
Adit mengerahkan seluruh kekuatannya hingga ia bisa berlari masuk kedalam kamarnya lalu mengunci nya. Icha yang melihat tingkah suaminya tertawa lalu masuk kedalam kamar nya. Ia sengaja tidur awal agar bisa bangun agak malam untuk menakuti adit.
"Sukurin. Makanya jangan iseng sama aku. Enak nggak tuh bakal ketakutan sepanjang malam" icha tertawa puas atas ulah nya malam ini.
"Hmmm akhirnya bisa tidur pulas. Rasain tuh mas adit bakal nggak bisa tidur" ia menarik selimutnya lalu tertidur pulas.
Pagi hari icha terbangun pukul 4.30 lalu shalat subuh dan segera ke dapur untuk membuatkan adit kopi, ia pun juga membuat teh untuk dirinya sendiri. Adit dengan mata bengkak datang menghampiri icha.
"Mas adit kenapa matanya kayak panda gitu" tanya icha berpura pura tidak tau.
"Di datengin kunti" katanya singkat sambil meneguk kopi buatan icha. Icha pun menahan tawa.
"Kan mas adit sering ketemu mbak nya, kok sampek nggak bisa tidur" selidik icha.
"Eee dia lebih serem kemarin" adit membuat alasan.
"Untung aku hari ini libur, bisa tidur setelah ini" adit masih dengan mata yang merem melek. Icha pun tertawa tanpa suara membelakangi adit.
"Mas adit ingin sarapan apa?" Tanya icha.
"Telor aja seperti yang kapan hari kamu buat" jawab adit singkat.
"Oke bos" jawab icha bersemangat, ia merasa bersemangat pagi itu. Sebenarnya adit merasa aneh melihat icha yang girang sekali pagi ini, biasanya mereka berdebat kecil setiap kali ngobrol. Pagi ini icha ceria dan perhatian terhadap adit.
Makanan pun telah siap. Icha meletakkan sarapan adit di meja makan. "Makan gih. Aku siap siap ke kantor ya" kata icha lalu pergi meninggalkan adit. Dalam hati icha sangat senang sekali rencananya berhasil dan sukses, ia pun sangat puas.
Setelah selesai bersiap. Icha segera keluar kamar dan bergegas menuju tempat kerja.
"Mas aku berangkat" kata icha sambil berlalu pergi meninggalkan adit yang sedang membaca koran di teras.
"He hei heiii" panggil adit lalu melipat koran nya.
__ADS_1
"Kenapa mas?" Tanya icha menoleh kearah adit.
"Pamitan yang bener sama suami" adit mengulurkan tanganya pertanda ingin icha mencium tangan nya.
"Hadeeeeh. Bawel" kata icha lalu mencium tangan adit.
"Kerja yang bener" adit menepuk nepuk kepala icha pelan saat icha mencium tangan nya.
"Jahil banget sih. Iiih. Udah aku berangkat" icha mengambil motor nya dan berlalu pergi. Adit tersenyum geli dan duduk kembali.
"Lucu juga punya istri. Ada yang dijahilin" gumam adit sambil membolak balikan halamban koran nya. Tidak lama setelah itu ada pesan whatsapp masuk di ponsel adit, ia membuka pesan itu.
"Halo mas, lagi ngapain?" Ternyata renata yang mengirim pesan tersebut.
"Tumben, ngapain dia chat aku begini" gumam adit
" mau tidur. Ada apa ren?" Jawab adit dalam chat nya.
"Diselesein baik baik sama suamimu. Yang sabar ya" jawab adit lagi.
"Makasih mas adit" jawab renata. Adit tidak membalas lagi chat dari renata. Karena ia tidak suka mencampuri urusan rumah tangga orang lain. Adit masuk kedalam kamarnya lalu tidur.
***
"Assalamu'alaikum" icha masuk kedalam rumah. Melihat sekeliling tidak ada adit. Lalu ia masuk kedalam kamar nya. Ia bersiap hendak mandi, tiba tiba ia teringat saat adit tiba tiba masuk kedalam kamarnya. Icha cepat cepat mengunci kamar dan bergegas mandi. Setelah berdandan ala rumahan icha keluar menemui adit. Ternyata ia berada di halaman belakang. Halaman Belakang memang tidak besar. Sekitar 5 x 7 meter. Disana ada kolam ikan dan tanaman tanaman adit yang tertata rapi.
" mas adit ngapain?" Tanya icha lalu duduk disamping adit di dekat kolam ikan nya.
" habis kasih makan ikan, kok aku tidak tau kamu sudah pulang" tanya adit yang tidak menyadari kepulangan istrinya.
"Iya aku langsung tembus ke kamar soalnya" jawab icha datar.
__ADS_1
"Nggak lucu" adit tersenyum sinis.
"Mas adit terlalu sibuk sampai tidak tau aku pulang" kata icha sambil melempar pelet ke ikan adit.
"Jangan dikasih makan lagi. Sudah kenyang." Tangan adit memegang pergelangan tangan icha. Icha cemberut.
"Kamu kenapa sih kalau dirumah pakai hijab. Nggak gerah?" Tanya adit.
"Ya nggak apa" jawab icha singkat.
"Aku kan suamimu. Kamu harus nya lepas hijab dong kalau dirumah. Lagian aku sudah tau dalam mu seperti apa" ucap adit sambil tersenyum menggoda icha.
"Dasar mesuuuum" icha berdiri dan menyilangkan tangan nya didada nya. Ia berlari masuk kedalam kamarnya karena malu. Adit tertawa melihat tingkah icha seperti anak kecil.
Malam hari, adit merasa was was dan takut kunti akan muncul lagi di depan kamar nya. Ia segera membawa guling kesayangan nya dan masuk ke kamar icha, kebetulan icha masih belum mengunci kamarnya. Ia sedang membersihkan wajah dan tidak memakai hijab.
" mas adit ngapain masuk sini. Pergi pergi" kata icha yang melihat adit tiba tiba masuk dan langsung rebahan dikasur icha.
"Aku tidur disini" kata adit.
"Nggak boleh. Aku nggak suka. Mas adit ayo keluar" icha menarik tangan adit namun tidak cukup kuat untuk membangunkan adit.
"Udah jangan bawel. Tenang saja aku sedang tidak ingin melakukan sesuatu terhadapmu. Aku hanya butuh ditemani" lalu adit menarik selimutnya
"Tapi kan mas. Aku nggak suka tidur dengan orang asing" rengek icha kesal
"Sttttttt. Aku suamimu bukan orang asing" icha pun sangat kesal dan terpaksa tidur satu ranjang dengan suaminya.
"Awas ya macem macem. Jangan dekat dekat" kata icha memperingatkan. Ini pertama kalinya mereka tidur satu ranjang, ada perasaan gelisah dan berdebar bagi mereka. Icha pun berusaha memejamkan mata dan mereka saling memunggungi satu sama lain.
"halo readers, gimana? semakin seru kan kisah icha dan adit. yuks dukung author agar lebih rajin upload tiap hari dengan kisah yang bikin kamu senyum senyum ketawa dan jengkel. hehe jangan ragu buat kasih like dan vote yah. juga masukan kalian di kolom komentar. terimakasih readers yang baik hati"
__ADS_1