
"Apa aku buang saja benda jelek ini, sepertinya sudah tidak penting" Ucap nya sambil membolak balikan benda itu yang tak lain adalah sebuah buku note berukuran A5 dengan cover bewarna pink bergambar cartoon.
Renata membuka note tersebut, ia mengingat ingat saat ia masih kuliah dulu. Dari dulu ia memang selalu iri dengan icha, mereka mengikuti BEM bersama sama, namun kesederhanaan icha membuat semua orang menyukainya. renata menyukai seorang kakak tingkat bernama rasyad, seorang mantan ketua BEM yang berparas ganteng, berbadan atletis karena ia salah satu atlet basket terbaik.
Renata tidak pernah mengakuinya kepada icha, ia hanya mengagumi dalam diam. Saat ia bertekad ingin mengakui perasaanya pada rasyad, sesuatu yang tidak terduga terjadi.
Renata melihat sebuah note di meja ruang rapat BEM, ia tahu betul itu adalah punya sahabatnya. Renata mengambil note tersebut. Ia membuka buka note tersebut, tidak ada yang spesial di dalam nya, ia pun berniat akan mengembalikannya pada icha. hingga ia menemukan kenyataan pahit dari note tersebut, ada kertas terselip di tengah tengah note yang di tempel oleh icha, kertas tersebut bewarna berbeda, ada sebuah tulisan disana.
Renata mengamati tulisan tersebut, sebuah puisi indah yang ditujukan pada icha, ia melihat tulisan diakhir puisi tersebut,
"Rasyad Attari" Ia terkejud melihatnya, jadi selama ini rasyad menyukai icha, bukan dirinya. Bahkan ia dibuat terkejud saat melihat halaman lainya ia menemukan foto icha dan rasyad tersenyum bahagia. Jadi laki laki yang sering dibicarakan oleh icha selama ini adalah rasyad, ia belum memberitahukan kepada sahabat sahabatnya siapa laki laki yang tengah mendekatinya, icha mengatakan itu kejutan. Benar saja, itu semua memang kejutan untuk renata. Matanya memerah, dadanya sangat sesak. Selama ini ia sudah menahan perasaannya pada rasyad namun ternyata icha lagi yang beruntung mendapatkan laki laki yang renata cintai. Kenapa harus icha batin nya.
Ia disukai banyak kakak tingkat, disukai dosen dosen karena dia berprestasi, sedangkan renata selalu merasa menjadi yang ke 2 dibelakang icha. Ia tidak terima kalau masalah laki laki ia kalah lagi. Air matanya mengalir. Ia tidak mau mengembalikan note tersebut pada icha. Ia akan menyimpannya agar bisa membalas icha.
3 hari kemudian icha bercerita kepada renata dan gina kalau ia telah resmi berpacaran dengan rasyad Hal tersebut membuat renata makin marah namun ia belum berani bertindak. Ia mengepalkan tangan nya. Suatu hari ia akan merebut yang icha sayang.
Renata tetap bersikap biasa pada sahabatnya, seolah bahagia dengan hubungan icha dan rasyad. Hubungan icha dan rasyad berakhir tahun setelahnya, saat rasyad memutuskan untuk melanjutkan S2 di luar negeri dan akan menetap disana mengikuti kedua orang tuanya. Icha dan rasyad memutuskan untuk mengakiri hubungan mereka.
2 tahun setelah putus dari rasyad, icha mengenal seorang laki laki yaitu doni. Ia mengenalnya saat melamar di pabrik kimia di sidoarjo yang ternyata adalah anak pemilik pabrik tersebut.
Renata mengingat saat pertama kali ia diperkenalkan dengan doni.
Flash back 6th yang lalu saat mereka berumur 22 tahun. Icha mengenalkan doni pada kedua sahabatnya.
"Heeey, kalian sudah nunggu lama ya?" Kata icha sambil duduk dihadapan kedua sahabatnya itu, mereka terbiasa hangout bersama untuk menonton film.
