Assalamualaikum Lelaki Pilihan

Assalamualaikum Lelaki Pilihan
Bab 64


__ADS_3

"Iya pak itu mantan saya" Pak heru terlihat binggung dan terkejut dengan jawaban rasyad.


Namun semua itu hanya bayangan rasyad saja ia ingin menjawab seperti itu namun tidak mungkin bukan, kemudian ia menggelengkan kepalanya dan menjawab pertanyaan pak heru.


"Icha itu istri sepupu saya pak heru"


Mereka akhirnya membahas tentang pekerjaan.


Kini rasyad berusaha berdamai dengan keadaan, saat ini ia ingin fokus mengembangkan usaha yang baru ia rintis. Ia tidak akan mengganggu icha.


Saat jam istirahat, icha berjanjian dengan gina untuk makan diluar kantor, kebetulan ada cafe baru di dekat kantornya.


"Lumayan juga ya cha tempat nya, cuma kurang instagramable gitu, harusnya ditambah spot foto gitu kan biar makin menarik" Ucap gina.


Ia mengamati cafe baru tersebut, yang menurutnya kurang sentuhan aestetic. Namun sudah cukup nyaman tempatnya ditambah juga harga yang bersahabat.


"Kamu pesen apa cha?" Tanya gina saat pelayan datang membawa menu makanan.


"Aku mau mie goreng seafood aja sama es lemon tea aja" Ucap icha.


"Aku sapi lada hitam aja sama jus alpukad" Ucap gina


"Sudah pesanan nya itu saja? Saya ulangi ya kak, mie goreng seafood 1, sapi lada hitam 1, lemon tea 1 sama jus alpukad 1 ada lagi?" Tanya pelayan tersebut dengan sangat ramah


"Sudah mbak" Ucap icha


"Oya tambah mbak, kentang goreng" Ucap gina.


"Baik kak" Pelayan tersebut kemudian pergi


"Kamu ni katanya mau diet" Tutur icha, kebanyakan kata diet yang diucapkan wanita memang seringnya hanya sebuah ucapan tanpa aksi, karena ketika melihat makanan, ooh jangankan makanan, melihat menu makanan saja membuat ingin menggagalkan niat tersebut.


"Halah dikit doang" Ucap gina.


"Dijaga ya berat badan nya, udah bagus lo sekarang. Jangan ngembang lagi. Tapi ya nggak apa sih lebih empuk" Ucap icha.


"Nggak kok. Aku konsisten mau jaga berat badan. Mau makan yang sehat aja" Kata gina,


"Oya, gimana kencan nya sama rangga. Kamu belum cerita lo" Tanya icha.


Sudah lama icha ingin mendengarkan cerita sahabatnya itu namun mereka saling sibuk dengan pekerjaan masing masing.


"Ya gimana ya cha, masih kaku sih, canggung aja jalan berdua sama dia, tapi ternyata rangga itu keren loh" Ucap gina berbinar menceritakan pengalaman kencan nya.

__ADS_1


"Bukannya dari dulu dia keren dimatamu?" Ucap icha, keren disisi apa yang gina maksud.


"Kan kemarin aku mau jatoh ceritanya, kepleset gitu nggak sengaja nginjak kotor*n sapi, aku kaget kan trus mau lari eh malah kepleset" Cerita gina dengan sangat antusias.


"Kalian emangnya kencan di kandang sapi? Ada ada aja? Terus rangga nangkap ee' sapinya?" Ucap icha bercanda. Pasalnya ia tidak habis fikir kenapa coba bisa terjadi seperti itu.


"Ya enggak lah, untung aku sekarang kurusan sih, jadi dia pas nangkap aku tuh kuat, jadi berasa kayak di film film sih parah. Tinggal kasih lagu aja" Ucap gina sambil tertawa, icha pun juga jadi membayangkan kejadian itu, memang ada untungnya sahabatnya ini mengecil, apa jadinya jika gina masih gendut dan ditangkap rangga yang berbadan kurus. Mungkin saja rangga bisa hilang tertimbun gina.


"Terus kalian pandang pandangan lama gitu? Keluar lope lopenya?" Ucap icha


"Ya nggak lah, hanya beberapa detik, dia tanya aku nggak papa? Gitu. Jadi kemarin aku mampir ke peternakan sapi gitu sih. Beli susu murni, bukan kencan dikandang sapi loh" Gina mencoba menjelaskan pada sahabatnya.


"Oooh gitu, jadi kalian kencan sampai luar kota toh, soalnya aku belum pernah tau peternakan sapi di surabaya" Ucap icha


"Ya di surabaya mungkin ada lah, cuma emang kemarin aku ke malang sih, langsung pulang kok" Ucap gina menjelaskan.


"Oooh gitu. Ya ya" Kata icha sambil tersenyum menggoda sahabatnya. Ia bahagia melihat gina akhirnya bisa kencan dengan laki laki yang dia sukai.


"Dari tadi bilang ooo gitu. Nggak ada kata lain?ngomong ngomong aku tadi seperti lihat rasyad nggak sih?" Tanya gina, ia sempat melihat rasyad yang jalan didepannya dengan pak heru, namun gina ragu dan ia buru buru dipanggil oleh kepala instalasi nya.


"Iya, tadi rasyad ke kantor, kan aku pernah cerita ke kamu kalau rasyad buka CV alkes di surabaya" Ucap icha menjelaskan.


"Tambah ganteng ya cha, kebetulan banget ya bisa datang ke kantor kita" Ucap gina, semua memang serba kebetulan. Pertemuan icha dengan rasyad, kenyataan bahwa dia adalah sepupu suaminya semua juga serba kebetulan.


