Assalamualaikum Lelaki Pilihan

Assalamualaikum Lelaki Pilihan
Bab 22


__ADS_3

Dirumah renata.


"Hiiih inge. Diem dong. Mama ini capek" kata renata sambil memberikan anaknya mainan. Namun inge masih tetap menangis.


"Mama gendong mama" kata inge sambil tangan nya berusaha meraih ibu nya.


"Mama capek. Kamu diem dong jangan nangis terus" bentak renata pada inge. Tiba tiba doni datang dan langsung mengambil anak nya di pelukannya.


"Kamu ini ibu macam apa bisa kasar sama anak mu" maki doni


"Aku capek baru pulang kerja. Nggak usah sok nasehati" bentak renata


"Nyesel nikah sama kamu" kata doni


"Aku lebih nyesel punya suami tidak berduit kayak kamu. Ceraikan aku" kata renata


"Oke" doni langsung meninggalkan renata dan membawa inge masuk kedalam kamar.


Dulu renata sangat tertarik dengan doni karena ia akan menjadi pewaris perusahaan ternama di jawa timur. Namun belum lama ini perusahaan ayah doni mengalami kebangkrutan sehingga doni kehilangan pekerjaan dan perusahaan yang harus nya akan jadi miliknya. Kini doni menganggur yang membuat renata harus bekerja sendirian. Ia merasa tidak sanggup dan tidak lagi bisa berbelanja barang barang mewah. Semua itu membuat ia jengkel dan mulai berubah terhadap suami dan anak nya. Dulu mereka menyewa baby sitter untuk membantu, namun saat ini mereka tidak dapat membayar seorang baby sitter. Keadaan ini lah yang membuat renata syok tidak dapat mengurus anak nya.


Doni merasa sangat kecewa dan menyesal. Andai dulu ia tidak menghianati kekasihnya, ia tidak akan semenderita ini.


"Papa enapa angis?" Tanya inge dengan wajah yang polos.


"Tidak apa apa. Papa menangis bahagia karena inge selalu sama papa" inge mencium pipi papanya.

__ADS_1


***


"Kamu masak apa sih kok nyegrak banget" adit menghampiri icha sambil terbatuk batuk.


"Buat ceker pedes setan" icha pun juga sambil batuk batuk saat menumis bumbu ceker.


"Kamu bisa buat?" Tanya adit ragu.


"Bisalah. Ini sudah sesuai dengan youtub kok" icha memasukan air dan ceker kedalam wajan dan membolak balikan ceker. Adit meninggalkannya di dapur karena ia terbatuk batuk terus.


Saat ini icha jadi suka sekali membuat eksperimen masakan karena dapur adit sangat lengkap. Setelah sekitar 20 menit ceker pedas buatan icha sudah jadi. Ia membawanya ke halaman belakang rumah adit.


"Mas adit. Yuk cobain" kata icha bersemangat


Disamping kolam ikan adit ada meja bundar dan 4 kursi. Meja tersebut ada payung yang membuat teduh. Icha meletakkan ceker pedas di atas meja.


"Makanya cobain" kata icha yang juga mengambil beberapa ceker ke mangkuk nya.


"Emmm lumayan. Pedes banget. Enak kok" kata adit saat mencicipi ceker pedas buatan icha.


"makasih.berhasil kan... Hmmm enaak banget. Ternyata aku pinter juga masak" ucap icha senang. Adit hanya tersenyum.


"Mas adit masuk siang kan hari ini?" Tanya icha.


"Iya" jawab adit singkat sambil menikmati enaknya ceker pedas buatan istrinya.

__ADS_1


Mereka saling diam cukup lama. Akhirnya adit yang memulai pembicaraan.


"Kenapa diam?" Tanya adit.


"Males banget ngomong sama orang yang pelit ngomong" jawab icha.


"Yaelah gitu aja ngambek. Sensitif amat kayak pantat bayi" ucap adit sambil melihat kearah icha.


"Mas adit tau dari mana kalau pantat bayi sensitif?" Tanya icha


"Emmmm. Ya kali. Makanya kita harus punya bayi kayak nya biar tau pantat bayi sensitif atau tidak" kata adit sambil memiringkan kepalanya seakan berfikir. bagaimanapun adit adalah laki laki normal yang ingin dipuaskan. apalagi status nya saat ini adalah seorang suami.


"Iiih ngaco. Jangan mesum. Awas ya" icha jadi tersipu malu mendengar kata kata adit. Ia deg deg an sekali. adit merasa puas melihat icha yang salah tingkah, mereka kembali hening dan menikmati ceker pedas.


Icha mulai merasa tidak nyaman dengan duduk nya. Ada sesuatu yang harus ia keluarkan. Ia mengangkat sedikit pantat nya.


"Preeeeeetttttttt......preet....preeet....duuss"


adit menatap wajah icha sambil memelototkan matanya.


"Kamu kentut?" Tanya adit.


"Halah cuma kentut. Nggak bau" kata icha saat adit menutup hidung nya.


"Iiih jorok banget siiih kamu. Kentut bisa panjang kayak suara kenalpot motor rusak" adit berdiri dari duduknya.

__ADS_1


"Bersyukur dong bisa kentut cuma suara doang. Nggak bau. Dari pada bau kayak telur busuk coba" kata icha menekankan suaranya. Adit hanya menggeleng dan meninggalkan icha sendiri.


"Sama kentut aja kabur" gumam icha sambil manyun lalu tersenyum puas. Ia kembali menikmati ceker pedas buatanya dengan lahap.


__ADS_2