
Seorang pria tampan yang mengenakan snelli putih sebagai ciri khasnya sebagai Dokter sedang memeriksa pasien terakhirnya yang cukup dekat dengannya. Dekat sebatas Dokter dan Pasien karena beberapa tahun ini yang menangani penyakit Rachel yaitu Dokter tampan ini.
"Kemajuan yang bagus Rachel, tapi kamu harus selalu rutin untuk chek up" ucap Dokter tampan tersebut tersenyum setelah memeriksanya
"Baik Dokter" jawab Rachel menatap wajah Dokter muda yang tampan di depannya
"Ini resep obat untukmu dan jangan sampai telat meminumnya" Dokter tampan menyerahkan kertas putih berupa resep obat untuk gadis muda itu tebus
"Baik Dok" ucap Rachel yang masih menatap Dokter muda didepannya
Dokter tersebut merasa heran kenapa tidak kunjung keluar dari ruangannya.
"Ada yang mau anda tanyakan lagi?" Dokter
Rachel menggelengkan kepalanya untuk menyadarkan dirinya
"Dok saya boleh bertanya?" tanya Rachel
Aiden mengangguk.
"Apa Dokter Aiden sudah memiliki kekasih?" tanya Rachel
Aiden di tanya seperti itu menaikan alis nya
sebelah tapi tak ayal Aiden menjawab pertanyaan dari Rachel
"Tidak" jawab Aiden
Sedangkan Rachel mendengar jawaban dari Aiden langsung senyum senyum sendiri
"Dok, Aku boleh jujur?" Rachel
"Tentu saja, katakan" ucap Aiden tersenyum ramah
Rachel melihat Dokter Aiden tersenyum merasakan kedua pipinya menghangat karena memerah.
"Aku menyukai Dokter" Rachel menatap Aiden dengan penuh harap
"Kau tidak salah mengatakannya?" tanya Aiden
Rachel menggeleng lemah ketika melihat ekspresi Aiden yang berubah datar.
"Maaf Rachel, tapi aku menganggap kau sebagai pasien ku tidak lebih" Aiden menatap Rachel merasa bersalah
Rachel mendengar penolakan halus dari Aiden langsung pergi. Malu dan sakit hati yang Rachel rasakan sekarang.
Aiden yang melihat kepergian Rachel menghela nafas panjang, tidak mau terlalu memikirkannya Aide melepas snelli dan menggantungnya di hanger.
Karena bukan sekali dua kali Aiden mendapatkan pernyataan cinta dari pasiennya tapi bisa dikatakan sering.
Aiden keluar dari ruangannya untuk menuju parkiran karena sudah jadwal dirinya untuk pulang dan beberapa perawat dan dokter yang berpapasan dengan dirinya menyapanya, tentu saja Aiden balik menyapa mereka dengan ramah.
Aiden bukan orang yang kaku, dingin atau cuek tapi Aiden sebaliknya. Orang yang humble, care dan pengertian cocok dengan profesinya yang dia geluti sekarang menjadi seorang Dokter.
Karena sifatnya itulah yang selalu membuat pasien salah paham.
...****************...
Aqela sekarang sudah berada di depan gedung pencakar langit yaitu perusahaan nya Kellan untuk mengantarkan pesanannya.
Bedanya sekarang Aqela di bantu membawakan box pesanannya Tuan Kellan oleh Security yang berjaga di depan gedung, sedangkan Aqela hanya mengikutinya dari belakang.
Aqela menuju Resepsionis terlebih dulu untuk menanyakan pesanan sudah datang dan mau di antar ke lantai berapa.
"Permisi, saya mau mengantarkan pesanan kue yang Tuan Kellan pesan kira kira di antar ke ruang rapat lagi atau langsung ke ruangannya?
"Mohon tunggu sebentar Nona saya akan menanyakannya dulu" ucap Resepsionis tersebut
__ADS_1
Aqela mengangguk
"Halo, Tuan ini ada pesanan kue dari.." Penjaga Resepsionis itu menatap Aqela untuk menanyakan kuenya dari mana
"Sweet Bakery" bisik Aqela dan Resepsionis itu mengangguk
"Dari Sweet Bakery, di antar ke ruang rapat apa keruangan Tuan Kellan, Tuan?" Tanya resepsionis
"Keruangan Tuan Kellan" ucap pria di sebrang telepon sana
"Baik Tuan" resepsionis itu menutup panggilannya.
"Nona Tuan Eliot menyuruh anda untuk langsung mengirimnya ke ruangan Tuan Kellan" Resepsionis menyampaikan pesannya
"Baiklah, Terimakasih" ucap Aqela tersenyum ramah
Aqela berbalik menatap Security yang membawa kue pesanannya.
"Biar saya saja pak, terimakasih sudah membantu membawakan kue saya" ucap Aqela lalu membuka box tersebut dan memberikan beberapa kotak kue untuk Security yang sudah membantunya.
"Terimakasih Nona, apa benar tidak perlu saya antarkan?" tanya Security tersebut
"Tidak usah pak, terimakasih" ucap Aqela dan pergi menuju lift yang kemaren dia naiki.
Aqela menaiki lift tersebut, lalu menurunkan dulu box kuenya sebentar untuk menekan tombol lift, setelah menekan tombol yang di tuju Aqela mengangkatnya kembali.
Ting ..
