanya melirik sang Kakek yang tidak berhenti tersenyum.
Kellan merasa ada yang janggal dengan senyuman Kakeknya.
Setelah selesai sarapan Eliot datang menghampiri Tuannya dan Kakek Amar yang belum selesai sarapan.
"Selamat pagi Tuan" sapa Eliot kepada Kellan
"Selamat pagi Tuan besar" sapa Eliot kepada Kakek Amar
Kellan tidak menjawab sapaan Eliot, Kellan langsung berdiri ketika sudah selesai sarapan dan pamit kepada Kakeknya.
"Aku berangkat" ucap Kellan lalu pergi meninggalkan Kakek Amar
Sebelum Eliot menyusul Kellan, Eliot sempat menatap Kakek Amar yang memberikan jempol dan mengedipkan sebelah mata kepadanya. Eliot membalas dengan senyuman tampannya lalu buru buru menyusul Kellan.
Melihat kepergian Kellan dan Eliot, Kakek Amar menghentikan sarapan paginya.
"Aku harus mencari tau sosok gadis seperti apa yang sudah membuat Kellan jatuh cinta" gumam Kakek Amar lalu pergi dan berjalan menuju kamarnya.
Semalam ketika Kellan terlihat begitu khawatir kepada gadis pengantar kue dan Eliot di tinggalkan sendiri, Eliot langsung menghubungi Kakek Amar untuk memberikan informasi tentang Kellan cucunya.
Tentu saja Kakek Amar begitu antusias saat mendengarkan cerita dari Eliot, sejak awal Kellan menyuruhnya untuk mencari tau informasi tentang Aqela sampai kejadian semalam yang di tinggalkan, Eliot memberitahukan semuanya.
Kakek Amar mendengarnya begitu bahagia, Cucunya yang kaku dan datar mengkhawatirkan seorang perempuan dan Kakek nya menyimpulkan bahwa Kellan jatuh cinta dengan perempuan yang bernama Aqela tersebut.
Kakeknya sangat mengenal betul mengenai cucunya yang kaku dan dingin terhadap perempuan. Contohnya saja Veronica, Kellan sudah berhubungan lama dengan Vero tapi sikap Kellan terhadap nya sama saja seperti perempuan pada umumnya. Dan yang membedakan Veronica disini dia sebagai teman Kellan.
Setelah mengetahui informasi tersebut Kakek Amar menjadi penasaran dengan gadis tersebut, dia ingin melihatnya dan memastikan sendiri bahwa cucunya tidak salah dalam memilih perempuan.
...----------------...
Seorang gadis cantik yang sudah duduk manis di temani pria yang dia sayangi yaitu Ayahnya sedang menunggu sarapan yang di buatkan oleh Kakak nya.
__ADS_1
"Terimakasih Kakak" ucap manis Aqela ketika Aiden menaruh piring makanan di depan Aqela
"Hm" Aiden hanya berdehem
"Dan ini untuk Ayah" ucap Aiden menaruh piring di depan meja Ayahnya
"Terimakasih Nak" Albian
Aiden mengangguk tersenyum, lalu duduk di kursinya.
"Ayah dengar kamu merekrut karyawan lagi" tanya Albian
"Hm iya Ayah, aku lupa bercerita" jawab Aqela cengengesan
Ayah hanya menggelengkan kepala
"Ingat pesan Ayah" Albian
"Siap Ayah, tenang saja Aqela akan mengingat pesan Ayah" ucap Aqela dengan menyuapkan sandwich terakhirnya lalu meminum segelas susunya.
"Qela, Ayah tidak melihat mobilmu di depan" tanya sang ayah
Aqela menepuk jidatnya dia baru ingat mobilnya semalam kehabisan bensin, mau menghubungi Kellan pun dia tidak punya no handphone nya.
