Assalamualaikum Lelaki Pilihan

Assalamualaikum Lelaki Pilihan
Bab 15


__ADS_3

Tangan icha menutup bagian dada nya dengan menyilangkannya dan langsung masuk ke dalam kamar mandi. Begitupun adit yang langsung lari keluar kamar icha. Jantung adit berdegup sangat kencang. Ia langsung menuju dapur dan mengambil air minum. Adit duduk di meja makan sambil mengatur nafas nya.


"Huuuuh" ia meneguk kembali air minum nya. Lalu adit tersenyum. "Begitu ternyata dalem nya icha, seksi juga ya" adit tersenyum mengingat dan memikirkan hal yang baru ia alami.


Sedangkan di kamar mandi icha mandi sambil mengomel. "Nyebelim mas adit, masuk kamar tidak ketuk pintu dulu. Enak saja dia lihat lihat" icha kesal sekali. Ia pun malu bertemu dengan adit. Setelah mandi icha masih duduk di tepi ranjang nya


"Keluar nggak ya" ia ragu untuk keluar kamar karena malu dengan adit. Namun perut nya lapar.


"Hmmm harum banget. Bau apa nih" icha mencium bau masakan lezat. Membuat perut nya semakin berontak. Akhirnya ia memutuskan keluar dari kamar dan ke dapur. Ia melihat adit sedang masak.


"Mas adit masak apa?" Tanya icha mendekati adit


"Nasi goreng" jawab adit singkat sambil melirik icha. Adit pun jadi terbayang icha yang setengah telanjang, hal itu membuat fikiran adit sedikit kacau.


"Kamu duduk saja, aku tidak suka diganggu" jawab nya dingin. Lalu icha duduk di meja makan menunggu adit selesai membuat nasi goreng sambil memperhatikan adit dari belakang. "Mas adit cool jg ya"icha tersenyum lalu terlintas difikirannya adit telah melihat ia setengah telanjang, seketika ia menggeleng gelengkan kepala "enggak. Dia mesuum bukan cool" gumam nya dalam hati.


"Kamu ngapain geleng geleng? Pusing?" Tanya adit yang tiba tiba meletakkan nasi goreng di meja.


"Ah enggak. Laper aja" icha salah tingkah lalu mengambil nasi goreng buatan adit.

__ADS_1


"Wah ini enak banget" mata nya terbelalak saat mencicipi nasi goreng buatan adit. Adit memang pandai memasak, ia tidak terlalu suka makanan beli dan ia sudah terbiasa hidup mandiri sehingga adit sering membuat makanan nya sendiri.


"Makan yang banyak biar nggak mati" kata adit


"Aku kan tau diriku sendiri kalau laper pasti makan. Emang mas adit yang males makan sampek mau mati" sanggah icha.


"Kemarin kan aku benar benar lelah. Kamu sih pulang. Lain kali nurut apa kata suami" kata adit dengan nada agak tinggi.


"Sudah sudah. Aku malas berdebat. Aku capek" pinta icha, adit pun mengangguk setuju.


"Kamu kerja dimana sih" tanya adit lembut.


"Nah kan. Aku sudah lunak kamu nya yang bikin gara gara. Ditanya baik baik jawab nya ngegas. Ngeselin kan" adit sebal


"Iya iya maaf. Jangan emosi gitu dong. Aku kerja di laboratorium" jawab icha lalu mengunyah makanan nya.


"Oh ya, kamu analis?" Tanya adit penasaran.


"Iya mas, tapi aku tidak menangani pasien. Q dibagian mikrobiologi" icha menjelaskan. Adit mengangguk tanda mengerti.

__ADS_1


"Aku shift malam lagi. Kemarin aman kan dirumah?" Tanya adit memastikan.


"Aman kok mas. Aku bisa tidur nyenyak. Kenapa?" Icha penasaran.


"Oh ya alhmdulilah kalau mbak mbak itu tidak nampak dikamar kamu" kata adit dengan enteng nya yang membuat icha penasaran.


"Mbak mbak siapa mas?" Tanya nya serius


"Ya itu biasanya pakai baju putih rambut nya panjang" adit tersenyum nakal.


"Aaarghh mas adit" icha langsung beranjak dari duduk nya dan memeluk lengan adit.


"Mas adit nggak boleh kerja. Aku takut" kata icha tidak melepaskan pelukan nya.


"Hahaha. Apa sih kamu gitu saja takut. Dia baik kok. Tidak akan memperlihatkan diri ke wanita" adit tertawa melihat icha yang ketakutan. Dia berhasil menggodanya.


"Tapi kan aku takut mas" icha melepaskan pelukan nya.


"Tenang aja. Aman. Aku siap siap dulu ya" adit beranjak sambil tertawa.

__ADS_1


"Menyebalkan iih mas adit" icha segera berlari ke kamar dan shalat isya. Kemudian ia mengaji karena ketakutan akibat ulah suaminya itu. icha pemberani dan ia pun tidak pernah masalah jika dirumah sendiri. namun ketika orang bercerita tentang hantu nyali nya langsung memciut.


__ADS_2