Assalamualaikum Lelaki Pilihan

Assalamualaikum Lelaki Pilihan
Bab 77


__ADS_3

"Halo assalamualaikum mas, kebetulan banget nih mas adit telpon. Ada apa?" Ucap renata diseberang sana


"Ren ada orang yang sengaja memfoto kita waktu dihotel kemarin, dia kirim foto itu pada icha, aku minta kamu jelaskan ke icha kalau kita tidak ada apa apa" Kata adit, handphone tersebut di speaker oleh icha sehingga ia dapat mendengar percakapan renata.


"Ya ampun, terus gimana mas. Kita ketahuan sama icha kalau kehotel ya. Padahal kita sudah hati hati" Ucap renata yang malah menyulut emosi adit dan icha.


"Ren kok kamu bilang gitu sih? Kita ke hotel kan memang untuk jenguk pak hasyim" Ucap adit dengan suara meninggi


"Itu kan alasan kita saja mas. Oooh apa sekarang icha sedang mendengarnya?maaaf maaf ak...." Adit mematikan teleponnya, renata ternyata wanita licik yang hanya menjebak nya, dia tidak menyangka kepercayaan nya di manfaatkan. Icha kemudian mengambil tas baju.


"Sayang, ini fitnah. Dia mengada ada. Aku berani sumpah ini fitnah" Adit mencekal tangan istrinya, kini perasaan icha semakin kacau setelah mendengar penjelasan renata, seolah selama ini adit dan renata menyembunyikan hubungan mereka.


"Dalam rumah tangga itu kuncinya kejujuran dan kepercayaan. Dikala kamu tidak bisa jujur sama aku apa bisa ada kepercayaan?" Tanya icha dengan suara parau, ia menghempaskan tangan adit yang mencekal lengan nya.


"Aku minta maaf kalau aku tidak jujur waktu itu. Aku hanya tidak ingin kamu marah. Tapi aku jujur ini semua salah paham. Ini jebakan sayang. Ayo laaah" Ucap adit memohon,


"Bawakan bukti jika memang aku salah paham" Ucap icha,ia mengambil pakaian nya di koper dan memasukannya kedalam tas. Ia mengusap air matanya.


"Kamu mau kemana?" Tanya adit. Ia tidak tau harus menjelaskan bagaimana lagi pada istrinya


"Aku butuh waktu untuk menenangkan diri. Aku mau sendiri mas" Kata icha, ia menutup resleting tas baju nya dan enggan untuk melihat suaminya


"Baiklah kalau itu mau mu, tapi aku minta kamu ke hotel yang sudah aku pesan. Tenangkan dirimu disana, okay" Ucap adit membujuk istrinya.


"Biar aku yang antar kamu kesana" Perintah adit.


"Aku bisa sendiri, nggak usah diantar" Ucap icha,ia sama sekali tidak mau memandang suaminya.


"Aku suamimu, kamu harus nurut dengan ucapanku, biarkan aku merasa tenang dengan mengantarmu" Ucap adit, icha pun menurut karena ia tidak mau berdebat.


Adit mengantar icha ke hotel bumi surabaya, sepanjang perjalanan sama sekali tidak ada komunikasi, mereka saling diam, setelah mengambil kunci di reseptionis adit mengantar icha ke kamar nya.


"Panggil teman untuk menemanimu disini ya, kalau ada apa apa telpon aku" Ucap adit, ia memasukan tas icha kedalam kamar.


Icha begitu takjub saat melihat kamarnya dihias bak pengantin baru dengan bunga mawar disusun berbentuk hati di atas kasur dan handuk yang dibentuk seperti angsa.

__ADS_1


Di meja juga terdapat rangkaian bunga mawar merah yang indah, icha menahan tangisnya kembali, mungkin jika adit tidak ketahuan pergi ke hotel dengan renata, hari ini akan menjadi momen yang spesial untuk icha.


"Aku mau istirahat" Suara icha parau, air mata yang ia bendung tidak tertahan lagi, ia membelakangi suaminya, berpegangan pada meja rias.


"Iya, istirahat lah, tanyalah pada lubuk hatimu yang paling dalam, apakah suamimu ini akan tega menyakitimu?" Ucap adit, matanya saat ini terasa panas, kenapa cobaan datang disaat yang tidak tepat.


"Melihat suaminya bertukar pesan dengan wanita lain yang bukan tentang pekerjaan saja membuat si wanita insecure, apalagi melihat suaminya pergi ke hotel dengan wanita lain? Apa yang dilakukan mereka didalam hotel?" Ucap icha dengan pelan, hatinya seperti tersayat sayat saat mengatakanya.


"Ini hanya salah paham. Aku akan bawakan buktinya, istirahatlah.aku pamit dulu" Ucap adit lirih, bagaimana mungkin semua yang sudah ia persiapkan jadi berantakan gara gara seorang renata.


"Iya, aku menunggu mu" Icha mengusap air matanya lalu berbalik menatap dada bidang suaminya lalu mencium punggung tangan adit.


