Assalamualaikum Lelaki Pilihan

Assalamualaikum Lelaki Pilihan
Bab 40


__ADS_3

"Kenapa kamu sama adit?" Kata doni setengah berteriak.


"Tenang bro, aku cuma anter" ucap adit karena takut suami renata salah paham.


"Lagian kamu nggak ada urusan aku dianter siapa saja kan don. Minggir" ucap renata sambil menerobos masuk.


Doni mendekap kedua tangan nya dan menatap tajam kearah adit penuh curiga.


"Aku nggak tega lihat rena sedih terus dari tadi dan nggak konsen saat kerja, jadi aku anterin kesini don. Jangan salah paham" ucap adit.


"Silahkan saja. Kalau kamu ingin renata juga silahkan. Tapi beri aku istrimu" jawab doni sambil tersenyum nakal.


"Apa maksud mu don. Jangan berani mengganggu istriku lagi" ucap adit dengan membelalakkan matanya.


"Impas kan? Kamu dapetin istriku, aku dapat icha lagi" kata doni dengan entengnya yang membuat adit semakin geram.


"Jaga mulut mu. Jangan berani kamu merebut icha dariku. Urusi saja istrimu sendiri" adit mengepalkan tangan nya dengan geram.


"Lalu kenapa kamu mengurusi istriku sekarang? Ciiih munafik" ucap doni


"Aku hanya mengantar, dan tidak tertarik sama sekali dengan istrimu" ucap adit.


"Mas adit, masuk masū" panggil renata dari dalam kamar perawatan. Doni dan adit masuk kedalam.


"Nah ini lelaki baik yang nganterin aku. Mas adit ma namanya" apa? Lelaki baik, apa maksud renata mengatakan demikian.


"Saya teman nya renata tante, kebetulan searah jd saya anterin" ucap adit dengan sopan kepada ibu renata.

__ADS_1


"Waah kamu baik sekali. Tidak seperti doni yang tidak bisa menjaga anak dan istrinya" ucap ibu renata sambil melirik kesal kearah doni, saat itu terlihat doni yang menggeleng seakan tidak terima dengan ucapan mertuanya.


"Anak mama yang tidak tau terimakasih" kata doni agak tinggi.


"Sudah sudah. Maaf kalau kehadiran saya disini mengganggu. Kasian inge sedang tidur, tolong jangan ribut, dia butuh kasih sayang kalian. Saya pamit pulang dulu istri saya sudah menunggu" kata adit sambil melihat kearah inge yang di gendong oleh renata. Ibu renata mengernyitkan dahi ketika adit mengatakan ditunggu oleh istrinya


"Kenapa cepat cepat mas" tanya renata


"Saya pulang dulu, assalamualaikum" kata adit sopan lalu segera keluar dari ruangan perawatan.


"Mas aditt mass" panggil renata namun tidak di indahkan oleh adit. Memang tidak seharusnya ia berada disana. Dari balik pintu ia masih bisa mendengar suara renata dan doni yang salih menyalahkan


Adit segera melajukan motornya untuk pulang. Sudah pukul 10 malam. Ia tau icha pasti sangat kawatir terhadap nya. Dan benar saja, saat adit sampai dirumah icha menunggunya di teras rumah.


"Kok kamu nggak nunggu didalam?" Tanya adit saat akan memasukkan motornya


Adit tersenyum. Setelah mengunci pagar ia menghampiri istrinya.


"Maaf ya tadi tidak sempat angkat telp kamu. Yuk kita masuk" sambil merangkul pundak icha dan mereka masuk kedalam rumah.


"Yaudah mas adit mandi dulu, aku buatin jahe anget ya" kata icha, adit mengangguk.


Icha segera menuju dapur dan adit menuju ke kamar, sebenarnya adit merasa bersalaj kepada icha karena sempat mengabaikannya tadi.


Icha membawa jahe anget ke kamar dan menaruhnya di meja. Ia duduk di tepi ranjang sambil memainkan ponselnya.


"Sayang, aku kira nunggu di dapur" kata adit sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.

__ADS_1


"Sudah malam, dikamar saja, ayo diminum dulu" icha mengambil gelas jahe di atas meja dan diserahkan kepada suaminya.


"Makasih ya" ucap adit lalu meneguk jahe anget buatan icha.


"Mas adit tadi jenguk anak siapa?" Tanya icha, adit meneguk jahenya dengan susah payah, ia takut icha marah kepadanya.


"Oh itu. Emmm" kata adit.


"Kenapa? Kok ragu ragu gitu mas" tanya icha sambil memandang lekat lekat kearah suaminya.


"Aku anter renata ke rumah sakit, anaknya renata yang sakit" ucap adit hati hati sambil mengamati ekspresi istrinya.


"Kamu? Kok kamu" ucap icha, tersirat kekecewaan diwajah nya. Melihat ekspresi itu adit sudah bisa menebak apa yang akan terjadi. Ia menelan ludah dengan susah payah.


"Aku cuma anter karena kasian. Plis kamu jangan marah" adit menggenggam tangan istrinya


"Huuuuh, anak nya sakit apa?" Tanya icha


"Aku nggak tau, udah 2 hari masuk rumah sakit" ucap adit.


"Cukup ini saja mas adit anter dia, aku nggak mau kamu ikut campur lagi mas" kata icha.


"Iya, aku nggak akan lagi kok cha. Maaf ya" ucap adit lalu mengecup kening istrinya. Icha memeluk erat suaminya seakan tidak mau kehilangan adit.


"Oya, kotak dilemari itu apa sih, sepertinya kok rahasia?" Tanya adit tiba tiba


"Ituu.."

__ADS_1


__ADS_2