Assalamualaikum Lelaki Pilihan

Assalamualaikum Lelaki Pilihan
Bab 34


__ADS_3

"Renata punya rencana jahat terhadapmu" ucap doni yang membuat icha terhenti dan ingin tau apa rencana yang dibuat oleh renata terhadap dirinya.


"Apa maksud mu?" Tanya icha ketika menoleh kearah doni. Apalagi yang ingin renata perbuat? Menyakiti icha lagi? Tidak,icha tidak akan membiarkan hal itu terjadi lagi dalam hidup nya.


Doni mengajak icha mengobrol di alfamart, kebetulan disana ada tempat untuk nongkrong. Inge yang dari tadi terlihat kelelahan pun akhirnya tertidur digendongan doni.


"Katakan?" Ucap icha sambil menaikan kaki kanannya ke kaki kiri dan melipat kedua tangannya didada. Ia menyandarkan tubuhnya pada kursi.


"Renata menemuiku kapan hari, ia memintaku bekerja sama dengan nya" doni mulai menjelaskan dengan pelan takut inge terbangun.


"Kerja sama apa?" Icha merubah posisi duduk nya.


"Dia akan mengambil suamimu dan kamu akan menjadi milikku" kata doni.


"What? Gila. Kalian nggak puas nyakitin aku?" Icha menggelengkan kepalanya.


"Renata kalau ingin sesuatu pasti akan berjuang bagaimanapun caranya. Dia berusaha menggoda suamimu" kata doni.


"Maafkan aku sudah membuat kamu terluka. Aku sangat menyesal. Jika memang suamimu sekarang dapat membuat mu bahagia, aku akan merelakanmu. Semoga suamimu tidak tergoda oleh renata" icha memalingkan wajahnya. Ia tidak melihat doni yang sedang berbicara dengan nya.


"Aku pergi dulu cha, kasian anak ku lagi sakit" doni pergi meninggalkan icha. Icha masih melamun memikirkan sesuatu.


Ia teringat bagaimana mantan sahabatnya itu ketika memiliki keinginan, renata tidak akan menyerah sebelum ia mendapatkan apa yang dia inginkan, icha sangat paham hal itu.


Kini ia resah, bukan ia tidak mempercayai suaminya, namun ia takut, takut adit juga tergoda olehnya. Laki laki mana yang tidak menyukai paras cantik renata dan tubuh indahnya. Ya dia memang terlihat menggoda. Tapi icha ada keyakinan, adit tidak akan goyah sedikitpun oleh wanita seperti itu.

__ADS_1


Ia tersadar dari lamunannya ketika seseorang menegurnya.


"Mbak...mbak... jangan melamun di tempat umum. Handphone nya bunyi dari tadi" seorang gadis dengan kuncir kuda menepuk nepuk pundak icha.


"Oh iya makasih ya" icha mengerjapkan matanya. Lalu ia memeriksa ponsel nya yang sudah ada 3 kali panggilan dari adit.


"Halo mas assalamualaikum" kata icha


"Waalaikum salam. Kenapa lama sekali? Kenapa telp ku tidak diangkat angkat" terlihat adit yang sangat kawatir


"Iya maaf, ini aku pulang kok. Tunggu ya" icha mengakhiri panggilan telepon adit dab bergegas pulang.


Benar saja, setibanya dirumah adit sudah ada diteras rumah menunggu kedatangan istrinya.


"Kamu dari mana?" Tanya adit saat icha berjalan menghampirinya.


"Yaudah ayo masuk,lain kali bilang ya kalau mampir mampir biar aku ngga kawatir" icha mengangguk.


Icha tidak berani mengatakan kepada adit bahwa ia telah bertemu dengan doni di apotek. Kini ia resah, ia takut adit akan tergoda dengan sosok renata. Bagaimanapun renata cantik walau icha juga lebih cantik dan tidak membosan kan.


"Mas" kata icha sambil memegang lengan adit yang sedang membaca buku.


"Heemmm" adit tetap fokus pada bacaan nya, ia memang suka belajar dan memperdalam ilmu kedokteranya lewat buku buku.


"Mas aku mau tanya" icha memandangi wajah suaminya lekat lekat.

__ADS_1


"Apaaa?" Adit membalikkan halaman bukunya.


"Renata cantik nggak?" Tanya icha ragu ragu sambil menggigit bibir bawah nya.


"Cantik" kata adit asal. Icha yang mendengarnya langsung melepas tanganya dari lengan adit. Ia kesal dan memajukan bibir nya.


"Kamu lebih cantik" adit mengacak acak rambut icha yang cemberut itu. Ia tertawa melihat ekspresi istrinya.


"Kamu sih aneh, malah nanyain renata. Kenapa?" Tanya adit.


"Mas adit nggak tertarik kan sama dia?" Wajah icha sangat berharap adit akan mengatakan tidak.


"Enggak lah. eh tapi" kata adit menggantungkan kata kata nya.


"tapi apa mas" ucap icha mengernyitkan dahinya. jangan sampai adit bilang dia tertarik dengan renata si perebut calon suami orang, atau adit menghamili renata, tidaaak icha tidak ingin itu terjadi padanya. boleh dong icha merasakan bahagia dan merasa menang dari renata. icha ingin renata merasa menyesal telah merebut calon suaminya dulu dan dia merasakan karma dari perbuatanya.


"sebenernya aku pernah" adit menggantungkan kata katanya. tidak tidak, apa yang akan dikatakan oleh adit, apakah adit pernah berkencan dengan nya? atau adit pernah tergoda dengan renata? atau bahkan mereka sudah melakukan adegan yang tidak seharusnya. kini perasaan icha campur aduk. dia tidak ingin adit mengatakan hal hal yang menyakitkan.


"kamu pernah apa?" tanya icha hati hati.


"pernah cium" kata adit dengan polosnya. mulut icha menganga.lalu ia menutupi mulut nya. detak jantungnya seketika tidak karuan. benarkah mas adit sudah pernah berciuman dengan renata. seakan air mata icha ingin mengalir deras namun ia menahan nya.


"pernah cium"


"pernah cium" kata kata itu terus terngiang kedalam fikiranya. iya kah? benarkah? icha menunggu kepastian dari mulut adit.

__ADS_1


adit menatap icha lekat lekat. ia hendak mengatakan sesuatu. tidak, sepertinya icha tidak kuat mendengar kelanjutan cerita adit


__ADS_2