
adit menatap icha lekat lekat. ia hendak mengatakan sesuatu. tidak, sepertinya icha tidak kuat mendengar kelanjutan cerita adit.
"Pernah cium kamu istriku" kata adit dengan ekspresi yang sangat konyol.
"Mas adit aku nggak bercanda" teriak icha
"Kamu tidak perlu menghawatirkan apapun, hubungan ku dan renata hanya sebatas rekan kerja. Tidak lebih. Percayalah" adit memeluk istrinya. Air mata icha mengalir dengan sendiri nya. Ia takut terluka, ia takut dan sangat takut.
"Kamu kenapa?" Adit mengusapbair mata yang membasahi pipi icha.
"Nggap papa" kata icha sambil menampakkan seulas senyum.
"Kamu yang terbaik" kata adit. Adit tidak bisa melihat seorang wanita menangis didepannya apalagi menangis karenanya.
Adit sangat paham bagaimana ketakutan icha saat ini, terlebih memang renata sering menghubunginya akhir akhir ini. Adit tetap berusaha menjaga jarak antara mereka. Semoga tidak ada pengganggu dalam hubungan adit dan icha.
***
"Cieeee yang habis honeymoon" teriak gina saat berpapasan dengan icha dikoridor. Seketika icha menutup mulut gina agar tidak berteriak keras.
"Diemm iih malu tau" kata icha.
"Gimana cha. Enak ngga" tanya nya sambil menyentil lengan icha.
__ADS_1
"Enak dong, kan jalan jalan" icha meledek sahabatnya itu. Mereka berjalan bersama menuju tempat checklock.
Sedangkan situasi di Rumah sakit, saat ini adit sedang menangani banyak pasien di IGD hingga kualahan.
"Ren tolong dong hubungi dr. Chandra suruh ke IGD" kata adit. Renata bukan masuk shift adit saat itu, ia shift malam dan oper shift dengan adit.
"Maaf dok saya tidak punya no dokter chandra" kata renata.
"Cari di handphone ku ada di tas" renata segera mengambil handphone adit, namun handphone adit dikunci dengan pola. Ia menghampiri adit lagi.
"Dok ini polanya bagaimana?" Tanya renata.
Adit menunjukkan pola kunci handphonya pada renata. Renata segera mencari kontak dr.chandra di handphone adit dan segera menghubunginya.
Saat itu ia tidak membantu team IGD, karena semalam pasien juga sangat banyak, oleh karena itu adit meminta tolong untuk koordinasi dengan rawat inap dan kamar operasi saja.
"Kamu cari apa ren?" Tanya adit.
"Oh enggak. Ini dok dokter chandra minta kontak dr. Heru, makanya aku cari di ponsel dokter adit" kata renata sambil mengembalikan ponsel adit.
Adit segera memasukanya kedalam saku celana dan mengambil air putih lalu melanjutkan pekerjaan nya.
Hari itu adit dan renata tidak banyak berkomunikasi karena memang keadaan igd yang ramai sekali. Sebenarnya renata sangat kesal, karena ia ingin sekali diperhatikan oleh adit. Namun karena kelelahan akhirnya ia pulang juga ke kos.
__ADS_1
"Akhirnya longgar" kata perawat dewi sambil merbahkan tubuhnya pada kursi.
"Apa yang longgar dew? Kamu tambah kurus? Masak?" Ledek dokter candra yang melihat body dewi masih saja mengembang.
"Dokter iiih menyebalkan, maksud dewi kan tidak riwuh seperti tadi" kata dewi sambil memanyunkan bibirnya.
"Ya diaminin saja dong dew, siapa tau longgar beneran" kata adit menggoda dewi
"Dit aku balik dulu ya" kata dokter chandra sambil melirik jam tangan nya
"Iya, makasih ya chan" kata adit. Dokter chandra berlalu pergi meninggalkan adit. Kini di IGD tinggal adit dan perawat Dewi, karena rendra dan salsa sedang mengurusi pasien yang naik ke kamar operasi dan rawat inap.
"Dok, dengar dengar renata mau cerai ya" kata dewi.
"Lah mana aku tau" jawab adit sambil memeriksa status pasien.
"Kan dokter sohib nya, ada yang bilang rena cerai karna suaminya kasar dan saat ini rena sama dokter sudah ada tali kasih, upppss" dewi menutup mulut nya karena keceplosan. Gosip tersebut sudah banyak menyebar di IGD, karena mereka sering melihat rena tersenyum sendiri ketika memegang ponsel nya, ketika teman teman nya bertanya renata mengatakan ia sedang chatting dengan mas adit.
Kalimat "mas adit" ini yang membuat kesan kedekatan mereka. Adit mengernyitkan dahinya seolah tidak percaya dengan gosip yang ada.
"Siapa yang membuat gosip seperti itu? Aku tidak ada urusan dengan dia" kata adit kesal.
"Hehe maaf dok. Keceplosan, soalnya dari ekspresinya seperti ada hubungan sama dokter. Eehh keceplosan lagi" kata dewi yang menutup mulutnya lagi, ia memang susah sekali menjaga rahasia dan kata kata.
__ADS_1
Adit segera mengetik pesan ke renata dengan amarah
"Semoga kamu cukup tau diri untuk tidak merusak rumah tangga orang. Aku muak" ia ingin tau seperti apa reaksi renata saat ia mengirim pesan itu kepadanya.