
Adit dan icha menoleh kearah renata yang sedang meminta pertolongan. Adit dan icha kaget saat melihat renata yang tenggelam. Mendengar namanya disebut oleh renata, adit hendak pergi untuk menolong renata.
"Tunggu mas" Icha menahan lengan adit
"Banyak yang posisinya dekat renata, kita bantu naik ke luar kolam saja ya" Ucap icha, merekapun keluar dari kolam. Benar saja laki laki yang tidak jauh dari renata pun membantunya, laki laki berkulit hitam yang usianya kisaran hampir 50 tahun itu kini menopang tubuh renata hendak menggendong nya. Renata yang mengetahui bahwa itu bukan adit lantas meronta.
Icha tersenyum melihat kejadian itu. Ia memang curiga jika renata berbohong.
Kini renatapun tidak bisa menolak bantuan laki laki tersebut, ia dibawa kepinggir kolam dan dinaikkan disana.
"Biar aku saja mas" Kata icha, adit mengangguk menyetujui istrinya. Kini renata terlentang dengan memejamkan matanya, beberapa orang mendekat
"Apakah dia pingsan?" Kata seorang ibu ibu
Icha mengecek keadaan renata, namun semua nampaknya baik baik saja, adit hanya memperhatikan dari belakang icha, sepertinya ia juga menyadari bahwa renata hanya berpura pura.
"Mas,sepertinya dia butuh nafas buatan" Kata icha, renata tersenyum tipis nyaris tidak terlihat. Tak apa jika ia tidak digendong adit, setidaknya setelah ini ia mendapatkan ciuman dari adit batinnya.
"Pak, bapak yang menyelamatkannya, dia butuh nafas buatan pak" Kata adit meminta bantuan laki laki yang sudah menyelamatkan renata.
"Haruskah kulakukan?" Kata laki laki itu sambil tersenyum.
"Iya pak segera, takutnya keburu meninggal" Kata icha yang membuat renata sangat kesal.
Bapak itupun mendekat, tangan kkanan nya memegang kepala renata, ia hendak memberikan nafas buatan, bibir nya sudah maju menjulang seperti ikan.
Renata membuka matanya sedikit dan terkejud.
"Uhuk uhuuk" Renata batuk yang menandakan dia telah tersadar. Ia membuka matanya. Semua orang yang melihat tersenyum lega.
"Wah sudah sadar. Bapak ini lo yang menolongmu" Kata icha
"Trimakasih ya pak" Ucap renata.
"Mbak mau saya antarkan pulang?" Tanya bapak tersebut.
"Enggak pak saya bisa sendiri" Kata renata, ia duduk sesaat lalu berdiri dan meninggalkan semua orang disitu. Ia menatap icha penuh kebencian yang dibalas dengan senyuman bahagia.
"Mas kita lanjut belajar lagi yuk" Kata icha sambil memeluk lengan suaminya.
"Okey. Kamu harus bisa berenang" Kata adit. Mereka masuk lagi kedalam kolam renang.
"Apa pendapat mas adit soal renata tadi" Tanya icha
"Awalnya aku panik ya, tapi pas lihat dia meronta ditolong bapak tadi aku jadi melihat kepura puraan" Ucap adit sambil memegang tangan icha untuk berenang.
"Mas adit jangan terlalu baik dong biar tidak dimanfaatkan orang" Ucap istrinya, ia tau bahwa suaminya selalu ingin menolong semua orang
"Iya istriku. Akan aku ingat ingat" Ucapnya.
***
"Ntar hari sabtu kita ke rumah tante desy ya sayang, setelah kamu pulang kerja" Kata adit dia duduk disebelah istrinya yang sedang menonton film netflix
"Kamu punya tante di surabaya mas?" Tanya icha.
"Punya 2. Yg 1 ini baru pindah ke surabaya. Makanya nanti kita kesana" Ucap adit.
"Oke. Kenapa nggak besok atau lusa aja " Ucap icha tanpa menoleh kearah suaminya. Ia melihat film romance
"Kan kamu bisanya malam. Aku minggu ini dinas siang dan malam. Sabtu baru libur" Kata adit, ia mengambil snack yang sedang di pegang istrinya.
