
Ya, jadi mas sebenernya aku" Icha sedikit ragu ragu mengatakan nya
"Sebenarnya kamu kebelet pup? Sama seperti dulu. Aku udah penasaran ujung ujung nya kamu bilang kamu kebelet pup" Sindir adit. Istrinya memang suka bercanda dengan mengatakan hal hal yang konyol. Namun semua itu yang malah membuat adit merasa gemas dengan istrinya.
"Enggak. Serius kok. Jangan dipotong dong makanya kalau aku ngomong" Ucap icha yang sebel karena adit memotong pembicaraan nya, padahal kali ini ia serius.
"Iya sayang maaf ya. Kamu kenapa?" Tanya adit pelan.
"Iya, jadi Sebenarnya aku itu.... Emmm, aku mantanya mas ari" Icha meringis lalu mengamati ekspresi suaminya, apakah suaminya akan terkejut dengan pengakuan nya ataukah tidak.
Adit nampak tertegun, memandang icha lebih lama, mengamati apakah istrinya berbohong atau tidak, namun tidak ada tanda tanda bohong dari ekspresi icha.
"Katamu mantanmu si doni. Kok jadi ari?" Selidik adit, ia masih belum percaya sepenuhnya. Jangan jangan istrinya ini hanya bercanda dan ingin menggodanya saja.
"Iya, sebelum sama doni aku pernah pacaran sama mas ari. Dia kan kakak tingkatku dulu kita bertemu di BEM.jadi mas ari itu Pacar pertamaku" Ucap icha ragu namun sepertinya ia harus mengatakannya agar tidak ada kesalahpahaman dikemudian hari.
"Ooh jadi spesial dong kalau pacar pertama ya?" Adit bertanya penuh selidik, dengan doni ia tidak memiliki rasa cemburu, namun entah kenapa saat ini ia merasa cemburu dengan ari.
"Apa sih mas. Sudah masa lalu. Sudah tidak ada artinya. Yang terpenting itu masa sekarang dan masa depan kita" Ucap icha sambil berpose manis agar suaminya tidak cemburu.
Kalau difikirkan, dari segi wajah, ari ganteng, badannya juga bagus, dari segi karier ia juga cemerlang, mudah saja bagi dia untuk mendapatkan wanita manapun yang dia suka batin adit.
"Kalau gitu jaga jarak" Perintah adit, icha yang melihat suaminya cemburu jadi tertawa. Karena sebelumnya ia tidak pernah melihat adit seperti itu.
"Cuma sama mas adit doang yang nggak ada jarak. Sumprit" Ucap icha, ia berdiri memeluk leher suaminya.
"Cemburu yaaa?" Icha mencolek pipi suaminya.
"Enggak. Cemburu itu hanya untuk orang orang yang tidak percaya diri" Adit berusaha terlihat cool di depan istrinya.
"Terus mas adit sekarang sedang tidak percaya diri?" Tanya icha menatap serius kearah suaminya sambil tersenyum menggoda.
"Aku? Percaya diri dong. Yang enggak percaya diri kan Dilan. Aku mah yakin istriku hanya mencintaiku. Aamiin" Kata adit. Icha mengeratkan pelukannya lalu menciumi suaminya bertubi tubi.
__ADS_1
Di rumah tante desy, ari sedang meminum kopi susu dan makan roti buatan ibunya, ia sarapan sambil menonton televisi.
"Ari, nanti temenin mama yuk belanja" Ucap desy, ia duduk disebelah anaknya.
"Oke, siangan aja ya ma, ari masih mau urus kerjaan bentar" Kata ari,
Mama nya pun paham karena anaknya masih merintis usaha baru di surabaya, desy mengusap punggung tangan anaknya, ia mengisyaratkan bahwa ari bisa dan mampu mengelola usahanya.
"Ma" Ucap ari tiba tiba
"Iya kenapa nak?" Tanya desy sambil memandang anaknya, sepertinya ari ingin membicarakan atau mendiskusikan sesuatu, batin desy.
"Mama inget nggak dulu saat papa suruh aku pindah ke luar negeri, aku sempat menolak" Ucap ari, mama nya nampak berpikir sambil mengingat ingat kejadian tersebut.
"Ooh iya sih, sampai mama yang harus turun tangan kan. Dulu itu kamu berat banget berangkat ke jerman" Ari mengangguk sambil tersenyum, desy memandang ke langit langit sambil tanganya memegang tangan ari
"Dulu ari masih anak yang bucin kan. Kamu cerita sama mama kalau kamu nggak mau ninggalin pacar kamu. Siapa dulu namanya. Chaaa...." Desy mengingat ingat nama pacar ari pada waktu itu.
"Chacha? Iya nggak sih?" Tanya desy menoleh ke arah ari.
