
Enjoy~
.
.
Tidak sabar menunggu kabar dari Eliot, Kellan berniat mencarinya sendiri sebelum menuju pintu, pintu itu telah terbuka dan dia berharap yang membuka pintu itu sang kekasih.
"Hey bro" sapanya salah satu temannya
"Hay Kell, aku membawakan kopi untukmu" ucap salah satu teman perempuannya
Sedangkan satu lagi temannya dia tidak menyapanya dia malah langsung duduk di sofa yang sudah tersedia di ruangan kerja milik temannya itu.
Dia sudah hafal dengan sifat temannya yang cuek jadi menurutnya dia tidak perlu repot repot untuk menyapanya toh tidak akan pernah dia jawab.
Sang empu melihat kedatangan ke tiga temannya sempat menghela nafas pelan, dirinya kecewa dia kira yang datang membuka pintu itu kekasihnya ternyata ketiga temannya yang pasti akan membuat dirinya pusing.
"Kau hanya membawa satu kopi saja?" tanya Sam
"Tidak. Aku membelinya dua, satu untukku dan satu lagi untuk Kellan. Aku tidak tau kalau kalian akan datang juga"
Mendapat jawaban seperti itu membuat Sam mendelik lalu duduk menyusul temannya yang sudah duduk anteng di sofa.
"Kenapa masalah kopi saja kau ributkan? Aku bisa memesankan kopi sesukamu bila kau mau" pungkas Justin setelah Sam duduk di sofa
"Sudah lupakan aku sudah tidak berminat lagi"
"Sepertinya kau harus periksa kelamin Sam, aku meragukan jenis kelaminmu" celetuk Justin
"Maksudmu?" tanya Sam yang melotot menatap temannya
"Kau mudah sekali merajuk seperti perempuan"
"Sialan kau!" Sam melempar Justin menggunakan bantal sofa yang ada di dekatnya dengan keras, tidak terima dengan itu Justin membalas Sam dengan melemparkan kembali bantalnya.
Melihat hal itu Kellan memijat kedua pelipisnya, benarkan yang Kellan katakan kedatangan mereka membuat Kellan pusing.
Melihat Kellan yang merasa jengah dengan kelakuan kedua temannya, Veronica menghampirinya dengan membawa kopi yang sempat dia pesan tadi.
"Kopi untukmu" Vero menyerahkan kopi tersebut kepada Kellan
"Terimakasih" Kellan mengambil kopi tersebut
__ADS_1
Saat Vero akan membuka mulutnya untuk bersuara handphone Kellan berbunyi hal itu menjadi urung dan mengatupkan kembali
"Tuan Nona Aqela berada di rooftop, sepertinya dia ketiduran di sana dan.." ucapnya terpotong
"Ck! Ceroboh!" gumam Kellan pelan lalu mematikan sambungan teleponnya
Eliot yang ada di sebrang telepon sana kembali mengatur nafasnya agar tidak selalu mengumpati tuannya ketika lagi lagi panggilannya di putus sepihak saat dirinya belum sempat menyampaikan informasi semuanya yang dia lihat melalui cctv.
"Ada apa Kell?" tanya Veronica penasaran ketika mendengar Kellan sedikit mengumpat
"Aku keluar sebentar" jawab Kellan lalu menaruh kopi pemberian Veronica di meja kerjanya
"Kemana?" tanya Vero hendak menahan tangan Kellan tapi sayang Kellan langsung pergi begitu saja tanpa menjawab pertanyaan Veronica
Melihat Kellan pergi, kedua orang yang sedang beradu melempar bantal itu seketika berhenti.
"Kau mau kemana Kell?" teriak Sam melihat Kellan sudah mencapai pintu
Tidak ada jawaban dari temannya Sam berniat kembali bertanya, sebelum itu terjadi Veronica membuka suaranya.
