
"Mas adiiiit. Jijik tau akuuuu" kata icha. Wajahnya tersipu malu melihat hadiah yang diberikan oleh adit. Adit mengedipkan matanya dan tersenyum lebar.
"Pakek dong" kata adit sambil memegang tangan icha. Bagaimana tidak malu, adit memberikanya lingerie berwana merah yang sangat transparan. Icha selama ini hanya melihat lingerie di toko pakaian dalam ketika ia sedang berbelanja ke mall.
Malah sekarang suaminya yang membelikannya lingerie itu. Icha mendengus kesal, sebenarnya ia tidak nyaman memakainya.
"Ayo dong. Aku ingin lihat kamu mengenakan nya" kata adit.
"Aku malu mas. Aneh iiih" kata icha
"Aku ingin kamu pake ini. Ayolah" kata adit. Icha pun akhirnya menyetujuinya. Ia menuju kamar mandi dengan membawa lingerie merah tersebut.
Adit tidak sabar melihat icha keluar dari kamar mandi dengan mengenakan lingerie pilihannya. Ia sudah membayangkan betapa seksi dan cantiknya istrinya itu.
Icha mengintip dari pintu kamar mandi sambil memanyunkan bibirnya.
"Kenapa. Ayo kesini" pinta adit. Lalu ia duduk di tepi ranjang sambil tersenyum sangatlah manis. Icha keluar dari kamar mandi dengan jantung yang berdebaran. Ia menundukkan kepala karena malu.
"Laaah kok pakek handuk" kata adit lalu mendekati istrinya. Ia tersenyum lalu membelai wajah icha.
"Kamu cantik" ia memeluk icha dan menarik tali handuk baju yang sedang dikenakan istrinya. Icha tersipu malu saat adit memandanginya dari atas hingga ke bawah dan menelan ludah nya dengan susah payah.
Adit menggendong istrinya ke ranjang. Dan terjadilah adegan horor yang ke dua.
***
Pagi hari icha rasanya malas sekali untuk sarapan. Ia merasa tidak nyaman untuk berjalan.
__ADS_1
"Masih sakit?" Tanya adit sambil melirik kearah icha. Icha mengangguk. Adit melangkahkan kakinya mendekati istrinya.
"Maaf ya" kata adit seraya mencium kening icha. Namun adit sangat puas, ia merasa semalam ia benar benar dapat melakukan kewajibanya dengan sempurna. Ia bisa membuat goal pertamanya dengan susah payah.
"Mau aku gendong?" Tanya adit. Icha menggeleng.
"Di hotel saja kah? Tidak usah jalan jalan kalau kamu tidak nyaman?" Tanya adit sambil meremas tangan icha.
"Jangan dong. Sudah dibali masak cuma di hotel" kata icha memanyunkan bibirnya, akhirnya mereka tetap mengunjungi tempat wisata di bali.
***
Setelah kurang lebih 5 hari dibali akhirnya mereka kembali ke surabaya, hubungan adit dan icha semakin dekat dan selayaknya pasangan suami istri.
Mereka sengaja mengambil cuti 1 minggu agar bisa beristirahat terlebih dahulu selepas liburan di bali.
"Hmmm" jawab adit sambil sedikit melirik kearah icha. Icha menggigit bibir bawahnya sambil memainkan jari nya. Hendak berbicara namun ia ragu.
"Kenapa?" Adit melepaskan pelukannya, ia memandangi istrinya sambil kedua tanganya menyentuh pipi icha.
"Kamu janji tidak akan meninggalkan ku kan?" Tanya nya ragu ragu. Ia mencari jawaban dari bola mata adit yang saat ini menyipitkan matanya dan mengernyitkan dahinya.
"Kenapa mikir begitu?" Tanya adit
"Aku takut saja. Kamu sudah mengambil semua dariku. Aku tidak ingin kamu mencampakkanku. Apalagi memilih renata" icha menundukkan wajahnya. Bibirnya cemberut.
"Apa alasanku meninggalkanmu dan memilih renata?" Tanya adit sambil memainkan rambut istrinya.
__ADS_1
"Entahlah" jawab icha yang memalingkan wajahnya dari adit lalu memandang sudut ruangan keluarga.
"Tidak, karena janjiku padamu untuk selalu menjaga dan mendampingimu selamanya sudah dicatat di langit oleh Allah" ia tersenyum sembari mengatakan hal tersebut membuat icha yang semula berpaling jadi memandang kearah mata adit, sungguh sangat terlihat tulus. Dan mata adit sedang berbinar.
Icha tersenyum haru mendengarkan kata kata suaminya. Mungkin benar kata bapak suatu hari icha akan berterimakasih kepada bapak karena telah menjodohkan icha dan adit.
icha memeluk suaminya erat bagai tidak mau kehilangan adit. ia tidak mau merasakan lagi sakit yang dulu pernah ia alami.
"kenapa menangis?" tanya adit sambil menghapus air mata istrinya.
"aku bersyukur mas, allah telah menggantikan kesedihanku dimasa lalu dengan kebahagian yang tak terhingga" ia masih meneteskan air matanya lalu mengusap dengan punggung tangannya.
"kamu bisa mempercayaiku" kata adit penuh keyakinan.
icha sungguh bahagia, yang semula ia membenci adit kini mulai tumbuh bibit cinta dihatinya.
"yaudah aku mau belanja di depan ya mas. minta uang nya" kata icha sambil menengadahkan tanganya di depan adit. adit mengeluarkan dompet nya dan memberikannya kepada icha.
"wiiiw. sedompetnya. bisa ambil sesuka hati nih" kata icha senang.
"bebas, kan uang suami milik istri" kata adit.
icha membuka dompet adit ia melihat ada foto adit jaman kuliah di dompet nya. mas adit begitu tampan namun wajah nya tidak asing bagi icha, ya jelas kan memang setiap hari icha bertemu dengan adit.
"loh kok ada foto ini" kata icha saat ia menemukan sebuah foto wanita di dompet adit. adit yang menoleh foto wanita yang dikeluarkan oleh adit seketika terkejud. ia belum sempat membuang foto itu dari dompet nya. ia takut icha salah paham dengan foto wanita yang ada di dompet nya.
mereka saling memandang, wajah adit memerah dan bibirnya sedikit terbuka. ia binggung bagaimana caranya menjelaskan siapa wanita itu kepada istrinya.
__ADS_1
"selamat hari raya idul fitri readers. semoga korona segera berlalu. agar bisa kumpul dengan keluarga. aamiin"