
"Cha itu" adit binggung harus memulai ceritanya dari mana, ia tidak mau istrinya ngambek lagi padanya, cukup hanya renata yang membuat nya cemburu, ia tidak mau menambah lagi dengan wanita lain. Apalagi wanita yang adit pun sebenarnya tidak kenal.
"Kok wajah mas adit panik begitu?" Tanya icha yang penasaran melihat wajah adit yang pucat. Ia merasa adit seperti ketakutan
"Masss" kata icha sambil melambaikan tangan nya di depan wajah adit yang sedari tadi terdiam.
"Eh iya . Maaf cha, foto itu sebenarnya" kata adit menggantungkan kata katanya.
"Iya sebenarnya bagaimana kok mas adit punya foto aku, kalau nggak salah ini kan waktu di mall ya" kata icha tersenyum dan terheran heran kenapa adit memiliki fotonya saat masih SMA.
"Apa? Fotomu?" Kata adit terkejut dan merubah posisi duduk nya. Ia kini memandang icha lekat lekat mencari kebenaran dari bibir mungil istrinya.
"Loh iya kan. Ini aku kalau nggak salah waktu itu ada acara pameran di mall, SMA ku ikutan" icha menjelaskan panjang lebar kepada adit sambil pandanganya tertuju kepada foto hasil jepretan adit.
Adit masih tidak percaya kalau itu icha. Ia mengamati icha dari samping sambil sesekali melirik foto itu. Begitu bodohnya adit yang tidak menyadari hal tersebut.
"Maas, kok aneh gitu sih" icha tertawa saat melihat adit tengah memperhatikanya dengan serius.
"Tadinya aku tidak tau itu kamu. Aku malah takut kamu marah aku menyimpan foto wanita itu" kata adit masih tidak percaya.
"Hah? Mas adit tidak tau ini fotoku?lalu bagaimana bisa mas adit punya fotoku?" Tanya icha penasaran.
"Saat itu kamu orang yang menemukan flasdisk ku. Aku mimisan. Kamu yang nolong" adit bercerita
Icha menatap langit langit sambil mengingat kejadian masa lalu.
"Oooh. Laki laki yang seperti orang linglung mimisan itu?" Akhirnya icha mengingat pertemuanya dengan adit.
"Orang linglung?enak aja. Itu aku lagi binggung. Tapi? Beneran itu kamu?" Tanya adit masih tidak percaya.
"Iya lah. Lihat ini di bahuku ada tulisan SMA ku" kata icha sambil menunjuk fotonya yang menunjukkan tulisan SMA icha.
Kenapa adit tidak pernah menyadari ada tulisan Smada Sby dilengan baju icha, ia terlalu fokus memperhatikan wajah icha hingga tidak menyadari informasi sekolah icha.
"Loh kamu SMA di surabaya?" Tanya adit.
__ADS_1
"Iya sejak SMA aku ke surabaya ikut tante, kata ibuk untuk menyiapkan kuliahku" kata icha menjelaskan.
"Lalu kenapa mas adit bisa punya foto ini?" Tanya icha yang penasaran
"Bagiku orang yang menemukan flasdisk ku waktu itu adalah penyelamatku. Aku jadi dokter berkat dia" icha menyipitkan matanya binggung dengan kata kata adit.
"Tugas itu udah aku susun lama waktu praktek rumah sakit. Dan harus dikumpulkan hari itu juga. Kalau enggak aku kan nggak lulus. Jadi aku sangat berterimakasih sama gadis itu. Dia terlihat tulus, bahkan aku merasa jatuh cinta pada pandangan pertama" kata adit.
"Mas adit jatuh cinta dong sama aku?" Tanya icha dengan senyum semerbak.
"Aku sudah tidak memikirkan gadis itu sejak menikah dengan mu. Namun sungguh allah memberi kejutan yang tidak disangka sangka, gadis yang selama ini aku ingin temui setiap hari sudah disampingku" jelas adit panjang lebar. Lalu membelai kepala icha dengan senyuman penuh syukur.