Aqela keluar dari lift dan langsung menuju ruangan Kellan. Aqela menurunkan kembali Box Kue tersebut lalu mengetuk ruangan Kellan.
"Kenapa tidak ada yang menyuruhnya masuk" batin Aqela
Dia mencoba mengetuk pintu kembali, sebelum mengetuk kembali pintu itu sudah terbuka dengan Kellan yang membukakannya.
"Tuan?" gumam Aqela
"Hm" Kellan
"Tuan biar saya saja" ucap Aqela memasuki ruangan Kellan
Dan Kellan sudah menaruhnya di atas meja sofa.
Aqela menatap Kellan yang sedang menatapnya.
Awkward itu yang Aqela rasakan setiap berdua dengan Kellan.
Kellan berbalik badan berjalan ke arah meja kerjanya dan memanggil Eliot untuk ke ruangannya.
"Eliot keruangan ku sekarang!" titah Kellan lalu memutus panggilan tanpa mendengar jawaban orang yang di panggilnya.
Tidak lama pintu di ketuk dan langsung dibuka
"Ada yang bisa saya bantu Tuan?" Eliot
"Hm, bagikan kue ini dan sisakan untukku beberapa kotak" Kellan masih setia menatap wajah cantik Aqela
"Baik Tuan" Eliot
Sebelum membawa kotak tersebut Eliot sudah menaruh beberapa kotak untuk Tuannya dan keluar dengan membawa box kue untuk di bagikan.
Karena tidak mau terlalu lama di sini Aqela langsung berpamitan kepada Kellan.
"Tuan, terimakasih atas orderannya saya akan kembali. Permisi" pamit Aqela berbalik badan
"Aku belum menyuruhmu untuk pergi" Kellan menghentikan niat Aqela untuk pergi
Aqela sudah memejamkan mata untuk tidak mengumpat. Aqela berbalik badan dengan menunjukan senyum manisnya kepada Kellan
__ADS_1
Sedangkan Kellan dalam hati tersenyum geli melihat senyum Aqela yang di paksakan.
"Ada apa lagi tuan, Aku rasa urusan kita sudah selesai" Aqela
"Aku ingin menawarkan kerja sama untukmu" ucap Kellan
"Kerja sama?" Aqela bingung
"Hm" Kellan
"Kerja sama apa?" tanya Aqela
Kellan tidak mau mengobrol dengan berdiri jadi dia memutari meja lalu duduk di single sofa, melihat itu Aqela pun ikut duduk didepan Kellan
"Aku mempunyai beberapa hotel, dan aku ingin kau menjadi supplier di hotelku" Kellan menatap Aqela
Aqela mengangguk mengerti.
"Berapa kue yang anda butuhkan dalam sehari?" Aqela
"500 untuk 1 hotel" Kellan
"Memangnya anda membutuhkan supplier untuk berapa hotel?" Aqela
"Aku membutuhkan untuk 2 hotel, dan itupun hotel baru yang aku buka" Kellan
Aqela diam memikirkan tawaran Kellan, beberapa menit tidak ada jawaban Kellan masih sabar menunggu. Ingat dia bukan orang yang sabar apa lagi mengenai bisnis tapi untuk perempuan yang ada di hadapannya pengecualian.
"Aku akan menjadi supplier hotel anda tapi hanya untuk 1 hotel, bagaimana?" Aqela
Aqela tidak mau mengambil resiko nanti kedepannya, Aqela pikir dirinya belum mampu untuk menghasilkan 1000 kue dalam kurun waktu satu hari.
"Tidak masalah" Kellan masih setia menatap Aqela
Sedangkan Aqela dirinya sedari tadi di tatap oleh Kellan sudah ingin cepat cepat pergi dari hadapan Kellan.
Aqela menyadari sejak dirinya masuk Kellan tidak mengalihkan pandangan dari dirinya. Jantung Aqela sungguh tidak aman kalau berhadapan dengan Kellan apalagi hanya berdua.
"Baik kalau begitu kita tinggal tanda tangan kontrak" Kellan
"Baiklah, apa perlu sekarang tanda tangan kontrak nya?" tanya Aqela
"Tidak, besok kau harus kembali kesini lagi?" titah Kellan
"lagi?" gumam Aqela lemas
"Kau keberatan bertemu denganku?" tanya Kellan sedikit tidak terima
"Bukan. Bukan seperti itu, baiklah besok aku akan datang kembali kesini setelah jam makan siang" ucap Aqela langsung menegakkan badannya dan tersenyum manis
"Hm"
"Kalau begitu saya pamit. Permisi tuan Walker" pamit Aqela dan meninggalkan ruangan Kellan.
Setelah kepergian Aqela Kellan tersenyum samar. Selangkah lebih dekat pikirnya.
......................
Aqela keluar dari lift dengan menundukkan kepala, dia sedang membalas chat dari sang Kakak yang menanyakan dirinya sudah makan siang atau belum.
Tanpa di sadari Aqela menabrak dada bidang seseorang.
Bruk ..
Aqela memegang keningnya dan mengusapnya, lalu dirinya mendongkak melihat orang yang tidak sengaja di tabrak nya.
"Orang orang ini?" batin Aqela
__ADS_1
#bersambung
Mohon dukungan kalian ya guys tinggalkan jejak kalian. Like dan komen, karena dukungan kalian membuatku bersemangat untuk update terus setiap harinya