Assalamualaikum Lelaki Pilihan

Assalamualaikum Lelaki Pilihan
Bab 60


__ADS_3

"Kamu" Kata icha dan ari secara bersamaan. Mata mereka saling bertaut, kenapa juga jadi secanggung ini, mungkin lain ceritanya jika icha bukanlah istri dari sepupunya.


Icha menundukkan kepala, ari menoleh ke kiri memandang ke segala arah untuk mengendalikan rasa groginya.


Icha mengangkat kepalanya, melihat kearah ari yang kini pandanganya menuju ke sudut ruangan.


"Kamu sudah lama disurabaya?" Tanya icha kemudian yang membuyarkan lamunan ari. Ari kembali memandang kearah icha.


"Sudah sekitar 2 bulan sih, kalau mama baru 2 minggu lalu, kamu sudah lama menikah sama mas adit?" Tanya ari.


"Hampir 1 tahun sih mas" Ucap icha, ia melihat ari tersenyum. Dari sekian banyak laki laki kenapa harus ari yang menjadi sepupu adit. Dunia ini begitu sempit batin icha


"Dulu aku sempat dengar sih dari mama kalau mas adit nikah, tapi nggak bilang kapan nikahnya. aku seneng cha kamu nikahnya sama mas adit. Dia laki laki yang luar biasa" Ucap ari dengan senyumannya.


Walau bagaimanapun, ia menyadari bahwa adit adalah sosok laki laki yang baik, icha sangat pantas mendapatkan adit. Namun kenapa ada rasa sedih dihati ari. Icha adalah mantan terindah nya, ia layak sekali untuk diperjuangkan. Andaikan dulu ia tidak pindah keluar negeri, mungkin saat ini ia lah yang menjadi suaminya, yaaah semua terasa lebih cantik dan lebih indah ketika sudah bukan milik kita, batin ari.


"Iya mas, aku beruntung banget ya dapat mas adit yang sabar banget. Lucu dan nerima aku yang kayak gini loh" Ucap icha sambil tertawa kecil.


"Kayak gini gimana? Kamu kan luar biasa juga" Ucap ari, ia paham sekali bagaimana icha. Seorang perempuan yang telaten ulet dan pekerja keras, terlebih dia adalah sosok penyayang.


"Mas rasyad kan tau aku ceroboh, nggak bisa masak, pelupa juga. L tapi alhamdulilah aku beruntung dapat suami seperti mas adit" Kata icha. Ari juga masih ingat betul bahwa icha tidak pandai memasak, ceroboh dan pelupa? Tidak dipungkiri, arilah yang selalu jadi pengingatnya. Tapi semua itu tertutupi dengan semua kebaikan yang ada pada diri icha.


"Kalian saling beruntung. Rumah tangga kan memang saling melengkapi cha. Aku harap kalian selalu bahagia" Ucap ari tersenyum


"Aamiin. Makasih mas, ku doakan juga kamu segera bertemu jodohmu" Ucap icha


"Aamiin. Panggil nama aja. Kamu kan menikah sama masku. Berarti aku yang panggil kamu mbak yah?" Tanya ari. Icha pun memicingkan matanya.


"Jangan dong. Panggil icha aja. Aneh kalau mbak. Ok. Aku panggil rasyad apa ari dong?" Tanya icha binggung, karena ia terbiasa memanggilnya rasyad sedangkan dikeluarga ia dipanggil dengan sebutan ari.


"Rasyad juga nggak papa cha. Kan kalau temen temen kenalnya rasyad, senyamannya icha aja" Icha mengangguk.


Suasana hening kembali, ari pernah punya angan angan saat akan kembali ke indonesia, ia berharap bisa bertemu dengan icha, ia akan mengejar icha kembali jika icha masih sendiri, namun jika icha sudah bersama yang lain ia akan move on.


Setidaknya ia bahagia melihat icha mendapatkan adit yang pasti sepupunya dapat diandalkan untuk membahagiakan icha.


"Heeyy kalian kenapa diem dieman seperti orang lagi marahan aja sih" Ucap tante desy yang tiba tiba muncul, tante desy melihat icha yang bermain ponsel begitupun dengan ari.


"Mama, sudah selesai ma?" Tanya ari, tante desy duduk disebelah ari.

__ADS_1


"Sudah, semua tamu juga sudah pulang. Mama juga mau pulang deh sepertinya" Kata tante desy.


"Biar ari yang anter ma" Ucap ari.


"Yasudah, kita pulang sekarang cha?" Tanya tante desy, ari dan tante desy menatap kompak kearah icha.


"Iya tante boleh" Ucap icha. Mereka kemudian keluar dari kantor tersebut, mengikuti ari yang menuju ke mobilnya. Tante desy duduk di samping ari sedangkan icha duduk di belakang.


"Alamat rumah icha di rumah mas adit di jalan Flower itu kan?" Tanya ari. Ia memandang icha melalui spion mobilnya


"Ya iya dong sayang. Ya masak icha sama adit rumahnya beda. Kan udah nikah" Ucap tante desy sambil tertawa, icha pun juga sontak tertawa.