"Oh iya ya. Ichaaa..." Mama nya terdiam. Beberapa detik setelah itu ia memandang ari dengan tatapan serius, menyelidiki lewat bola mata ari.
"Ichaa? Mirip ya sama nama istri adit" Kata tante desy, lalu ari mengangguk pelan mengisyaratkan sesuatu.
"Jangan bilang icha nya adit ituu....." Ucap desy
"Iya mama, samaa" Kata ari menekankan kata sama. Desy langsung menutup mulutnya tidak menyangka.
"Tapi kamu tidak apa apa kan ri? Ari harus ikhlas ya. Kamu marah nggak sama mama" Tanya desy, dulu saat memutuskan hubungan dengan icha dan berangkat ke jerman desy mendapati anaknya yang sering melamun, namun semua demi kebaikan ari, demi masa depan ari.
"Enggak lah ma, lagian ari kan juga sudah tidak ada perasaan apa apa sama icha. Ya cuma kaget aja sih ternyata dia istri mas adit" Ucap ari, mamanya mengelus punggungnya.
"Semoga anak mama mendapatkan jodoh yang terbaik. Nggak boleh mendekati istri orang ya" Ucap desy.
__ADS_1
"Ya enggak mungkin dong mama, ari nggak mungkin jadi pebisor" Ucap ari menyangkal ibunya.
"Pebisor? Apa itu? Pebinor maksud kamu?" Tanya desy dengan heran.
"Perebut istri orang ma bebisor tu. Ari tidak ingin kalau nanti ari menikah, istri ari direbut orang. Jadi ari juga tidak boleh jadi pebisor" Ucap ari bijak, ia anak yang paham agama jadi ari tidak akan mungkin melakukan hal seperti itu.
"Anak mama pinteeeeer" Desy mencubit pipit ari dengan gemasnya.
"Aduh sakit ma. Ari bukan anak kecil ma, jangan cubit cubit begitu" Ucap ari sambil mengelus pipinya yang terasa sakit dicubit oleh sang mama, bagaimanapun, sebesar apapun ari masih tetap sama di mata mamanya, ia tetap ari kecil yang menggemaskan. Desy pun juga tidak menyangka ari akan dengan cepat tumbuh dan menjafi dewasa.
Di rumah sakit renata tengah memandang dirinya di depan cermin, ia memoleskan bedak pada wajahnya. Lalu ia mengenakan lipstik bewarna orange ke bibirnya. Ia mengagumi wajah cantiknya, dengan wajah itu ia akan berusaha mendekati adit, hari ini ia sangat bahagia karena 1 shift dengan adit setelah sekian lama mereka tidak berada di shift yang sama.
Hari ini dia membuat sandwich spesial yang akan ia berikan pada adit, renata memegang kotak makan tersebut dengan bangganya.
Renata keluar dari kamar mandi dan menuju ke IGD, saat ia masuk ke IGD ia menyadari bahwa IGD sedang riweh. Ia segera meletakkan tas nya di laci lalu bergabung dengan perawat lainya.
Ada kecelakaan mobil yang mengakibatkan banyak orang terluka, 1 orang ibu hamil yang tengah kontraksi, 1 anak kecil yang terluka sobek dibagian kaki, dan 4 orang dewasa lainya dengan luka luka.
Renata membantu menangani seorang ibu hamil yang tengah kontraksi bersama bidan fahma. Bidan fahma membawa alat CTG untuk memeriksa detak jantung janin. Ibu tersebut mengalami benturan saat terjadinya kecelakaan.
" Ibu tenang ya" Kata renata yang berusaha menenangkan ibu tersebut, renata menunduk tepat di sebelah tangan ibu tersebut, ia sedang mengambil bolpoin nya yang jatuh namun tiba tiba ibu tersebut menjambak rambut renata sambil berteriak kesakitan.
"Aaaaakhjhh" Kata ibu tersebut, ia mencengkram rambut renata
"Aduh ibu, sakit bu tolong lepaskan" Ucap renata, ia memegang tangan ibu hamil tersebut berusaha melepaskan rambut nya. Namum ibu tersebut menggeliat kesakitan dan reflek menarik rambut renata.
"Awww sakit bu" Ucap renata kesakitan.
"Tarik nafas ibu, tenang. Ikuti saya" Kata bidan fahma, ibu tersebut masih dengan nafas ngos ngosan namun berusaha mengikuti arahan bidan fahma.
Namun rambut renata masih berada dalam genggaman ibu hamil tersebut, renata masih berusaha melepaskan rambutnya.
"Ibu tolong lepaskan dulu rambut saya bu" Pinta renata sambil menahan sakit, terlihat juga ada beberapa helai rambut renata yang sampai rontok dibuatnya.
__ADS_1
"Tangan saya kaku sus" Ucap ibu tersebut sambil menahan sakit.