
"Sembunyi sus" Ucap icha melangkah mundur saat ia melihat seorang tersebut berbalik badan dan hendak menuju kearahnya.
Mereka masuk kembali ke toko jam tersebut, icha menyalakan kamera depan nya untuk dapat memantau pergerakan orang tersebut.
"Ada siapa sih bu?" Tanya sus santi yang merasa heran dengan icha
"Lihat depan sus, ada mas adit tuh, jangan sampai kita ketahuan" Ucap icha berbisik pada sus santi
"Nah kan, saya bilang apa. Bu icha sih bandel" Ucap sus santi, ia tidak mau sampai ketahuan adit jika ia telah membawa icha ke mall,
Icha melihat dari ponselnya adit jalan lurus melewati toko jam tersebut
"Alhamdulilah, cek sus sudah jauh apa belum. Mas adit kemana?" Tanya icha, sus santi pun berdiri dan mengintip adit yang saat ini sedang belok ke kiri
"Aman bu, dokter adit sudah belok, yuk kita pulang dari pada ketahuan, takut saya bu" Ucap sus santi. Icha kemudian berdiri dan membenarkan tongkat nya kemudian segera turun bersama dengan sus santi menggunakan lift.
Mereka memanggil taksi online untuk pulang, icha dan sus santi menghela nafas lega, akhirnya mereka tidak ketahuan oleh adit.
"Bu, katanya pak adit kerja, kok malah di mall ya" Tanya sus santi,
"Sepertinya tujuannya sama kayak saya sus, cari hadiah" Icha begitu bahagia, ternyata suaminya juga memikirkan hal yang sama dengan dia.
Sore hari, sesuai janji adit, ia sudah berada di rumah, adit keluar dari mobilnya dengan perasaan yang sangat bahagia, semua persiapan untuk besok sudah matang, ia berdoa agar semua berjalan sesuai dengan rencananya.
"Assalamualaikum" Ucap adit saat masuk kedalam rumah, ia mencari sosok yang selalu ia rindukan,
Ia segera masuk kedalam kamarnya saat tidak menemukan istrinya di ruang tengah dan dapur, benar saja, icha saat ini sedang menata pakaian didalam koper.
"Assalamualaikum" Ucap adit yang berjalan menghampiri icha
"Waalaikum salam. Mas sudah pulang" Ucap icha lalu menyambut hangat tangan suaminya.
"Sibuk sekali sih" Kata adit.
"Iya dong, siap siap buat kencan besok" Ucap icha sambil meletakkan baju di koper dengan kesusahan.
"Sayang, istirahat aja ya. Biar aku nanti yang lanjutin setelah mandi. Kakinya nanti sakit" Ucap adit. Yang diangguki oleh istrinya, icha merasa sangat beruntung memiliki suami yang pengertian dan perhatian padanya
Selesai mandi adit membantu istrinya untuk packing baju yang akan dibawa honeymoon di hotel.
"Mas, hari ini pasien nya banyak lagi?" Tanya icha, ia duduk di pinggir kasur merapikan pakaian, sedangkan adit mengambil pakaian nya dari lemari
__ADS_1
"Iya lumayan, aku juga nyiapin berkas buat daftar spesialis, doain ya" Ucap adit.
"Jadi ke amerika?" Tanya icha
"Insyaallah, katanya kamu kan mau casting biar bisa jadi artis holywood" Kata adit, ia mengingat betul bagaimana istrinya berakting horor kala itu yang membuatnya hampir saja jantungan
"Oh iya sih, semoga nanti kaki ku udah bisa jalan tanpa tongkat ya. Aamiin" Saat ini kakinya sudah semakin kuat, namun belum bisa untuk menopang tanpa tongkat.
"Aamiin. Insyaallah" Adit mencium istrinya dan mengelus rambut panjang icha.
Hari ini mereka tidur lebih awal agar dapat bangun lebih awal juga, jam 3 dini hari icha bangun terlebih dahulu, ia hendak melaksanakan shalat tahajud.
Rupanya bunyi air wudhu icha yang jatuh membuat adit terbangun, ia mengucek matanya lalu melirik jam di mejanya,
"Mas" Ucap icha saat keluar dari kamar mandi yang melihat suaminya sudah duduk ditepi ranjang
"Heeey, shalat sama sama ya" Ucap adit lalu bangkit dan segera menuju ke kamar mandi.
Icha sudah siap dengan mukena nya dan duduk di kursi roda untuk menunaikan shalat tahajud. mereka akhirnya shalat tahajud bersama sama. Mereka selesai shalat sebelum waktu subuh berkumandang, adit menghampiri istrinya
"Happy aniversary sayang" Adit memeluk istrinya dan mencium kening istrinya. Icha mengeratkan pelukan adit
"Happy aniversary juga suamiku" Ucap icha.
"Insyaallah. Semoga kedepannya banyak hal hal baik ya mas, dan kita segera dikaruniai momongan" Ucap icha.
"Aamiin" Kata adit.
"Oh iya mas, aku punya sesuatu buat kamu" Kata icha, ia meraih tongkatnya dan berdiri dibantu oleh suaminya.
Icha berjalan menuju meja disamping tempat tidurnya, membuka laci dan mengambil kotak silver dari dalam laci.