__ADS_1
"Ooh gitu. Oke deh" Kata icha. Ia mengaduk aduk snack nya tanpa melihat. Tangannya terus memutari toples kaca yang dipegang nya.
"Heh, looh" Kata icha saat ia melihat toples itu sudah kosong.
"Mas adit nih pasti habisin snack aku ya" Selidik icha sambil memandang kearah adit.
" Lah. Aku kan baru ambil sedikit. Kamu aja yang dari tadi makan setoples. Mkanya jadi ngembang tu pipi" Adit mencubit pipi istrinya dengan gemas.
"Aaa sakit. Aku baru makan sedikit juga mas adit. Masak iya langsung ngembang" Icha mengelus pipinya yang dicubit oleh adit.
"Tadi aku mau mandi kamu udah duduk disini sambil bawa toples penuh, terus aku selesai mandi kamu masih pegangin toples, aku tinggal shalat kamu asyik sama toples. Aku selesai shalat kamu sibuk sama toples. Aku baru duduk bentar malah dituduh habisin isi toples" Kata adit
"Ha...ha..ha... Iya iya aku deh yang habisin. Bukan mas adit. Tapi mau ngemil lagi" Rengek icha, adit menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.
"Ya ampun gembul ku. Sejak kapan jadi suka ngemil banyak gini" Ucap adit yang kemudian diikuti dengan cemberutnya icha.
"Aku nggak gembul tau mas. Tau ah mas adit ini Meeenyeebalkaaaan" Ia menekankan kata menyebalkan dengan penekanan.
Icha pergi meninggalkan adit dengan toples kaca kosong, adit pun turut mengekorinya karena takut sang istri marah padanya. Malas sekali jika sampai didiamkan icha.
"Cha, maaf maaf, iya besok kubelikan snack sekarung deh. Kamu mau apa?" Tanya adit.
"Kenapa pakek karung? Mas adit Beli snack atau beli beras sih?" Tanya icha, ia berhenti berjalan lalu memandang serius kearah adit.
"Ya maksudnya beli snack yang banyak. Jangan marah dong" Kata adit sambil memgangi lengan icha. Icha hanya diam dan enggan melirik suaminya.
"Oke oke, aku beli sekarang ya. Jangan marah" Kata adit karena istrinya tidak mau bicara dengan nya.
"Yaudah, aku siap siap dulu ya" Adit beranjak pergi, ia berjalan cepat menuju ke kamar untuk berganti baju. Sepertinya adit takut jika icha marah dengan nya
"Praaaankk" Kata icha, Icha menari ala ala di hawai dengan melangkah ke kiri dan kekanan, tangan nya berleok leok sambil tertawa.
"Ya ampun sayang, aku deg deg an tau" Tanya adit yang melihat tingkah istrinya.
"Iya dong. Sini sini peluk dulu" Adit meraih tangan istrinya lalu memeluknya erat.
Saat hari sabtu tiba, mereka akhirnya mengunjungi tante desy yang baru pindah ke surabaya sekitar 2 minggu. Tidak lupa icha membelikan buah buahan untuk dibawa.
"Mas, tante desy itu adiknya ibuk atau bapak ya?" Tanya icha.
"Bukan sih. Sepupunya ibuk. Satu mbah yut lah. Tapi ya akrab. Dulu tante desy tinggal di surabaya waktu aku kecil, mungkin pindah saat aku SMA ya, sekarang kembali lagi" Tutur adit.
"Oh gitu. Kira kira ini masih jauh kah?" Tanya icha lagi.
"Sudah deket sih" Ucap adit.
"Kira kira deket sini ada pom atau indomart nggak mas?" Tanya icha lagi.
"Sepertinya di depan ada indomart" Ucap adit.
"Kalau berhenti dulu boleh nggak mas?" Icha berusaha tenang. Adit yang heran dengan istrinya sampai menoleh memandangi istrinya.
"Kenapa sih emang?" Ucap adit penasaran. Dari tadi istrinya terus bertanya.
"Icha kebelet pup mas. Kalau sampek langsung pup kan nggak enak mas. Ke indomart dulu ya" Kata icha sambil memegangi perut nya.
