
Adit menuju kekamarnya untuk bersiap berangkat ke Rumah Sakit.
"Cewek apaan tuh, jorok banget. Sepertinya lain kali aku harus buat balasan" gumam nya sambil menuju masuk kedalam kamar mandi.
Saat Ia keluar dari kamar mandi ia melihat baju kerjanya sudah tergantung rapi.
"Enak juga punya istri, nggak perlu setrika baju lagi" kata adit sambil tersenyum. Ia segera bersiap untuk berangkat ke Rumah Sakit lebih awal.
Adit keluar kamar nya lalu menuju halaman belakang, icha sudah tidak ada disana. Ia menuju dapur dan melihat icha sedang mencuci piring.
"Aku berangkat kerja ya" kata adit.
"Kok udah berangkat?" Tanya nya karena adit berangkat 1 jam lebih dulu dari biasanya.
"Iya biar nggak dikentutin bini" kata adit sambil berlalu pergi. Icha memanyunkan mulutnya.
Adit hari ini menggunakan mobil saat bekerja. Saat mengemudikan mobil nya. Ia melihat sosok renata di halte bus. Ia memghentikan mobilnya tidak jauh dari halte itu lalu menelepon renata.
"Halo assalamu'alaikum" jawab renata
"Wa'alaikum salam. Kamu mau kerumah sakit kan? Mau bareng? Jalan lah kekiri sedikit." Kata adit. Renata berdiri menengok ke pinggir jalan lalu ia menghampiri mobil adit.
__ADS_1
"Mas adit. Tau aja kalau aku lagi nunggu bis" kata renata saat masuk kedalam mobil adit.
"Iya tadi pas lihat, skalian aja barengan kan tujuanya sama" kata adit sambil melajukan mobil nya pelan.
"Makasih ya mas adit" renata bahagia sekali ia bisa berangkat ke Rumah sakit bersama adit. Ia memandang terus kearah adit.
" kamu nggak capek lihatin aku terus ren? Ngomong ngomong tumben nggak bawa motor" tanya adit tetap fokus menyetir.
"Eh maaf maaf" kata renata tersipu malu
"Iya mas itu motor suamiku, sekarang aku sudah tidak tinggal dengan nya jadi aku naik bis kota" kata renata menjelaskan.
"Laah kenapa emang sudah tidak tingga dengan suamimu?" Tanya adit penasaran sambil menoleh ke renata lalu fokus menyetir kembali.
"Anak mu bagaimana? Memangnya tidak bisa diselesaikan dengan baik?" Tanya adit.
"Anakku sama papa nya. Aku kan kerja mas, jadi biar papa nya yang urus. Dia nggak kerja" kata renata
"Bukannya anak mu masih kecil? Dia pasti membutuhkan ibunya" adit mencoba menasehati dengan lembut.
"Iya sih. Gimana lagi. Kalau sama aku siapa yang rawat kalau aku kerja. Tidak apa apa, nanti kalau aku menikah lagi dengan laki laki yang tepat pasti aku ambil anakku" adit mengernyitkan dahi, kenapa renata dengan mudahnya mepepaskan anak nya ke suaminya? Dan kenapa dia sudah berfikiran akan menikah lagi dengan orang yang tepat padahal dia belum bercerai. Adit memikirkannya namun ia tidak mau terlalu masuk dalam rumah tangga renata.
__ADS_1
Akhirnya mereka sampai di Rumah Sakit. Rio yang melihat renata satu mobil dengan adit merasa heran dan menaruh curiga. Ia segera menghampiri adit.
"Hei bro" rio menepuk pundak adit.
"Hei. Lama ngga ketemu bro" adit dan renata berhenti
"Ke kantin yuk bro" ajak rio.
"Yuk. Ren kamu duluan saja. Aku ke kantin sama rio" renata mengangguk. Setelah melakukan finger print adit dan rio menuju ke kantin Rumah Sakit.
"Kamu apa dit? Aku mie instan aj mbak sama es teh" kata rio pada mbak asih penjaga kantin.
"Kalo tanggal tua makan nya mie instan ya bro? Aku soto mbak sama es jeruk" kata adit.mbak asih segera menyiapkan makanan yang dipesan.
"Enak aja. Lagi pengen indomie seleraku dong" bantah rio
"Eh kenapa kamu bareng si renata?inget kalian sudah berkeluarga. Ada gosip kamu sama renata deket ya" tanya rio penasaran.
"Masak gosip icik icik kamu dengerin. Kayak nggak kenal aku aja" jawab adit
"Iya, inget sekarang sudah punya bini. Kalau kamu nggak suka, kangmas rio mau gantiin si adit. Belum kamu apa apain kan?" Tanya rio lalu tertawa
__ADS_1
"Awas macem macem" adit memperingatkan.
Sebenarnya ia kesal kalau teman teman nya selalu mengatakan ingin memggantikanya sebagai suami icha. Ada suatu rasa tidak rela dalam hati adit, walau saat ini ia merasa belum mencintai istri nya