"Ini, buat mas adit" Kata icha sambil menyerahkan kotak jam tangan yang sudah ia beli
"Waaah jam tangan ya, kamu repot repot banget sih sayang" Ucap adit bahagia, ia membuka kotak jam tersebut lalu mengambil jam dan memakainya.
"Cakep banget ini, makasih ya istriku" Adit mengecup kening istrinya
"Sama sama, tadinya mau ku bungkus kertas kado, tapi kupikir pikir enggak ah kayak anak ABG aja" Kata icha yang membuat adit tertawa
"Semoga suka ya mas, dipakai. Biar setiap detiknya mas adit ingat sama aku, ketika mas adit lihat waktu yang terus berputar, disitu ada aku yang terus mencintaimu dan menunggu mu untuk pulang" Ucap icha, ia ingin adit selalu mengingatnya dimanapun suaminya berada.
__ADS_1
"Pasti" Kata adit sambil mencium tangan istrinya.
"Kok mas adit nggak kasih aku kado" Kata kata yang hanya dibatin oleh icha, lantaran ia melihat adit ke mall disaat ia ijin untuk pergi bekerja,
"Sudah adzan, shalat berjamaah yuk" Ajak adit.
Hari ini adit dan icha akan stay cation di hotel bintang 5 di surabaya, jam menunjukkan pukul 10.00, icha sedang bersantai di kamar, ponselnya berdering tanda ada pesan whatsapp masuk. Ia melihat pada layar ponselnya, dari nomor yang tidak ia kenal.
Icha membuka ponsel nya dan membaca pesan yang membuat icha terbelalak
"Lihat kelakuan suamimu" Kata dalam chat tersebut, ia juga mengirimkan beberapa foto. Icha mengunggah foto foto tersebut, ia sampai menutup mulutnya dengan tangan, dan ponsel itu terjatuh.
Tangan nya gemetaran, ada air mata di pelupuk mata icha, dengan mengumpulkan kekuatan ia kembali meraih ponsel nya.
"Mas adit" Katanya lirih sambil menahan tangis.
Apakah itu sebuah editan? Rasanya otak dan hatinya tidak dapat bekerja sama. Otaknya tidak ingin mempercayainya namun hatinya tidak dapat dipungkiri bahwa ia tidak percaya.
"Sayang siap siap ya?" Tanya adit yang tiba tiba masuk kedalam kamar. Icha menatapnya dengan tajam, adit binggung melihat istrinya menoleh dengan tatapan seperti itu, air matanya menetes. Ada musibah apa lagi sekarang batin adit
"Hey, kenapa? Ada masalah apa?" Ucap adit berusaha meraih tangan istrinya namun dihindari oleh icha.
"Kamu kenapa si?" Tanya adit penasaran, ia tidak merasa punya salah pada istrinya
"Kamu ngajak renata ke hotel?" Tanya icha dengan hati yang berkecamuk.
"Enggak lah, ngapain aku ngajak dia ke hotel. Jangan bercanda dong cha" Kata adit dengan senyuman yakin, ia memang tidak pernah mengajak renata kehotel namun renata lah yang mengajak adit ke hotel
"Lalu ini apa?" Teriak icha sambil menunjukkan foto kepada adit, adit terkejut melihat foto dirinya dan renata sedang berjalan berdua menuju kamar dengan ekspresi bahagia, ada lagi foto renata menggandeng adit masuk kedalam kamar hotel dengan mesra, wajah mereka nampak berseri seri didalam foto tersebut.
"Cha, tunggu. Kamu dapat foto ini dari siapa?" Tanya adit yang malah membuat icha menangis tersedu
" Pertanyaanmu ini mas. Menjawab bahwa kamu memang ke hotel dengan renata. Tega kamu mas" Ucap icha dengan menangis sesenggukan, kata kata adit seolah memberikan bom kesakitan untuk icha.
"Tunggu, aku nggak bilang aku ke hotel dengan renata. Ini salah paham sayang" Kata adit berusaha menjelaskan. Ia berusaha meraih tangan icha namun selalu ditepis.
"Salah paham? Lalu ini apa?" Tanya icha, ia menunjukkan bukti bill hotel atas nama adit suaminya.
"Ini fitnah, kumohon percaya padaku. Aku ke hotel bukan hanya sama renata, namun juga sama rasyad, dan kami mau menjenguk pak hasyim, setelah sampai kamar ternyata pak hasyim tidak ada" Ucap adit menceritakan kejadian yang sebenarnya.
"Ceritamu nggak bisa yang lebih masuk akal gitu? Seperti akal akalan mas. Aku bukan anak kecil yang mudah dibohongi. Aku lelah mas lelah" Ucap icha, ia duduk lemas di pinggir ranjang nya dengan air mata yang sulit untuk berhenti menetes
__ADS_1
"Okey, aku telpon renata biar kamu percaya kalau ceritaku benar" Ucap adit ia menekan nomor renata, ia tau yang mengirim i icha bukan lah renata, sehingga ia percaya bahwa renata akan berkata jujur bahwa mereka tidak ada apa apa.
"Halo assalamualaikum mas, kebetulan banget nih mas adit telpon. Ada apa?" Ucap renata diseberang sana