
Icha kembali ke kamar adit dengan membawa obat yang telah diinstruksikan oleh adit. Ia melihat suaminya tengah tidur pulas.
"Kasian juga kalo sakit, kalo sehat nyebelinya minta ampun" icha memajukan bibirnya. Lalu menaruh obat di meja adit.
"Mas adit, minum obat dulu" icha membangunkan kan nya pelan dan lembut, adit pun membuka matanya dan duduk bersandar di tempat tidur nya.
"Nih obat nya minum" kata icha sambil menyerahkan obat itu. Adit melihat kearah mejanya lalu memandang icha.
"Kamu ngasih aku obat terus minum nya mana? Aku tidak dikasih minum?" Tanya adit dengan tatapan seram
"Oh iya lupa, sebentaaar" jawab icha sedikit ngegas. lalu ia keluar dari kamar dan mengambilkan air putih untuk suaminya.
Adit geleng geleng melihat istrinya, namun ia tersenyum tipis. Icha sangat lucu menurutnya, walau terkadang menyebalkan namun ia bisa lembut dan penuh perhatian.
" ini minum nya" icha memberikan segelas air untuk adit dan adit pun meminum obat nya.
"Makasih,ngomong ngomong kenapa kamu bisa kesini?" Tanya adit.
__ADS_1
"Oh ini aku mau mengembalikan sandal yang aku pinjam, aku telp tadi tidak diangkat makanya aku datang saja" jawab icha. Adit mengangguk dan bersyukur icha datang untuk membantu nya.
"Kalau gitu aku pamit ya, makan malam sudah aku pesankan, mas adit jangan lupa makan biar tidak mati" kata icha yang membuat adit tersedak saat minum air putih.
" what?mati" adit tertawa mendengar celotehan istrinya itu. Belum ada orang yang memintanya makan agar tidak mati, biasanya teman teman wanitanya sangat perhatian dan pasti mengatakan "jangan lupa makan biar cepet sembuh atau agar tidak sakit" namun icha membuat pernyataan yang menyebalkan yang bahkan malah membuat adit tertawa.
"Kan mas adit sakit dan tidak makan dari kemarin, kalau aku tidak datang pasti mas adit masih dibawah kasur. Itukan bisa menyebabkan mati mas" katanya menerangkan dengan sangat detil. Adit tersenyum
"Kamu jangan pulang, aku kalau sakit malas makan.kalau kamu pergi nanti aku tidak makan terus aku mati. Kamu bakalan disalahin semua orang karna tidak merawatku" bujuk adit agar icha mau tinggal disitu
"Aku kan juga manusia, ketika aku lelah merawat,aku juga butuh dirawat dong" ia mencoba membujuk istrinya.
"Masalah baju kamu bisa pakai baju tita ada beberapa disini. Tita memang beberapa kali menginap dirumah kakaknya sehingga ia meninggalkan beberapa bajunya dirumah adit.
"Oke deh" akhirnya icha menyetujui untuk menginap.
***
__ADS_1
"Wa'alaikum salam buk. Ibuk sudah sehat?" Kata icha saat bu mirna telah mengucapkan salam di panggilan telpon ny
" alhamdulilah sehat cha. Gimana adit cha? Dia memang punya maag. Kalau capek pasti tidak ingat makan. Terus sakit." Bu mirna menjelaskan
"Alhmdulilah sudah lebih baik kok buk, ibuk tidak usah kawatir ya" icha menenangkan mertuanya.
"Alhamdulilah kalau begitu. Terimakasih ya cha. Ibuk titip adit" kata bu mirna. Setalah itu mereka mengakhiri panggilan itu. Icha meletakkan ponselnya di meja.
"Ibukku?" Kata adit tiba tiba muncul dibelakang icha
"Astagaaa" icha terkejut dan berteriak lalu melempar bantal yang ia pegang dan mengenai wajah adit.
"Anaaabeeeel" wajah adit kesal sekali.
"Maaf, siapa suruh mengagetkan gitu. Aku bukan anabel" bentak icha lalu beranjak dari duduk nya
"Aaaaaa" icha terpeleset karena berjalan buru buru, adit segera menangkap icha yang saat ini berada didalam pelukannya. Mereka sali menatap dalam dalam. Jarak wajah mereka hanya 5cm. Jantung icha berdetak cepat dan wajahnya memerah, mereka masih saling memandang dalam pelukan adit.
__ADS_1