Assalamualaikum Lelaki Pilihan

Assalamualaikum Lelaki Pilihan
Bab 20


__ADS_3

Sebenarnya banyak sekali pertanyaan dikepala adit, apa hubungan icha dengan laki laki itu? Apa yang dilakukan laki laki itu sampai membuat icha menangis histeris? Namun adit tidak berani bertanya apapun. Hatinya sakit melihat istrinya menangis seperti itu. Ia mengusap punggung icha berusaha menenangkannya.


"Minum dulu ya" kata adit sambil meraih gelas yang ia bawa dari dapur. Icha menggeleng masih Berada dalam pelukan adit memeluknya lebih erat paling tidak ia ingin icha merasa ada yang peduli dengan nya. Icha pun sudah sedikit tenang. Adit memberinya air putih kepada icha.


"Minum dulu"icha meneguk air putih itu.


"Cuci muka lah lalu shalat isya" kata adit. Mereka akhirnya melaksanakan shalat isya berjamaah dikamar icha.


"Apa aku perlu tidur disini" tanya adit setelah ia selesai berdoa.


"Enggak. Aku tidur sendiri aja" kata icha menolak


"Ya siapa tau kamu butuh pelukan ku biar tidur mu tenang" goda adit pada istrinya


"Dasaaar. Mengambil kesempatan ya. Aku sudah baik. Mas adit balik lah ke kamarmu" icha menyuruh suaminya pergi. Adit kembali kekamar nya dan icha merebahkan tubuh nya di ranjang. Ia masih memikirkan kejadian di hypermart yang mempertemukan nya dengan doni. Entahlah dia merasakan sedih doni akan bercerai atau bahagia karena doni akan bercerai. Yang tepat dia tidak mau berurusan lagi dengan orang itu. Dia ingin hidup bahagia tanpa memikirkan sakit hatinya terhadap doni. Kepala icha terasa berat. Badan nya mulai menggigil.


Adit merasa aneh tidak menemukan icha di dapur. Biasanya jam segini icha sudah sibuk didapur membuatkan adit kopi. Ia bergegas menuju kamar istrinya.


"Icha" adit terkejut melihat icha yang pucat dan berselimut tebal. Badannya pun sangat panas. Icha membuka matanya sedikit saat adit memeriksanya.


"Gimana ini kamu panas sekali. Aku bawa ke dokter ya" kata adit panik.


"Mas adit kan dokter" kata icha.


"Oh iya aku lupa" saking panik nya ia tidak menyadari bahwa dirinya dokter. Ia segera memeriksa istrinya. Lalu membuatkan bubur untuk icha.

__ADS_1


"Makan lah. Ayo" adit menyuapi icha.


"Aku bisa makan sendiri" icha mengambil mangkok bubur dari tangan adit dan makan bubur itu.


"Sudah mas aku kenyang" kata icha saat menghabiskan setengah mangkok bubur.


"Oke. Ini makan obat nya" adit memberikan obat kepada icha. Icha mengambil bubur lalu meletakkan obat dimulut nya. Dengan susah payah dan mendongak keatas akhirnya ia berhasil memasukan obat itu.


"Aneh banget cara kamu minum obat. Susah?" Adit sedikit tertawa


"Iya. Susah. Yang penting aku kan minum obat" kata icha.


"Mas adit nggak kerja?" Tanya icha


" aku ijin hari ini. Mau nemenin istri" ia tersenyum.


"Mas adit kenapa tidak masuk?" Tanya renata dalam chat wa nya. Adit yang mengetahui ada pesan masuk dari renata mengernyitkan dahi.


"Istriku sakit" jawab adit singkat.


"Wah beruntungnya jadi istri mas adit ya. Jadi pengeeen" kata renata. Adit membacanya risih sekali.


"Pengen kenapa?" Tanya adit pura pura tidak paham.


"Pengen jadi istrinya mas adit. Hehe bercanda" kata renata berharap.

__ADS_1


"Aduuuuuh" adit tiba tiba berteriak saat icha mencubit lengan nya


"kalau handphone nya bunyi terus mending pergi saja sana. Aku nggak bisa tidur" ucap icha galak.


"Iya iya maaf. Kalau ada apa apa hubungi aku" kata adit lalu meninggalkan icha di kamar.


"Gara gara renata" gumam adit kesal.


Ia duduk di teras rumah sambil memainkan handphone nya. Ia teringat orang tuanya di desa. Adit segera menghubungi ibu nya.


"Wa'alaikum salam buk" jawab adit setelah ibu nya mengucapkan salam.


"Ibuk sehat? Maaf adit belum nengok ibuk" ucap adit sopan.


"Alhamdulilah ibuk baik. Iya tidak apa apa. Gimana kabar istrimu?" Tanya ibu adit.


"Icha sedang tidak enak badan buk" adit menjelaskan


"Wah jangan jagaaaan. Yaaah yaah kita mau punya cucu yaaah" teriak ibu adit girang.


"Buk ibuk. Enggak" adit berusaha menjelaskan.


"Wah masak buk? Dit. Biasanya tanda tanda hamil itu tidak enak badan lo" kata ayah adit yang langsung datang ketika istrinya memanggil.


"Ayah ibuk. Icha tidak hamil." Adit sedikit pusing. Bagaimana tidak, ia tidak pernah menyentuh icha sama sekali.

__ADS_1


"Minggu depan kita kesurabaya saja. Kita periksakan sendiri ya buk" adit memijat mijat kepalanya. Ia tidak mungkin menjelaskan kepada orang tua icha kalau mereka tidak pernah melakukanya. Tapi orang tua adit juga tidak akan bisa dicegah untuk memeriksakan icha ke dokter.


__ADS_2