
Jantung icha semakin berdetak kencang dan wajah nya memerah, mereka saling tersadar dan adit melepaskan pelukanya.
"Trimakasih" kata icha sambil pergi berlalu. Adit mengusap usap dada nya yang sedari tadi berdebar debar.
"Huuuh, kenapa jantungku berdebar terus" kata icha setelah ia meneguk segelas air putih.
***
"Aku tidur dimana?" Tanya icha ketika mereka selesai makan malam
"Tuh dibelakang ada kamar" adit menunjuk 1 kamar dibelakang dekat dengan halaman belakang. Setelah makan ia pun langsung menuju kamar yang ditunjuk oleh adit.
"Lah, kok tidak ada kasur nya? Seriusan ini aku tidur di lantai" gumam icha sambil memandang keadaan kamar itu. Ruangan itu ukuran 3 x 2.5 m. Sebuah ruangan kosong dengan tikar tergulung. Ruangan itu sebenarnya dijadikan tempat penyimpanan oleh adit.
"Enakan tidur di kos kalau kayak gini" gerutu icha sambil menggelar karpet kecil itu.
Ehemmm.
Adit menyandarkan tubuhnya di pintu dengan tangan terlipat.
"Apa??? Tau begini aku tidur di kos. Melas banget aku disini" kata icha
"Hahaha. Aku kan bercanda, kenapa kamu mau tidur digudang" adit tertawa ternyata icha sepolos itu.
__ADS_1
"Kan mas adit yang bilang aku disuruh tidur sini" dengan wajah yang memelas dan duduk jongkok membetulkan karpet.
"Keluarlah, sini aku tunjukkan kamarmu" icha mengikuti adit dari belakang. Adit membawa icha ke kamar tamu.
"Tidurlah disini. Q tadi cuma bercanda, eh ternyata kamu serius orang nya. Dasar oneng" umpat adit lalu meninggalkan icha.
"Hissh" icha mengepalkan tangan nya seperti mau memukul suaminya
"Dasar laki laki menyebalkan" gerutunya. Lalu menutup pintu kamarnya
***
Setelah shalat subuh icha segera kedapur untuk menyiapkan sarapan adit. Kali ini iya membuat telur goreng. Icha mengambil tomat, daun bawang prei, bawang putih dan bawang merah serta cabe kecil. Ia mencuci semua bahan tersebut dan memotong nya. kemudian icha mengocok telur lalu memasukan bahan bahan yang telah ia potong potong dengan menambah garam dan gula. Icha tidak suka menggunakan penyedap rasa. Walaupun ia tidak pandai memasak, namun ia suka membuat telur dadar.
"Mas, sudah aku buatin sarapan. Aku pulang ya, mau persiapan kerja" kata icha
"Besok kamu ambil cuti. Kita beresin barang barang mu di kos" perintah adit.
"Tapi mas. Aku di kos saja lah" tolak icha
"Kamu mau orang tua kita kawatir. Besok kita angkut barang mu" kata adit dingin lalu meninggalkan icha menuju tempat makan.
Icha pun segera pergi untuk menuju kos nya. Di meja makan, adit melihat telur dadar yang tampilanya sangat menarik.
__ADS_1
"Kelihatan nya enak. Tapi jangan jangan asin banget kayak kemarin" gumam adit. Adit mencicipi telur buatan istrinya itu
"Hmmm enak juga" kata adit sambil terus melahap sarapan yang disiapkan oleh istrinya.
Kebetulan hari itu adit masih mengambil cuti. Makanya ia tidak berangkat bekerja. Besok ia harus bekerja shift malam.
***
"Cha kamu makan siang apa?" Tanya gina yang kebetulan sedang main di laboratorium icha.
"Penyetan aja lah gin. Pakai grab aja ya cari yang diskon 50%" kata icha sambil memainkan ponsel nya
"Tetep saja cari diskon. Bukanya suami mu kaya ya" tanya gina
"Enggak ah, biasa aja. Lagian kalau kaya masak tidak boleh cari diskon" jawab icha.
"Iya deh terserah nyonya adit saja, ngomong ngomong si rangga nangis nangis kmarin masih tidak percaya kamu udah nikah. Haha" kata gina sambil tertawa.
"Gimana kalau rangga sama kamu saja. Kayaknya cocok" icha menatap serius kearah gina sambil menyenggol tangan gina.
"Apa sih kamu iiih. Udah aku pesan makan dulu" wajah gina memerah. Lalu mengalihkan dengan mencari cari menu makanan di grab food.
Sebenarnya gina memiliki perasaan terhadap rangga, namun apalah daya. Rangga mencintai sahabatnya, gina lebih memilih diam dan memendam perasaanya tanpa cerita ke icha. rangga adalah lelaki berkacamata yang sangat kalem, kulit nya bersih dan tinggi, namun dia sedikit cupu. ia sejak lama mengejar icha setelah icha putus dari pacar nya. namun icha tidak pernah melirik nya.
__ADS_1