Assalamualaikum Lelaki Pilihan

Assalamualaikum Lelaki Pilihan
Bab 14


__ADS_3

Adit tertidur di kursinya belum lama, sekitar jam 3 perawat beserta security membawa seorang gadis berumur 15 tahunan masuk kedalam IGD, anak tersebut tidak sadarkan diri. Disamping anak tersebut ada ayah nya yang terlihat berdarah di kening nya dan beberapa luka ditangan. Melihat kegaduhan itu adit segera terbangun dan berdiri menghampiri anak yang kini tidur di bed IGD.


"Pasien kecelakaan?" Adit meraih stetoskopnya. Ayah gadis itu terus menangis meminta anaknya segera diselamatkan


Perawat renata memasang ventilator karena keadaan gadis itu tidak stabil. Adit segera memeriksa nadi gadis tersebut, namun denyut melemah, dan semakin melemah. Melihat pasien monitor yang menunjukkan nadi semakin menurun terus adit segera melakukan CPR. Adit menekan bagian tengah dada dan menghitung nya sambil melirik kearah pasien monitor. Sedangkan ayah gadis itu terus menangis dan meminta tolong, salsa menenangkan ayah gadis itu.


"Defibrillator cepat" kata adit saat melihat jantung gadis itu berhenti. Renata segera mengambil alat tersebut dan mempersiapkan nya. Lalu ia Memberikan gel diatas defibrilator tersebut dan memberikan nya pada adit. Adit bersiap siap menggunakan nya


"Shock" ia menekan kan pada dada gadis itu lalu melirik ke monitor.


"Naikkan" kata adit. Setelah mendapat aba aba dari perawat renata adit memompa jantung lagi


"Shock" namun jantung gadis itu tidak kembali. Ayah gadis itu menangis sejadi jadinya.


"Tolong putriku dok" pintanya memelas.


Adit menepuk pundak bapak itu "sabar ya pak. Kami sudah berusaha" katanya lalu mengumumkan waktu kematian gadis itu.

__ADS_1


Adit sangat membenci melihat pasien meninggal di tangan nya. Namun sebagai dokter ia harus siap apapun itu.


***


"Rumah mu dimana ren?" Tanya adit saat berjalan ke parkiran bersama renata


"Di daerah dharmahusada mas, eh maksud saya dok" kata rena


"Tidak apa apa, kalau diluar panggil mas adit saja" adit tersenyum


Adit melajukan motornya pulang kerumah. Ia ingin segera merebahkan badan nya di kasur. Ketika masuk kedalam rumah ia sudah tidak mendapati istrinya. Adit melihat jam di tangan kirinya


"Jam 9, pantesan udah nggak ada. Tapi icha kerja dimana ya?" Mereka memang belum pernah membicarakan hal yang pribadi, sampai saat ini adit masih belum tau dimana icha bekerja.


Di lain sisi dirumah renata, rena masuk kedalam rumah melewati suami dan anak nya lalu masuk kedalam kamar.


"Ren. Rena" doni mengejar istrinya kedalam kamar.

__ADS_1


"Apa sih maas, aku capek" kata renata


"Masuk masuk nggak ngucapin salam. Lihat anak mu tuh, rindu ibunya. Dari tadi nanyain ibu nya. Kamu malah langsung ke kamar" protes suami renata.


"Mas plis deh nggak usah ngajak ribut. Lagian lea juga tidur kan. Aku habis kerja. Capek. Mau istrahat. Mas kan enak cuma dirumah tidak kerja" rena bersuara tinggi di depan suaminya.


"Kamu ya. Sudah tidak menghargai aku lagi. Saat aku kaya kamu sangat perhatian. Sekarang aku jatuh miskin kamu semena mena terhadap suamimu" doni membentak renata


"Salah siapa bangkrut. Sekarang aku harus banting tulang sendiri..capek mas capek" kata rena lalu pergi meninggalkan doni. Doni sangat kesal dengan istrinya. Dulu ia sangat memanjakan renata, apapun yang ia minta pasti dituruti. Sekarang renata memperlakukan suaminya seperti orang tidak berguna. Doni menarik rambut nya dengan kedua tangan nya. "Aaargggg".


***


"Assalamu'alaikum" kata icha saat memasuki rumah. Ia tidak melihat siapa pun, lalu ia masuk kedalam kamar nya dan membersihkan diri. Adit yang mendengar icha datang lalu keluar dari kamar nya. Ia berjalan menuju dapur namun tidak menemukan icha. Adit menuju ke kamar icha. Ia mengetuk pintu kamar icha 3x. Namun tidak ad jawaban dari icha. Akhirnya adit membuka pintu kamar icha.


"Aaaaaarrrrgghh" teriak icha saat melihat adit masuk kedalam kamarnya. Adit pun juga terkejut melihat icha baru keluar dari kamar mandi dengan mengenakan bra dan cd saja. Mereka sama sama berteriak karena terkejut. Sebenarnya hal yang biasa dilihat oleh suami istri, namun bagi mereka berdua hal tersebut memalukan. Adit tidak pernah melihat wanita setengah telanjang langsung didepan matanya. Begitupun icha yang tidak pernah memperlihatkan tubuhnya. Bagaimana memperlihatkan tubuhnya. Melepas hijab nya didepan lelaki yang bukan mahram nya saja ia tidak pernah.


"hallow readers. thanks ya udah support aku buat selalu update novel. author ingetin lagi ya. mohon dukungan nya dengan like comment dan vote. karna hal itu membuat author semakin semangat berkreasi. hehe. thanjs yaa"

__ADS_1


__ADS_2