"Ya ampun. Bilang dong dari tadi sayang. Malah tanya a sampek z," Kata adit yang merasa heran dengan istrinya.
"Ayo mas cepet mas, aku sudah nggak tahan" Kata icha, ia menarik lengan suaminya.
"Iya iya depan itu sabar" Kata adit yang nggak kalah panik.
__ADS_1
Setelah sampai di indomart icha langsung berlari mencari kamar mandi, adit geleng geleng melihat istrinya. Ia pun juga masuk kedalam indomart untuk membeli minuman.
Sekitar 10 menit kemudian icha kembali ke mobil dengan perasaan lega setelah mengeluarkan hajat.
"Alhamdulilah, yuk mas lanjut" Katanya sambil mengenakan sabuk pengaman.
"Kebelet itu kalau dirumah aja dong. Kalau dijalan gini kan panik" Kata adit, ia melajukan mobil nya.
"Ya ampun mas. Masak ia kebelet pilih2" Ucap icha.
Tidak lama kemudian mereka sampai disebuah rumah 1 lantai dengan lebar kira kira 10 m3. Perumahan elit yang letaknya tidak jauh dari pusat kota.
"Bagus ya mas rumah nya" Kata icha.
"Iya bagus. Harganya juga bagus. Nanti kalau aku sudah jadi dokter anak kubeliin ya 1. Mau yang gimana?" Tanya adit.
"Masuk dulu tuh. Telpon tante desy nya" Ucap icha. Pagar masih terkunci, akhirnya setelah di telp adit tante desy keluar untuk membuka pagar.
Setelah pagar dibuka, adit memasukan mobilnya kedalam rumah tersebut.
d
"Halo tante, apa kabar?" Tanya adit sambil menjabat tangan tante desy.
"Adiiit, kamu kok sudah segede ini sih" Ucap tante desy lalu memeluk adit. Icha berada di samping adit dengan tersenyum.
"Iya dong tante. Sudah nikah juga lo adit te" Adit menunjuk bangga pada istrinya yang berada tepat disamping nya.
"Aaaaa, istrinya adiiit. Saya tante desy" Tante desy menyapa ramah kepada icha
"Iya tante, saya icha. Senang sekali bisa ketemu sama tante desy" Ucap icha. Icha mengecup tangan tante desy.
"Tante juga seneng banget kalian mau datang kerumah tante. Ayo masuk yuk" Ucap tante desy .
Mereka masuk kedalam rumah, terlihat rumah tersebut masih baru, catnya kekuningan masih begitu jelas. Nuansa rumah nya juga sangat kekinian.
"Kalian duduk, tante buatin minum dulu ya" Kata tante desy.
"Aku bantu ya te" Icha mengikuti tante desy ke dapur.
"Wah kamu kan tamu, duduk manis sana lo sambil lihat tv" Ucap tante desy.
"Nggak apa tantee, icha seneng kok" Adit duduk depan tv, kebetulan ruang tv tersebut dan dapur hanya disekat dengan semacam mini bar. Jadi icha dapat melihat adit dari dapur.
"Tante tinggal sendirian?" Tanya icha sambio membantu tante desy membuat minuman.
"Enggak kok. Tante tinggal sama anak laki laki tante" Ucap tante desy sambil menuang air kedalam gelas. Kemudian icha mengaduknya.
"Bawa ke suamimu sana cha" Ucap tante desy, icha membawa baki minuman dan meletakkan di meja.
"Ari kemana tante?" Tanya adit.
"Sibuk dia hari ini, katanya maaf nggak bisa nemuin kalian. Dia mau persiapan launching kantor kecil kecilan" Ucap tante desy lalu menghampiri adit dan icha dengan membawa kue.
"Ari bisnis apa te?" Tanya adit.
"Itu lo jual alkes sama alat laboratorium" Tante desy menjelasan.
"Waw keren banget. Kapan memang nya launching nya?" Tanya adit
"Minggu depan dit, kalian datang ya" Ucap tante desy.
__ADS_1
"Iya tante kalau icha sih bisa bisa aja, mas adit juga semoga nggak kena shift pagi" Tutur icha.
"Adit usahakan ya tante" Ucap adit.