Brbh
"Heei cha, dari mana aja sih kamu. Lama banget" Ucap renata,
"Tau nih, jadi suka telat aja kalau lagi nongki" Sahut gina.
"Maaf maaf, aku soalnya tadi masih nunggu doni. Duduk sini don" Ucap icha mempersilahkan doni untuk duduk disampingnya.
"Kenalin guys, ini doni, yang sering aku ceritain sama kalian" Kata ichaaa.
Gina dan renata menatap doni bersamaan. Mereka saling berbisik.
"Doni" Ia menyalami tangan gina.
"Gina syantik dan imyut" Kata gina dengan ekspresi kas nya
"Doni" Kata doni sambil menyalami tangan renata.
__ADS_1
"Renata" Renata terkesima pada pandangan pertama, jantungnya berdetak kencang, ia merasakan rasa yang sama seperti saat ia melihat rasyad. Ia menatap doni dengan hati berbinarcz.
"Kalian sudah jadian ya" Tanya gina dengan menunjuk icha dan doni bergantian. Icha menggaruk kepalanya sambil tersenyum malu
"Nggak perlu ditanya gitu deh gin. Kalau udah dikenalin gini kan pasti udah launching" Kata renata tersenyum. Untuk kedua kali ia merasa kalah dari icha. Kali ini ia merasa akan memperjuangkan cintanya. Ia merasa jauh lebih cantik dari icha seharusnya ia bisa mendapatkan laki laki yang ia mau.
Renata mengerjab. Ia tersadar dari lamunan masa lalu nya. Ia meletakkan kembali note tersebut kedalam laci kamar dan ia pergi untuk tidur karena hari ini ia akan dinas malam kembali.
***
"Terus gimana gin?kamu terima kan ajakan rangga?" Tanya icha, setelah gina menceritakan kalau rangga mengajaknya saling mengenal lebih dekat.
"Mau banget lah cha, tapiiii" Dari ekspresi bahagia berubah jadi muram.
"Tapi apa sih?" Tanya icha bingung. Icha menyeruput es coklat nya sambil memandang sahabat nya.
"Kamu nggak papa kan kalau aku kencan sama renggo" Icha tiba tiba tersedak mendengar ucapan gina,.
"Uhuk...uhuuuk... Hmmmm gini ya gin, rangga renggomu itu tidak ada urusanya sama aku. Aku sudah bahagia sama mas adit. Bantulah rangga melupakanku" Ucap icha. Rangga sering dipanggil dengan sebutan renggo juga.
"Makasih ya cha, ya semoga dengan pengenalan ini, jika renggo jodohku semoga lancar dan dia menerimaku dengan apa adanya, tapi kalau memang bukan, semoga dimantapkan hatiku untuk tidak menyukainya" Ucap gina.
"Aku mendukung mu" Ucap icha menyemangati sahabatnya.
"Kamu dijemput dr.adit jam berapa?" Tanya gina. Pulang kerja icha berpamitan kepada adit untuk menonton film dibioskop, setelah selesai nonton, mereka makan malam di cafe didalam mall sambil menunggu adit datang.
"Iya. Kamu nunggu di lobby kan? Sekalian turun sama aku" Ucap gina. Icha mengangguk.
10 menit kemudian mereka keluar dari cafe itu, icha menuju lobby sedangkan gina turun lagi menuju ke tempat parkir sepeda motor.
"Hati hati ya gin" Ucap icha sambil melambaikan tangannya.
"Iya aku duluan ya" Mereka berpisah disana.
Icha duduk di tempat duduk menunggu kedatangan adit. Ia memandang sekitar, jam segini masih banyak muda mudi yang baru datang ke mall. Sampai pandanganya tertuju pada seorang lelaki yang tengah menunggu taxi online, ia berdiri sambil memainkan ponselnya, laki laki dengan perawakan tinggi, memakai celana jins biru dengan kaos hitam panjang memakai jam di tangan kirinya.