"Assalamualaikum" Ucap adit sebelum ia pergi dari kamar tersebut.


"Waalaikum salam" Setelah adit menutup pintu, tangis icha pecah, tangis yang ditahan tahan sedari tadi. Ia berteriak sambil memukul mukul dadanya. Kenapa kejadian seperti ini harus terulang.


Cukup kisahnya dengan doni yang kandas oleh renata, jangan dengan adit, batin icha.


Ia duduk di sofa lalu merebahkan dirinya disana, mencoba mengatur nafasnya agar ia lebih tenang, icha menangis sesenggukan memikirkan pernikahan nya hingga ia ketiduran.


Adit menyetir mobil nya menuju ke kontrakan rio, diperjalanan ia juga menitikan air mata. Ia bersumpah tidak akan pernah memaafkan renata.


"Halo, bro. Aku di depan. Bukain dong" Ucap adit. Tidak lama kemudian rio keluar dan membukakan pagar kontrakan nya.


"Weeeh bro, tumben kesini" Ucap rio dikala adit sedang memasukan mobilnya ke garasi rio.


"Masuk bro" Ucap rio, mereka masuk kedalam dan duduk di ruang tamu.


"Suntuk banget sih wajah mu dit, bukanya hari ini honeymoon" Kata rio yang melihat tidak ada senyuman diwajah sahabatnya ini.


"Hancur" 1 kata yang keluar dari mulut adit. Ia menghempaskan tubuhnya di sofa ruang tamu rio


"Apa bro yang hancur" Rio semakin penasaran


"Gila itu cewek ular, ku kira dia sudah berubah anjiiii***r, ternyata malah berulah" Ucap adit kesal, rio tertawa

__ADS_1


"Ada bau bau berantem sama istri nih kayaknya" Ledek rio


"Parah kali ini bro. Bantu aku cari bukti kalau aku sama manusia ular itu tidak ada apa apa" Ucap adit frustasi, ia mengacak acak rambutnya


"Apa sih masalahnya, crita dulu lah" Kata ari, ia mengambilkan aqua gelas untuk adit, ia merasa sahabatnya ini mengalami masalah rumah tangga yang besar


Adit menceritakan setiap detil kronologinya kepada sahabatnya itu, bagaimana renata telah sadar dan minta maaf padanya, bagaimana sikap renata yang tidak berlebihan seperti sebelum nya saat bertemu adit dan bagaimana cara dia menjebak adit hingga menimbulkan prahara rumah tangga, juga bagaimana ia berpura pura menjadi selingkuhan adit saat ditelpon icha.


"Sumpah, rapi banget cara dia bro. Keren dia kalau jadi produser" Ucap rio tertawa sambil bertepuk tangan.


"Serius bro" Ucap adit yang merasa kesal


"Iya iya ok. Aku bantuin tenang aja, kamu butuh orang yang waras untuk berpikir cerdas" Ucap rio


"Haaa, gimana? Maksud mu aku nggak waras gitu?" Tanya adit seolah tersinggung dengan ucapan rio.


"Gimana mau waras kalau kamu kelihatan kacau begini?" Rio tertawa, adit pun cukup membenarkan kata kata sahabatnya, disaat emosi memang pikiran susah untuk berpikir jernih, oleh karena itu ia butuh sosok sahabat yang dapat menjernihkan pikiranya.


Ponsel icha berdering, ia terbangun dikala mendengar suara ponsel nya. Ia meraih ponsel nya dan dilihatlah siapa yang menelepon,


"Mas Rasyad" Ucap icha lirih, ia kemudian duduk bersandar pada sofa tersebut dan mengangkat telepon nya


"Halo assalamualaikum" Kata icha dengan suara kas bangun tidur


"Waalaikum salam, icha lagi sama mas adit?" Tanya rasyad


"Enggak mas. Icha diluar, mas adit mungkin dirumah" Kata icha


"Are you okay?" Tanya rasyad


"Gimana maksud nya mas?" Tanya icha yang merasa binggung dengan pertanyaan ari, memang icha sedang tidak baik baik saja, namun apa ari tau, batin nya.


"Kamu sama adit, kamu sudah tau?" Tanya rasyad hati hati tidak ingin menyinggung perasaan icha.


"Apa benar berita itu, bukanya mas rasyad ikut" Tanya icha, ia mulai paham apa yang di bicarakan oleh rasyad. Ia baru ingat juga bahwa adit bercerita kalau ari juga ikut ke hotel

__ADS_1


"Aku nggak nyangka sih, soalnya aku turun ambil bingkisan, lalu aku disuruh pulang, aku nggak tau ternyata tujuan mereka nyuruh aku pulang agar bisa berduaan di kamar hotel. Maaf cha" Ucap rasyad menyesal. Icha melinangkan air matanya lagi mendengar cerita dari rasyad.


"Cha, are you okay" Ari memastikan kondisi icha, pasalnya icha tidak menjawab pertanyaan nya.


__ADS_2