
"Icha nggak hamil ibuk. Kmarin sakit karna kecapek an saja" jawab icha gugup.
"Dulu ibu mu ini waktu hamil juga sakit, ayah fikir karena kecapek an lo. Mending periksa dulu" kata pak yunus.
"Enggak kok ayah, icha baru menstruasi soal nya" icha menjelaskan. Membuat kedua orang tua adit terlihat kecewa. Adit dan icha jadi merasa tidak tega.
"Kita akan berusaha kok. Ayah sama ibuk doain saja" ucap adit yang membuat pak yunus dan bu mirna kembali tersenyum.
Akhirnya pak yunus dan bu mirna beristirahat dikamar nya. Sore hari bu mirna mendapati icha yang keluar dari kamarnya namun bukan dari kamar adit.
"Loh cha. Kamu kenapa tidur terpisah dengan adit" kata bu mirna yang membuat icha terkejut.
"Ooh ini buk, ini icha baru cari barang icha. Sebagian icha letakkan disini karena dikamar mas adit sudah sumpek" icha memberi alasan.
Bu mirna lantas masuk kedalam kamar itu dan memang benar barang barang icha tidak banyak dikamar itu.
"Adit baik kan sama kamu cha?" Tanya bu mirna sedikit kawatir.
"Baik kok buk. Baik banget malah.ibu tidak usah kawatir" icha menggenggam tangan bu mirna.
"Alhamdulilah kalau begitu. Percayalah. Lama kelamaan cinta pasti tumbuh kok nak. Maaf ya kalau adit ada salah" bu mirna mengelus kepala icha.
"Tidak ada kok buk. Mas adit baik sekali sama icha, yaudah yuk kita keluar buk" kata icha seraya merangkul bu mirna keluar kamar.
"Kita buat makan malam yuk" ajak bu mirna.
"Mati akuu" gumam icha karena ia tidak bisa memasak. Namun ia hanya mengangguk dan mengikuti langkah bu mirna ke dapur.
"Kamu punya bahan apa cha" tanya bu mirna sambil melihat ke dalam kulkas.
"Buat ayam goreng saja ya cha mudah" ucap bu mirna.
"Iya iya bu" icha semangat karena sangat mudah menurut icha.
__ADS_1
Bu mirna menyiapkan bahan. "Kita ungkep dulu cha biar rasanya enak" kata bu mirna
"Tolong dong cha ambilin ibuk jahe, kunyit, laos, serei daun jeruk sama salam ya" bu mirna meminta tolong
"I...iya buk" jawab icha terbata bata. Ia sama sekali tidak tahu bumbu dapur apa lagi golongan empon empon. Ia mencoba mencari dalam kulkas.
Icha mengeluarkan 1 toples berisi empon empon. Ia menciumi satu persatu untuk mengetahuinya. Ia menemukan kunyit dan jahe.
" mana cha?" Tanya bu mirna
"Ini buk" icha menyerahkan kunyit dan jahe.
"Lainya mana cha?" Tanya nya lagi
"Iya sebentar bu" jawab icha gugup.
"Ini bu laos" kata icha sambil menyerahkan empon empon.
"Cha? Ini kan temulawak bukan laos" kata bu mirna. Lalu bu mirna tertawa.
"Nah ini yang namanya laos. Yg ini serei" kata bu mirna sambil menunjukkan laos dan serei.
"Iya bu. Maaf ya" kata icha.
"Halah, ibuk maklum kok. Nanti lama lama juga bisa" kata bu mirna santai. Icha memukul kepalanya pelan. Ia sangat malu.
Malam hari nya setelah makan malam icha menonton televisi dengan bu mirna sedangkan adit mengobrol dengan pak yunus diteras rumah.
"Kerjaan mu lancar kan dit?" Tanya pak yunus
"Lancar pak alhamdulilah" jawab adit seraya tersenyum.
"Gimana sama icha? Kalian baik baik saja kan?" Tanya pak yunus.
__ADS_1
"Baik kok pak alhamdulilah" kata adit
"Alhamdulilah.kamu yang sabar ya kalau terkadang wanita itu suka sensitif, kamu harus bisa ngemong le" pak yunus menggambarkan bagaimana wanita menurut pengalamanya
"Begitukah pak?" Tanya adit.
"Iya. Ibuk mu juga gitu. Pokok jangan marah marah, hati wanita itu lembut le, gampang wafer kalau kata anak jaman sekarang" pak yunus tertawa kecil.
"Wafer apa ya pak? Baper maksud nya?haha" adit tertawa
"Nah itu pokok nya. Inget inget pesan bapak. Yang lembut menghadapi wanita. Dan jangan pelit. Insya'allah rejeki mu makin lancar" ucap pak yunus adit pun mengangguk anggukan kepalanya.
"Ada lagi le. Ini sangat penting" kata pak yunus tiba tiba
"Apa lagi pak? Kok banyak banget" tanya adit.
"Looh gimana kamu ini. Kalau ada buku mengenai wanita pasti udah berjilid jilid penjelasanya. Sampek dibaca 1 bulan nggak habis habis. Wanita itu unik soalnya le" jawab pak yunus.
"Trus apa lagi pak yang penting tadi?" Tanya adit penasaran.
"Jangan sampai kamu membahas mantan atau wanita lain dalam hal apapun. Kecantikan, kepandaian apapun itu le. Kalau sampai kamu menyinggung. Wuuuh angin topan beneran. Rumah mu bakalan seperti kuburan. Sepi, nggak bakal ngajak ngomong atau menjawab mu" nasehat pak yunus. Adit mengangguk mengerti.
"Makasih ya pak. Yaudah masuk yuk pak. Sudah malam" pak yunus setuju kemudian adit dan pak yunus masuk kedalam rumah.
"Ayo buk tidur. Adit sama icha juga pasti ingin istrahat" ajak pak yunus ke bu mirna.
"Oh iya yah ayok. Ibuk juga sudah ngantuk" bu mirna berdiri menghampiri pak yunus.
"Yaudah kalian segera ke kamar" kata bu mirna.
" iya buk. Yuk cha" panggil adit. Icha pun berdiri dan menuju ke kamar adit. Sesampainya di kamar icha duduk di tepi ranjang dengan perasaan was was.
"Mas. 1 jam lagi aku balik ke kamar ku saja" pinta icha dengan cemberut
__ADS_1
" jangan bikin ulah deh. Tadi saja sudah ketahuan ibuk. Tidur sini saja" kata adit lalu masuk ke kamar mandi.
Icha kurang suka dengan situasi seperti ini. Namun bagaimana lagi. Memang dikamar adit lah seharusnya ia berada.