Assalamualaikum Lelaki Pilihan

Assalamualaikum Lelaki Pilihan
Bab 44


__ADS_3

"Enggak paaak" bentak icha kepada penjual balon dan seketika ia menutupi mulut nya dengan kedua tangan nya karena terkejut.


Penjual balon tersenyum padanya, icha membaca tulisan pada balon tersebut, huruf I di balon pertama, kata love di balon ke kedua dan kata you di balon ke tiga. Ia membawa ketiga balon itu di tangan kirinya, sedangkan tangan kanan nya memegang ice cream.


Icha memandangi wajah penjual balon tersebut yang tak lain adalah suaminya, wajah nya bersemu memerah dan terus menatap kagum pada adit.


"Keburu leleh lo ice cream nya" kata adit sambil tersenyum manis, wajah icha memerah malu. Sebelum nya ia jengkel dengan suami cuek nya, kini ia menjadi terpesona dibuat nya.


Adit memang tidak mudah ditebak, ia selalu memiliki cara cara sederhana yang istimewa buat icha. Dengan malu malu icha mengambil ice cream yang sedari tadi disodorkan kearah nya.


"Trimakasih mas adit, kok bawa balon segala sih" kata icha salah tingkah saat menerima ice cream dari tangan adit


"Biasanya anak kecil kalo dikasih balon ngambek nya ilang" ucap adit polos, membuat icha memanyunkan bibirnya. Adit tertawa renyah


"Aku kan bukan anak kecil..huhhh" ucap icha namun terdengar sangat manja


"Iya, kamu istri kecil ku. Hehe. Habisin gih" kata adit sambil duduk disebelah icha, adit memperhatikan wajah istrinya yang sudah sumringah. Ia menjilat jilat ice cream itu sampai pipinya juga belepotan layak nya anak yang masih kecil.

__ADS_1


Adit tersenyum kecil, terkadang icha bisa sangat dewasa tapi dilain sisi dia seperti anak kecil yang selalu ingin dimanja, tapi ia bersyukur, semuq sisi pada istrinya selalu membuatnya bahagia


"Mas adit mau?" Tanya icha. Menyodorkan ice cream kearah adit


"Enggak kok. Habisin" kata adit dengan senyuman yang sangat mendebarkan hati siapapun yang melihatnya


Mungkin sekitar setengah jam mereka bercengkrama di taman itu, kemudian mereka kembali pulang. Icha membawa balon balon nya dengan riang sambil bernyanyi senang .


"Yang, aku malu loh" kata adit sambil sedikit menundukkan kepalanya.


"Kamu bawa balon sambil nyanyi nyanyi, dilihatin orang orang itu loh" ucap adit.


"Iiih cuek aja kali, lagian siapa juga yang kasih aku balon" sanggah icha, di persimpangan jalan, ia melihat seorang tukang sapu di bentak bentak orang, icha merasa tidak tega melihatnya.


Merekapun menghampiri tukang sapu tersebut, nampak anak muda memaki makinya karena tukang sapu tersebut tidak sengaja menabraknya. Tukang sapu itu hanya bisa menunduk dan meminta maaf.


"Sabar mas  kasian bapak nya" tegur adit kepada pemuda itu.

__ADS_1


"Lihat ini baju saya kena keringet orang ini yang bau, saya mau meeting" ucap pemuda itu dengan amarah.


"Iy mas sabar, sebaiknya mas segera membersihkan diri dan meeting  nanti telat malah timbul masalah lo" kata adit memberi saran dengan sopan.


"Awas ya lu kalo ketemu lagi, habis lu" kata pemuda tersebut lalu berjalan menjauhi tukang sapu dan masuk kedalam mobilnya.


"Gitu aja kok marah marah" ucap icha.


"Bapak tidak apa apa?" Tanya adit sambil memegang pundak tukang sapu tersebut.


"Tidak apa apa pak, trimakasih" bapak itu melihat kearah adit dan tersenyum.


Melihat wajah itu adit terkejut seketika dan melangkah mundur, ia mengucek matanya takut salah mengenali seseorang. Namun wajah itu tetap sama.


terntata tukang sapu itu adalah.....


"trimakasih atas supportnya terhadap novel ini, yang membuat author lebih semangat lagi"

__ADS_1


__ADS_2