"Mungkin ini ulah kalian membuat dia jengah dan tidak tahan dengan sikap kalian" jawab Vero ketus
"Kenapa jadi menyalahkan kami, dia saja yang terlalu serius" bela Justin yang tidak terima di salahkan
"Kenapa kau tidak mengikutinya saja" Justin menatap jengah Sam
"Kau benar, aku akan mengikutinya" Sam beranjak dari sana
"Terlambat!" ucap Justin dan Veronica bersamaan membuat langkah Sam terhenti dan berbalik menatap keduanya
"Kenapa?" tanyanya bingung
"Kellan sudah pergi, kau tidak akan menemukannya" pungkas Veronica lalu menghela nafas panjang
"Sudahlah Sam kita tunggu saja dia datang kembali, aku yakin Kellan tidak meninggalkan gedung ini"
"Kenapa kau begitu yakin?" tanya Sam kembali duduk di dekat Justin
"Ini masih jam Kerja, Kellan tidak mungkin meninggalkan gedung ini apa lagi pekerjaannya yang masih menumpuk di mejanya" ucap Justin lalu menunjuk ke arah meja yang terdapat beberapa dokumen
Kedua orang itu mengikuti telunjuk Justin yang mengarah ke meja kerja milik Kellan
"Kau benar" ucap Veronica dan Sam bersamaan
__ADS_1
.
.
Ting
Sesampainya di rooftop Kellan mengedarkan mata tajamnya mencari kekasihnya. Kellan mengeraskan rahangnya dan mengepalkan kedua tangannya ketika melihat tidak hanya ada Aqela di sana. Kellan langsung menghampirinya dengan langkah lebar.
"Lancang!" suara berat membuyarkan lamunan pria yang tengah menatap Aqela yang tertidur
Pria itu mendongak melihat pemilik suara tersebut
"Ternyata anda Tuan Walker" ucapnya santai lalu berdiri
Sedangkan Kellan menatap pria tersebut tajam.
"Untuk apa kau kemari?" tanya Kellan tidak ada keramahan di setiap kalimatnya
"Anda lupa? Hari ini kita mengadakan rapat" tanyanya
"****!" umpatnya dalam hati
"Sedang apa kau di sini? Ruang rapat bukan disini" tanya Kellan memicingkan matanya menatap rekan bisnisnya yang tengah menatap seorang gadis yang tertidur
"Karena rapat di mulai beberapa jam lagi aku mencari udara segar, dan aku teringat perusahaan anda memiliki rooftop yang nyaman untuk di singgahi dan aku tidak menyangka akan mendapatkan pemandangan yang lebih indah disini" ucapnya tanpa takut menatap Aqela yang tengah tertidur pulas
"Jaga matamu!" titah Kellan lalu menutupi wajah Aqela dengan badannya agar pria yang ada di depannya tidak terus menatap kekasihnya.
"Apa dia kekasih anda?" tanyanya membuat penasaran dengan perlakuan Kellan terhadap perempuan yang sedang tertidur itu
Kellan tidak menjawabnya dia berbalik lalu menatap kekasihnya yang masih betah menutup mata lalu menggendongnya ala bridal style
"Kau benar benar ceroboh" batinnya menatap Aqela
"Sekali lagi kau menatap kekasihku dengan pandangan seperti tadi aku tidak akan mengampuni mu tuan Martin" Kellan memperingati dengan menatapnya tajam
"Maafkan saya Tuan Walker, terimakasih sudah memperingatkan ku" ucapnya menundukkan kepala
Tanpa menjawabnya Kellan menghiraukan dan meninggalkan kliennya yang sudah lancang terhadap kekasihnya.
"Kekasih? Wah sebuah berita besar seorang pria Workaholic memiliki kekasih" ucap Martin tersenyum smirk menatap kepergian Kellan
Martin Fernandes dia rekan bisnis Kellan yang bisa terbilang sudah cukup lama menjalin hubungan kerja sama dengan Kellan.
__ADS_1
Dia tidak bodoh untuk berurusan dengan seorang Kellan apalagi sampai menyinggungnya. Dia hanya senang saja ketika menjahili teman bisnisnya itu yang terlalu kaku dan datar.