"Nggak nyangka ya ternyata kita lebih dulu bertemu sebelum perjodohan ini" kata icha berbinar.
"Iya. Jodoh siapa yang tau cha" icha memeluk adit merasa sangat bersyukur.
Bukan tanpa kebetulan allah mempertemukan mereka sebelum nya, bahkan bisa dibilang karena icha adit menjadi seorang dokter saat ini. Selain itu adit berharap suatu hari dapat bertemu dengan pujaan hatinya yang tidak lain adalah istrinya saat ini.
***
"Mas aku keluar dulu ya" kata icha, ia terlihat sudah rapi dengan membawa tas selempang kecil bewarna cream kesukaanya.
"Ke apotik depan bentar" kata icha
"Kamu sakit?" Adit berdiri dari duduknya, wajah nya terlihat begitu kawatir dan langsung memeriksa kening icha.
"Nggak usah lebai deh mas iiih" tangan icha menepis tangan adit yang keluyuran memeriksa suhu tubuh icha.
"Mau beli strip glukosa doang kok" kata icha menjelaskan. Setelah pamit ia segera berjalan kaki menuju apotik dekat rumahnya.
Kebetulan rumah adit tidak jauh dengan jalan raya, dan sangat mudah untuk mengakses apotik maupun swalayan kecil.
Icha membeli strip glukosa yang ia inginkan, saat hendak pergi dari apotik,seseorang yang suaranya sangat familiar memanggilnya.
"Cha icha" panggil seseorang yang membuat icha menoleh ke arah suara itu.
__ADS_1
"Doni" kata icha saat ia melihat adit yang berjalan menghampirinya. Kini doni terlihat lebih kurus, ia sedang menggendong inge.
"Senang sekali bisa ketemu kamu cha" namun enggak dengan icha, ia merasa sangat muak bertemu dengan doni.
"Ooh. Iya. Yasudah aku pulang dulu ya" kata icha yang tidak ingin berlama lama dengan doni.
"Tunggu cha. Aku ingin ngobrol sebentar" kata doni.
"Maaf aku sedang sibuk don" kata icha menolak doni halus.
"Ayo dong cha. Sebentar saja" kata doni memelas.
"10 menit" kata icha
"Aku bentar lagi cerai sama renata. Aku masih sangat sangat cinta sama kamu cha. Kumohon kamu mau kembali sama aku" kata doni bersungguh sungguh. Mata nya sayu. Sumpah demi apa doni minta icha kembali padanya, dulu dia telah tega menghianati icha yang sangat mencintainya, lantas kenapa sekarang meminta kembali? Saat renata sudah tidak sudi berumahtangga dengan nya ia mencari icha. Tidaak, icha tidak sebodoh itu.
"Hah? Apa? Kembali sama kamu?" Icha tersenyum sinis
"Kasih aku kesempatan cha" pinta adit.
"Maaf ya don. Aku sudah punya suami" kata icha tegas.
"Kamu tidak cinta sama dia. Kumohon kembalilah dengan ku" doni memohon
"Bodoh banget aku meninggalkan suamiku yang begitu baiknya demi laki laki penghianat seperti kamu" kata icha.
"Aku menyesal cha" doni menunduk.
"Papa enapa ante ini malahin papa ine" kata inge bertanya pada papa nya.
"Tante nggak marahin papa nya ine kok" kata icha sambil mengelus rambut inge.
"Fokus sama anak kamu sekarang. Baikan sama renata, anakmu butuh dia" icha melembutkan suaranya.
"Dia saja tega meninggalkan anak kandungnya sendiri" cetus doni.
__ADS_1
"Itu bukan urusanku don. Maaf ya aku harus pergi" icha berbalik dan meninggalkan doni.
"Renata punya rencana jahat terhadapmu" ucap doni yang membuat icha terhenti dan ingin tau apa rencana yang dibuat oleh renata terhadap dirinya.