
"Renata" terlihat wajah renata yang memerah, sesekali ia mengusap air matanya. Rio memandang kearah adit sambil alis matanya ia naikkan seakan bertanya kenapa dengan renata, rio mengangkat kedua telapak tangannya, ia tidak mengerti apa yang sedang terjadi.
Adit dan rio mendekat, renata melihat mereka dari kejauhan. Ia segera menghapus air matanya.
"Kamu kenapa ren?" Tanya rio dengan penasaran.
"Nggak papa dok. Anak aku sakit" kata renata sambil memgusap air matanya yang tidak bisa berhenti.
"Ke Ruang istirahat saja, nggak enak dilihat orang" kata adit. Mereka menuju ruang istirahat, ruangan itu biasa digunakan untuk dokter jaga malam yang kelelahan atau sekedar makan siang.
"Siang dok" kata perawat diruang IGD, adit dan rio segera masuk kedalam ruangan istirahat yang biasanya juga menjadi tempat untuk menaruh tas nya.
Renata menggunakan kacamata agar tidak terlihat oleh teman teman nya kalau sedang menangis.
"Kamu tenangin diri disini, nangis saja kalau mau nangis. Atau kamu mau pulang saja" tanya adit.
"Suamiku marah marah nyalahin aku atas sakit nya anakku. Dia maki maki aku, aku ibunya,pasti aku tidak tega sama anakku, tapi gimana?aku nggak mau ketemu doni" ucap renata.
"Kamu kan ibunya, suamimu marah pasti ada alasan. Seharusnya kamu nemuin anakmu" ucap adit.
"Bener tuh, biasanya ibu itu bakal melakukan apapun untuk anaknya loh" ucap rio menimpali ucapan adit.
"Suamiku tu jahat sama aku, dia selalu kasar dan kadang main fisik. Aku nggak mau ketemu dia lagi" renata sudah mulai tenang, hanya sesekali air matanya menetes.
__ADS_1
"Sekarang yang terpenting kan anak mu. Mending kamu jenguk" saran adit.
"Mas adit anterin aku ya, suamiku nggak akan marah2 kalau aku bawa teman" rengek renata, rio menatap renata dengan membelalakkan matanya.
"Kamu kan bisa mengajak teman cewek, aku nggak bisa re" ucap adit menolak ajakan renata.
"Kalau teman cewek itu suamiku tetep berani sama aku. Yasudah kalau mas adit tidak mau memgantar, aku nggak jenguk anakku" kata renata sambil wajah nya memelas.
"Kok bisa tergantung adit? Aneh lu re" ucap rio lalu meninggalkan adit dan renata, adit mengikuti rio dari belakang.
Adit pun menaruh curiga pada renata, kenapa harus adit yang mengantar nya? Dia tidak mau masuk kedalam rumah tangga renata yang kurang 1 minggu lagi sidang perceraian mereka akan dilangsungkan.
Adit melakukan operan dengan shift 1 dan ia bekerja secara profesional, sesekali ia memperhatikan renata yang terlihat kepikiran dengan anaknya.
Hingga malam renata kurang fokus dalam bekerja dan adit menyadari hal itu.
"Ren, tengoklah anakmu. Kasian dia pasti rindu ibunya" ucap adit sambil membolak balikkan status pasien.
"Aku takut dok" ucap renata.
"Loh ren, anak mu sakit? Ayo pulang temani anakmu" perintah salsa
" iya sa. Cuma aku takut suamiku bakal bentak bentak aku. Aku nggak mau" jelas renata.
__ADS_1
"Kenapa dibentak, pasti senang istrinya datang. Itu anak mu loh" kata salsa. Renata terdiam sejenak.
"Aku nggak berani" renata menggeleng.
"Aku anterin kerumah sakit" kata adit tiba tiba tanpa melihat kearah renata. Salsa dan renata langsung menatap adit.
"Nah tuh di tebeng i dokter adit" sahut salsa.
"Iya dong aku mau. Makasih ya" renata girang.
Setelah selesai dinas, adit segera mengantarkan renata menuju Rumah Sakit tempat anaknya dirawat. Jarak Rumah sakit dari tempat kerja adit sekitar 20 menit.
Adit melajukan motornya dengan kecepatan sedang, setelah sekitar 20 menit akhirnya mereka sampai di Rumah sakit ibu dan anak tempat inge di rawat. Adit menghentikan motornya di depan Rumah sakit.
"Udah kamu segera masuk" ucap adit.
"Loh sama mas adit. Ayo temenin aku mas. Plis" rengek renata
"Maaf re aku nggak bisa. Icha sudah menungguku dirumah" tolak adit.
"Plis mas, aku takut. Tolong temani aku sebentar pliss" renata merengek hendak menangis. Adit yang merasa iba dan merasa banyak yang memperhatikan akhirnya menuruti renata untuk ikut masuk kedalam Rumah Sakit.
Di parkiran adit mengirimkan pesan kepada istrinya bahwa ia pulang telat karena melihat anak temanya yang sakit. Beberapa kali handphone adit berdering panggilan dari icha, namun adit membiarkanya karena takut icha akan bertanya macam macam.
__ADS_1
Adit dan renata pun segera masuk ke dalam rumah sakit dan menuju kamar inge. Sampai di depan pintu tepat doni keluar dari ruangan itu yang membuat mereka terkejut. Tatapan doni tajam melirik kearah renata lalu berpindah ke adit yang berada disebelah renata