Assalamualaikum Lelaki Pilihan

Assalamualaikum Lelaki Pilihan
Bab 21


__ADS_3

"Ayah ibuk, icha hanya kecapaian saja. Percaya sama adit" adit masih berusaha menjelaskan keadaan yang sebenarnya


"Kamu sepertinya kok tidak suka punya anak sih le" tanya ibu nya kesal karena adit memgelak terus


"Bukan tidak senang. Tapi memang tidak hamil. Yasudah ya yah ibuk. Adit mau lihat icha dulu. Assalamu'alaikum" ia pun mematikan panggilan nya. Lalu masuk ke dalam rumah. Ia menuju dapur dan membuat kopi sendiri. Setelah itu adit mencuci piring. Ia memang selalu mengerjakan pekerjaan rumah nya sendiri.


"Mas adit ngapain?" Tanya icha


"Kamu kok bangun? Sudah enakan?" Tanya adit. Icha duduk di meja makan.


"Sudah. Aku pengen makan" kata icha.


"Pesen online saja ya" adit menyarankan. Lalu ia duduk berhadapan dengan icha, mencari menu makanan untuk dipesan. Setelah berdiskusi akhirnya adit memesan gurame asam manis dan udang goreng tepung.


"Mau aku buatin teh hangat?" Tanya adit lembut. Icha menggeleng.


"Makasih ya sudah dirawat. Aku jadi cepet sembuh" ia tersenyum manis


"Sudah kewajiban ku. Boleh kah aku tau apa yang membuat kamu menangis?aku kan suamimu" tanya adit hati hati. Takut icha merasa tersinggung.

__ADS_1


"Dia mantan ku" icha tersenyum masam. Membuat adit terbelalak. "Kenapa mantan sampai membuat mu menangis" gumam nya dalam hati.


"Aku dulu sangat mencintainya. Aku pernah memutuskan untuk menikah muda, karena bagiku dia adalah yang terbaik buat aku" ia menghela nafas panjang.


"Kami sudah merencanakan pernikahan waktu itu. Aku sangat bersemangat akan menjadi seorang istri. Aku berjanji akan menjadi istri yang baik untuk dia. Aku akan melayani nya dengan sepenuh hati" icha berhenti bercerita. Ia kembali menghela nafas panjang.


"Saat merencanakan pernikahan, aku selalu mengajak sahabatku andil dalam proses nya. Saat itu aku merasa jadi orang yang paling bahagia sedunia. Q memiliki pasangan yang setia dan sahabat yang selalu ada. Tapi aku salah" air matanya menetes. Adit berpindah tempat ke samping icha dan memegang tangan nya.


"Lama lama sahabatku menjauh. Dia tidak lagi semangat membantuku. Aku fikir karena dia banyak urusan. Aku sudah membayangkan pernikahan yang indah dengan pacar ku, menjadi seorang istri yang membuat suamiku nyaman. Saat hari pernikahan aku didandani dengan sangat cantik. Semua orang memujiku. Aku bahagia sekali saat itu.tapi..." icha menahan tangis nya. Adit menenangkannya.


"Ia tidak datang saat pernikahan, aku mencoba menelepon nya namun tidak diangkat. Aku sangat panik takut terjadi apa apa dengan nya, Lalu ada nomor asing yang menelepon ku. Ternyata itu dia, aku tersenyum lega lalu Aku bertanya apakah dia akan segera datang. Ia menjawab tidak. Dan ia minta maaf padaku. Ternyata dia tidak akan menikah dengan ku" ia tersenyum masam ke adit


"Apa alasan nya" tanya adit pelan


"Dia bukan laki laki yang pantas untuk kau tangisi. Simpan air matamu untuk laki laki seperti itu" ia baru menyadari istrinya memiliki kisah yang berat. Mungkin ini yang menyebabkan istrinya teramat dingin dengan laki laki.


"Tunjukkan padanya kamu sudah kuat. Kamu tidak butuh orang seperti dia" ucap adit lalu memeluk icha dengan kuat.


***

__ADS_1


"Mas adit ngapain bongkar bongkar kamar ku" tanya icha saat melihat adit memberesi kamar icha.


"Sekarang pindah ke kamar ku saja" kata adit.


"Enggak mau. Balikin iih" kata icha sambil meraih tas miliknya


"Ayah ibuk minggu ini kesini. Kita nyicil mindahin barang mu. Terserah kamu mau tidur mana saat ini. Yang penting barangmu sudah dikamarku" adit menjelaskan. Akhirnya icha menurut dan memindahkan barang barang nya ke kamar adit.


"Beberapa baju ku biar dikamarku saja tidak apa apa. Kalau ditanya karena kamar mas adit tidak muat" kata icha. Adit pun menyetujui ide icha.


Icha duduk di kursi kerja adit sambil menata buku buku nya. Sedangkan adit membantu membereskan barang barang icha.


"Tidurlah dikamarku malam ini" pinta adit


"Hah? Enggak lah. Iiiih jangan macem macem sama aku ya" icha memandang adit sambil melotot.


"Idih jangan gr ya. Aku hanya kawatir karena kamu baru sembuh. Kalau tiba tiba meringkuk seperti tadi gimana?" Adit menjelaskan dengan menggebu gebu.


"Halah bilang saja mau cari kesempatan. Maleees" icha langsung keluar dari kamar adit. Adit menatap dengan wajah jengkel dan menendang lemari di samping nya

__ADS_1


"Aduh sakit. Gara gara anabel. Kumat deh ngeselin nya. Sensitif kayak pantat bayi" adit mengomel sendiri dan tangan nya memeras kanebo yang sudah kering itu karena kesal.


"assalamu'alaikum readers. jangan lupa yah tinggalkan jejak saat kalian membaca novel ini. 1 like , coment dari kalian sangat berarti untuk author. jangan lupa vote juga ya. kalian harus kumpulkan poin kalian dulu lalu gunakan untuk vote novel ini. terimakasih yaaaah"


__ADS_2