"Aqela" panggil Aiden ketika Aqela malah melamun
"Ah iya Ka" Aqela langsung menatap Kakaknya
"Begini, semalam mobil Aqela kehabisan bensin di tengah jalan dan untungnya Tuan Kellan menolongku memberikan tumpangan untukku" Aqela menatap Ayah dan Kakaknya
"Tuan Kellan?" tanya Ayahnya mengerutkan kening
"Iya Tuan Kellan, Liceo Kellan Walker pemilik perusahaan Nagatama Sundayla" jawab Aqela
Albian dan Aiden terbelalak ketika mendengar nama marga Walker
"Kenapa?" tanya Aqela heran menatap Ayah dan Kakaknya
"Kau yakin dia yang menolong mu?" tanya Aiden
"Iya Kakak, Bahkan yang mengajak kerja sama aku juga Tuan Kellan" Aqela
Aqela memang bercerita dirinya di ajak bekerja sama tapi dirinya tidak memberitahukan siapa yang telah mengajaknya untuk bekerja sama.
Aiden dan Albian terdiam. Mereka tau tentang pria yang bernama Liceo Kellan Walker pria yang datar, dingin dan kaku, mereka tidak percaya bahwa seorang Liceo Kellan Walker mau menolong adiknya apalagi mengajak bekerja sama.
Hey siapa yang tidak tau tentang pria itu, semua penjuru di kota ini tau tentang perangai pria tersebut yang tidak mau berurusan atau terlibat dengan perempuan.
Aqela melihat Ayah dan Kakaknya terdiam langsung memanggil keduanya
__ADS_1
"Ayah, Kakak" panggil Aqela
Albian dan Aiden langsung mengalihkan pandangannya menatap Aqela.
"Ka aku ikut di mobilmu ya kita kan searah, mobilku semalam di urus sama sekretarisnya Tuan Kellan" ucap Aqela yang membuat kedua pria yang ada di hadapannya kembali terbelalak.
Aqela melihat kedua pria di hadapannya yang menatap Aqela seperti memelototi langsung saja Aqela berteriak
"AYAAAAAH, KAKAK!!!" teriak Aqela menyadarkan mereka.
"Ah iya kau boleh ikut di mobilku sebaiknya kita pergi sekarang" ucap Aiden lalu menatap sang Ayah yang tengah menatapnya juga
Sedangkan Aqela sudah cemberut melihat sikap aneh dari dua pria yang di sayanginya itu.
"Ayo" ajak Aiden
"Hm"
"Ayah kita berangkat duluan" pamit Aqela
"Ah iya hati hati, Aiden jangan ngebut ngebut" Albian
"Iya Ayah" Aiden
Aqela dan Aiden berangkat lebih dulu meninggalkan Ayahnya yang masih dirumah.
......................
Seorang pria tampan keluar dari mobil di ikuti oleh sekretaris di belakangnya. Mereka berjalan memasuki gedung, para karyawan yang melihat Atasannya memasuki gedung langsung menundukkan kepalanya.
Banyak di antara karyawan Kellan yang memuja dirinya, selalu mencuri curi pandang padanya di saat ada kesempatan tapi Kellan menghiraukan keberadaan mereka.
Kellan keluar dari lift dan berjalan untuk memasuki ruangannya
"Bagaimana dengan mobilnya?" Kellan
"Mobil" batin Eliot heran, seketika dirinya langsung teringat
"Ah iya mobil perempuan itu sudah saya amankan Tuan" ucap Eliot berjalan di belakang Kellan
Kellan berhenti lalu berbalik badan, otomatis Eliot berhenti mendadak untung saja dirinya bisa langsung menyeimbangkan badannya tidak jatuh tersungkur.
"Aqela. Nama dia, ingat itu" Kellan menatap tajam Eliot.
Eliot yang di tatap seperti itu oleh Kellan menelan salivanya kasar.
"Baik tuan maafkan saya" jawab Eliot menundukkan kepala
Kellan langsung berbalik dan meninggalkan Eliot yang masih menunduk. Kellan tidak suka ketika perempuan yang di cintainya tidak di hargai oleh orang orang di sekitarnya.
__ADS_1
#bersambung
Mohon dukungan kalian ya guys tinggalkan jejak kalian. Like dan komen, karena dukungan kalian membuatku bersemangat untuk update terus setiap harinya 🤍