"Ya karna kantor kita juga mau pengadaan alat lab kan. Tetep mas adit lah yang paling ganteng buat aku" Ucap icha, iya dengan penuh keyakinan dan bangga dia memiliki suami seperti adit.


"Ngomong ngomong gimana soal renata?" Tanya gina, sudah lama ia tidak mendengar kabar mantan sahabatnya itu.


"Nggak tau, aku nggak pernah dengar dari mas adit, semoga aja dia nggak macem macem sama suamiku gin. Aamiin" Ucap icha


Saat ini adit sedang dinas siang, hari itu IGD juga terlihat sibuk, banyak pasien berdatangan dari pasien anak anak, ibu hamil dan dewasa.


Adit memeriksa pasien anak anak yang tengah demam tinggi,


"Sudah berapa lama bu demamnya?" Tanya adit sambil memeriksa suhu tubuh anak tersebut dibantu perawat lisa


"Sudah 6 hari ini dok. Panas nya naik turun" Ucap ibu tersebut dengan raut wajah yang cemas melihat anaknya yang berusia kira kira 7 tahun tengah lemas di bed IGD.


"Sudah lama ya bu, kok tidak dari kemarin dibawa ke RS. Ini suhunya juga 39.5" Ucap adit lalu menyerahkan termometer kepada perawat lisa.


"Iya, setelah 3 hari panas nya turun dok, saya kira sudah sembuh" Ucap ibu tersebut dengan menyesal.


"Cek lab ya bu, soalnya demam nya sudah 6 hari, dari gejalanya ini merujuk ke DBD, namun kita harus melakukan tes laboratorium agar tau pasti" Ucap adit. Saat ini di rumah sakit memang banyak anak anak yang terdiagnosa DBD.

__ADS_1


Ibu tersebut hanya pasrah dan mengiyakan kata kata dokter. Perawat lisa kemudian menghubungi laboratorium.


Adit memeriksa pasien lainnya dibantu perawat yang lainya, perawat IGD sangat antusias jika berada satu shift dengan adit, ia adalah dokter yang telaten dan sangat ramah, terlebih adit ini selalu membuat IGD selalu ceria.


Jam menunjukkan pukul 16.30. Suasana IGD lebih kondusif, semua pasien sudah tertangani dengan baik, tidak ada pasien baru yang mengantri di IGD, hanya ada 3 pasien yang sedang menunggu untuk naik ke rawat inap.


Adit menghela nafas kemudian ia menyandarkan tubuhnya pada kursi.


"Nih dok cemilan. Biar kuat" Kata salsa sambil memberikan piring berisi brownis ke meja.


"Wiiiih, enak nih, kamu sendiri yang buat?" Ucap adit mengambil brownis dan menikmati brownis itu.


"Bukan lah, sejak kapan salsa bisa bikin kue. Yang gratis gratis gini emang enak" Ucap salsa, ia juga mengambil brownis tersebut.


"Enak nggak? Aku yang buat" Tiba tiba renata datang dan duduk di depan adit, adit sedikit terkejut tapi dia bisa membuat dirinya tetap stay cool.


"Oh buatan mu. Enak kok" Ucap adit. Kemudian ia menuju ke ruang dokter untuk mengambil minuman nya.


"Mas adit suka kan masakan buatan ku?" Tanya renata yang ternyata ikut mengekori adit, adit sampai tersedak saat mendengar suara renata datang dibelakangnya.


"Kue mu tadi? Enak kok, yang lainya kan juga suka" Ucap adit lalu ia memasukan botol minum nya kedalam laci. Ia hendak pergi meninggalkan renata.


"Aku bisa membuatkan mas adit kue yang enak enak setiap hari" Kata renata yang menghentikan langkah adit.


"Tidak perlu jika niatmu untuk membuatkan ku. Kalau niatmu membuat untuk teman teman mu silahkan saja. Oya, aku meminta dengan sangat ya, profesional di tempat kerja, apalagi di depan pasien dan teman teman. Aku dokter bukan mas mu" Ucap adit lalu berlaku pergi dari ruangan itu


Ia sudah kesal sekali terkadang dipanggil mas di hadapan pasien, seperti renata tidak menghargai nya. Renata berdecak kesal, ia tidak berhasil merayu adit padahal ia sudah dandan cantik dan memasak makanan yang lezat lezat.


"Dokter, sebentar lagi ada pasien darurat datang, pasien kecelakaan mobil" Ucap salsa setelah menerima telepon.


"Ada keterangan keadaan pasien?" Tanya adit


"Tanda vital nya tadi katanya sempat menurun. Cedera kaki dan benturan pada kepala dok. Pasien saat ini tidak sadarkan diri" Ucap salsa


"Tolong hubungi dokter hendra ya" Kata adit, meminta salsa memanggil dokter bedah. Adit bersiap siap di IGD menunggu pasien kecelakaan datang.


Wiuw wiuw wiuw,,,,,,,,


Terdengar suara sirine ambulan semakin keras, adit dan beberapa perawat segera menuju ke sumber suara, ambulance dibuka dan seorang pasien wanita di keluarkan dari sana, terdapat darah dimana mana,


Perawat membantu mendorong brankar berlari masuk kedalam IGD, adit pun turut memegang brankar tersebut. Wanita itu nampak tidak sadarkan diri dengan tubuh berlumuran darah.


"Ayo pindahkan, 1,2,3" Mereka telah memindahkan pasien ke brankar IGD, adit kemudia memandang wajah wanita yang telah lemas taknsadarkan diri itu.

__ADS_1


Betapa terkejutnya ia saat memandang wanita itu, jantungnya serasa berhenti berdetak saat menyaksikan wanita yang tergulai lemah itu adalah wanita yang ia sayangi.


"Icha?"


__ADS_2