"Ya maksud ari kan memastikan alamat mereka. Ya siapa tau sudah pindah rumah kan ma" Jelas ari. Mamanya ini memang selalu usil pada anaknya


"Masih kok mas rasyad" Kata icha kemudian.


"Tunggu, kok icha manggilnya mas rasyad? Memang nya temen nya ari" Tanya tante desy sampai menengok kearah icha, icha yang ditanya begitu jadi gelagapan dan melihat ari lewat spion mobil, ari yang mengetahui itu langsung menjawab mamanya.


"Oooh iya ari lupa. Icha ini adek kelas ari waktu kuliah ma. Dulu sempat ketemu di BEM gitu" Ucap ari, ichapun mengangguk dan tersenyum juga.


"Oya? Kebetulan sekali ya. Ari nih kurang gercep berarti. Dulu ketemu cewek cantik kayak icha malah dianggurin" Ucap tante desy, ari tiba tiba batuk sambil melirik kearah icha dari spion mobilnya, ia ingin tahu bagaimana ekspresi icha.


"Bercandaa, kok tegang gitu sih mukanya. Cha nanti kalau ada temen kamu ya, kenalin sama ari. Biar tante cepet punya mantu" Ucap tante desy memecah ketegangan.


"Siap tante. Tapi pasti banyak deh yang akan ngejar ngejar mas ari" Icha mencoba membaur dengan suasana.


"Ari ini tidak suka dikejar, nggak ada tantangan katanya" Tutur tante desy gemas.


"Sudah sampai, dan sudah ya ngomongin jodoh aku" Kata ari. Ia berhenti tepat di depan pagar rumah icha dan adit.


"Kalau gitu mampir dulu yuk, pasti sudah lama tidak kesini kan?" Ucap icha menawarkan.


"Tidak sayang, tante ingin rebahan aja deh dirumah. Lain kali ya tante mampir." Ucap tante desy.


Icha akhirnya pamit, ia melambaikan tangan pada tante desy dan ari.


"Daah chaaa" Tante desy melambaikan tangan kepada icha. Icha segera masuk kedalam rumah. Tidak lupa pula ia memberi kabar kepada adit bahwa ia telah sampai dirumah.


***

__ADS_1


Adit memandang istrinya yang masih terlelap dalam tidurnya. Ia membelai rambut icha lalu sesekali mengecup kening nya. Icha yang merasakan ada yang menyentuhnya kemudian membuka matanya secara perlahan


"Selamat pagi istriku" Ucap adit. Icha menggeliatkan badannya tersenyum lalu memeluk suaminya.


"Pagi mas adit, kemarin nggak bagunin aku pas mas adit pulang" Ucap icha masih memeluk manja pada suaminya.


"Kamu terlihat lelap sekali kemarin, nggak tega bangunin kamu" Kata adit masih memainkan rambut istrinya.


"Sudah selesai adzan ya, kita shalat yuk mas" Ucap icha, Mereka segera wudhu dan melaksanakan shalat berjamaah,


Selesai shalat icha menyiapkan sarapan untuk suaminya. Kali ini ia membuat tumis wortel, jagung muda buncis dan diberi sosis. Ia memasak sambil membuka youtube. Icha sangat ingin bisa memasak, ia tidak enak kalau adit yang selalu memasakkan untuknya.


"Mas adit coba ya" Kata icha sambil menyuapkan sedikit tumis pada suaminya.


"Emmm. Kurang garam. Sini aku bantu ya" Adit mengajari icha memberikan perbandingan bumbu.


"Iya jadi enak ya" Kata icha. Bagaimanapun memang suaminya ini jago sekali memasak, kemudian icha membuat telur goreng.


"Makasih ya mas, mau bantuin aku. Maaf ya kalau masakan icha nggak enak. Icha akan lebih rajin belajar masak" Ucap icha. Ia mengambilkan makanan untuk suaminya.


"Its okay. Aku nggak nuntut kamu bisa masak kok. Aku kan juga nggak bisa benerin perabotan yang rusak, nggak bisa setrika, nggak bisa banyak hal juga kan." Kata adit.


Baginya, istri itu bukan pembantu yang harus bisa masak dan membersihkan rumah. Pekerjaan rumah adalah urusan berdua, lagian istrinya itu juga wanita karir. Buat adit, melihat istrinya bahagia itu sudah cukup.


"Oya mas. Setelah makan aku mau ngobrol sesuatu" Ucap icha, ia mengambil makanan untuk dirinya sendiri.


Adit memicingkan matanya, menatap tajam kearah istrinya.


"Bicara sekarang" Ucap adit. Ia meletakkan sendoknya kembali tangannya dilipat didepan dada.


"Loh makan saja dulu mas" Ucap icha. Kemudian ia memasukan makanan kedalam mulut nya.


"Aku nggak suka sesuatu yang ditunda. Jangan buat aku penasaran, ayo cepat katakan kamu mau bicara apa" Ucap adit.


Icha meletakkan sendoknya, ia kemudian memandang suaminya lekat lekat. Ia menghembuskan nafas panjang, adit menunggu dengan tidak sabar nya.


"Sayaaang" Adit tidak suka sesuatu yang membuatnya penasaran.


"Iya, jadi mas sebenernya aku......"

__ADS_1


__ADS_2