Assalamualaikum Lelaki Pilihan

Assalamualaikum Lelaki Pilihan
Bab 10


__ADS_3

"Halo readers, terimakasih sudah mampir ke novel aku, author harap kalian sempatkan kasih like, komen dan vote ya, biar author makin rajin dan semangat buat novel nya, thanks"


"Mas adit sarapan apa ya" batin icha sambil menyantap sarapan nya. Pagi itu entah terkena angin apa icha kepikiran suaminya.


"Mungkin karna banyak pertanyaan kenapa aku tidak tinggal dengan mas adit makanya sekarang aku kepikiran" ia berbicara dengan dirinya sendiri. Akhirnya ia berinisiatif untuk menelepon suaminya.


"Kok tidak diangkat ya" icha mengulangi panggilanya hingga 3x namun adit tetap saja tidak mengangkat telp darinya.


Icha berjalan maju mundur sambil memandang ke langit langit memikirkan suatu ide.


"Aha aku tau" ia menggambil sandal jepit bewarna hitam lalu ia masukan kedalam tas ransel nya. Icha bersiap siap untuk pergi. Ketika sedang mengawasi orang untuk membersihkan rumah adit, sepatu kets icha robek dan terbuka dibagian bawah sehingga ia meminjam sandal hitam yang ada diteras adit.


Kini icha punya alasan kerumah adit untuk mengembalikan sandal itu, padahal icha memang ingin melihat adit, perasaan nya sedang tidak enak saat itu. Icha melajukan motor nya menuju rumah adit. Kira kira 30 menitan akhirnya ia sampai. Icha melihat rumah adit yang sangat sepi.


"Apa mas adit tidak ada dirumah"gumam nya.


Icha pun langsung masuk kedalam rumah itu.namun ia tidak melihat adit di ruang tamu, dapur maupun halaman belakang.


"Mas adit, mas dirumah?" Panggil icha namun tidak ad yang menjawab. "Apa di kamar ya" icha ingin masuk namun tidak berani, tapi ia penasaran dan akhirnya membuka kamar itu.


Icha melihat adit tidur meringkuk dengan selimut nya. "Hmm jam segini masih tidur" icha mendekatkan dirinya kearah tempat tidur adit.

__ADS_1


"Mas adit" panggil icha, namun adit tidak merespon suara icha. Icha melihat wajah suaminya yang pucat, ada sedikit kekawatiran dalam diri icha. Ia mendekat dan duduk di tempat tidur adit. Icha memeriksa suhu tubuh adit.


"Ya allah mas adit kok panas sekali" kata icha setelah menyentuh dahi adit.


"Mas, mas adit bangun. Maas" icha menggoyang kan tubuh adit, namun tidak ada reaksi.


"Aku panggilin ambulan"kata icha panik dan beranjak dari duduk nya. Namun ternyata tangan adit menghalangi tangan icha, adit menggenggam tangan nya.


"Mas adit sudah bangun? Kita kerumah sakit ya" kata icha


" tidak usah, aku butuh istirahat saja" katanya lirih sekali sampai icha hampir tidak dapat mendengar nya.


"Yaudah tunggu bentar ya. Q ke dapur dulu" icha pergi menuju dapur. Ia memasak air hangat untuk adit kemudian ia mengambil handuk kecil. Icha mengompres dahi adit dengan air hangat.


Adit tertidur kembali dan icha kembali kedapur untuk membuat bubur. "Gimana ya cara membuat bubur" icha berbicara dengan dirinya sendiri.


"Aha... nonton youtub aja" kata icha lalu menyiapkan bahan bahan nya. Sekitar 1 jam bubur buat adit sudah jadi. Icha kembali ke kamar untuk menyuapi adit.


"Mas adit udah siuman?" Icha masuk dengan bubur buatanya.


"Aku kan tidak pingsan"sanggah adit lalu melepas kompres di dahinya.

__ADS_1


"Sudah turun panas nya. Sekarang makan ya" kata icha.


"Pesanin aku omeprazole" pinta adit


"Loh mas adit tidak mau makan bubur buatan ku? Sekarang makan apa yang ada aja, nanti aku pesenin omelet atau ome apa itu tadi" jawab icha polos sambil mengarahkan sendok ke mulut adit.


"Itu obat oneng bukan makanan. Pesanin q online biar diantar kesini. Omeprazole" adit mengulangi kata katanya.


"Oh obat, ya mana icha tau. Kan icha bukan dokter. Kirain omelet." Lalu icha memesan obat yang diminta suaminya.


"Udah, sekarang mas adit makan dulu ya icha suapin" senyum nya saat itu begitu tulus.


Uhuk...uhuuuk.


"Mas adit kenapa?" Icha memberikan minuman ke adit.


"Tidak apa apa kok" sebenarnya karena bubur icha terasa sangat asin, tapi adit tau istrinya telah berusaha membuatkan bubur untuk nya walau rasanya sangat asin, adit tetap memakan seolah bubur itu enak.


"Nah gitu dong habis. Enak ya bubur buatan icha" adit tersenyum dan mengangguk. Kemudian icha pergi kedapur untuk mencuci piring.


Uhuk ... uhuk "enak gimana, garam 1 bungkus dimasukin semua kali ya" adit menggeleng gelengkan kepalanya lalu ia merebahkan diri dikasur. Kepalanya masih terasa berat.

__ADS_1


__ADS_2