"Itu kannnn....." Tutur icha, ia mengamati laki laki yang bisa ia lihat dari bagian samping saja. Ia berdiri hendak memastikan laki laki tersebut, namun ponselnya tiba tiba berdering.
Trinnnngggh.
"Halo assalamualaikuk mas" Kata icha
"Oh oke. Aku sudah di depan ini. Oke aku tunggu ya" Kata icha, ia mematikan ponselnya dan menoleh kearah laki laki yang sebelumnya ia amati, ternyata ia sudah masuk kedalam taxi online.
__ADS_1
"Mungkin aku salah lihat" Ucap icha kemudian. Ia duduk lagi di kursi tunggu menunggu suaminya yang perjalanan menjemput icha.
Tidak lama kemudian ponselnya berbunyi kembali, panggilan dari adit, icha menoleh ke kanan, ia tersenyum dikala menemukan mobil suaminya, icha tidak mengangkat ponselnya ia langsung menghampiri mobil adit.
"Assalamualaikum suamiku" Kata icha saat ia masuk kedalam mobil adit.
"Waalaikum salam cha cha maricha hey hey" Kata adit.
"Ya ampuun, padahal aku sudah sweet banget loh panggil nya. Malah dibales cha cha maricha. Itu kan terusanya cha cha maricha ada di kandang ayam gitu kan" Kata icha sambil menyanyikan lagu cha cha maricha dan mengenakan sabuk pengamannya.
"Ha..ha..ha... Kok tau sih. Kalau ini cha cha si icha ada di kandang macan" Kata adit.
"Mas adit macan?" Tanya icha
"Iya, soalnya aku suka memangsamu" Ucapnya sambil melirik istrinya dengan tatapan mengerikan.
"Hmm. Kann mulai..." Kata icha
"Langsung pulang? Atau ada yang mau dibeli?" Tanya adit
"Langsung aja. Aku udah gerah banget pengen mandi" Ucap icha. Adit mengangguk.
"Mas adit punya tissu ngga di mobil?" Tanya icha, ia mencari cari tisu di sekitarnya.
"Ada di belakang" Ucap adit. Ia fokus menyetir mobil.
Icha menengok kebelakang, benar saja ada tissu di belakang, ia mengambil beberapa helai, kemudiam matanya tertuju pada kantong kresek bewarna putih di samping tissu tersebut.
"Mas adit beli apa mas" Tanya icha. Ia meraih kantong kresek tersebut.
"Beli apa sih? Nggak beli apa apa perasaan" Ucap adit. Ia tidak memperhatikan apa yang sedang dibuka oleh istrinya.
"Ini tepak makan siapa mas?" Ucap icha. Seketika bagai disambar petir untuk adit. Ia lupa jika ia meletakkan kotak makan renata dibelakang. Ia tidak sempat mencucinya tadi, makanya ia bawa pulang untuk dicuci dirumah tanpa sepengetahuan istrinya.
"Ooh itu" Adit menghentikan kata katanya pura pura fokus pada kemudinya padahal ia sedang mencari alasan.
"Itu, tadi temenku kasih aku tester catering gitu. Dia mau buka catering katanya. Makanya aku dikasih tester" Ucap adit mencoba untuk tidak berbohong pada istrinya.
"Oooh, jadi semua nya di kasih kotak makan gini mas?" Tanya icha sambil mengamati kotak makan tersebut.
"Giliran deh sayang. Besok dia bawa lagi buat temen2 lain. Tapi ya kotak nya dibalikin dong yang, bangkrut kali dikasih sekotak makannya" Kata adit mencoba mencairkan suasana.
"He..he.. Iya juga ya mas" Icha tertawa kecil.
__ADS_1
"Besok biar aku cuciin" Ucap icha tulus. Adit menghela nafas panjang. Ia tidak mau istrinya cemburu dan marah hanya karena bekal makan siang.
"heyyy readers, jangan lupa like, komen dan kasih bintang 5 nya ya. Oya jgn lupa follow ig q @lintang_andari ya. akan ad give away. Thanks"