Assalamualaikum Lelaki Pilihan

Assalamualaikum Lelaki Pilihan
Bab 46


__ADS_3

Waalaikum salam, dit tolong" Kata seseorang dalam telepon itu


Adit melirik kearah icha. Icha mengisyaratkan pertanyaan siapa yang menelephone tapi adit tidak menjawabnya.


"Oke sabar, sekarang minta rujukan ke rumah sakitku. Biar aku hubungi temanku" Kata adit lalu menutup telepon nya.


"Kenapa mas?" Tanya icha yang penasaran sedari tadi.


"Sayang tolong telpon kan dr.sandy" Adit menyerahkan handphone nya kepada icha, icha memahami sepertinya ada keadaan darurat, ia segera mencari no dr. Sandy dan menghubungi nya. Saat sudah tersambung icha menyerahkan ponsel itu kepada suaminya.


"Halo dr.sandy. setelah ini ada pasien anak yang aku ceritakan. Tolong ya" Kata adit


"Oke oke, aku bersiap ya dit" Kata dr. Sandy.


dr sandi adalah dr. Anak terbaik di rumah sakit itu.


"Hmmm. Makasih ya dok" Adit menutup teleponnya. Adit melirik istrinya yang saat ini sedang penasaran dengan apa yang terjadi


"Inge kondisinya sedang tidak stabil, tadi doni minta tolong aku. Aku menyuruhnya merujuk ke rumah sakit ku" Kata adit


"Oke. Mas adit harus janji. Hanya membantu inge. Tidak ada niatan yang lainya" Ucap icha kawatir. Adit meraih tangan icha dan mencium nya. Saat ini icha tidak mau egois karena suaminya adalah seorang dokter, terlebih adit ingin menjadi dokter anak. Jadi wajar saja jika adit peduli dengan inge.


"Jangan kuatir, aku bisa menempatkan diri. Kita ke rumah sakit dulu ya" Tutur adit dengan senyuman dan suara yang lembut kepada istrinya. Mereka menuju ke rumah sakit tempat adit bekerja. Sesampainya di rumah sakit adit meminta istrinya untuk menunggu di kantin, sedangkan adit menemui dr sandy.


"Gimana dokter sandy?" Tanya adit ketika menemui dr. Sandy.


"Pasien masih dalam perjalanan. Kemungkinan sebentar lagi datang" Tutur dokter sandy.


"dr. Adit cuti kan hari ini? Pulang lah. Serahkan padaku. Aku akan memberimu kabar nanti" Kata dr. Sandy.


"Iya dok. Sebentar lagi saya pulang" Tutur adit, kemudian terdengar suara ambulan yang datang. dr sandy segera menuju ke IGD disusul oleh adit. Inget terbaring lemah tidak sadarkan diri, ia dipindahkan ke ranjang IGD, setelah dr. Sandy memeriksanya, ia menyuruh untuk dilakukan CT scan kepala inge.


"Sabar ya don, insyaallah dr. Sandy adalah dokter terbaik. Banyak berdoa ya" Tutur adit sambil menepuk pundak doni.


"Makasih ya dit bantuannya buat inge. Aku nemenin inge dulu" Kata doni kemudian berlalu pergi. Tidak ada renata disitu, hari ini ia libur, namun kenapa ia tidak menunggui anaknya. Entahlah, adit tidak habis fikir kenapa renata tega meninggalkan anaknya dalam keadaan seperti itu


"dr sandy terimakasih. Aku pulang dulu. Istriku menunggu di kantin" Kata adit menghampiri dr sandy.


"Iya, salam untuk istrimu. Aku akan kabari kamu tentang inge." dr sandy berlalu pergi, adit segera menemui istrinya yang ia tinggalkan di kantin rumah sakit.

__ADS_1


Dikantin rumah sakit icha sedang menyeruput kopi susunya. Ia duduk menghadap ke kaca yang mengakses pemandangan luar, icha melihat keriwehan disekitar, salah satu alasan icha tidak mau bekerja di rumah sakit ialah ia tidak suka melihat banyak orang yang menderita, kesakitan bahkan harus melihat seseorang yang meninggal. Hatinya lembut, ia mudah terbawa suasana saat melihat kesedihan orang lain.


"Uuuuh, renata" Katanya lirih saat memandang seorang yang tengah berlari itu, matanya mengikuti kemana renata pergi, hingga ia melihat renata bertemu dengan suaminya. Ia masih bisa melihat dari kaca dua orang yang kini tidak jauh dari pandangannya.


Terlihat adit menepuk pundak renata dua kali, wanita itu juga sesekali menyeka air mata dengan punggung tangan nya. Adit tersenyum ramah lalu renata terlihat berlari meninggalkan adit. Adit kembali berjalan untuk menghampiri istrinya, ia melambaikan tangan pada icha.


Adit lantas tidak masuk kedalam kantin, ia berada tepat di depan icha di balik kaca, adit memposisikan tangan nya membentuk sarangheo.


"Maas, masuk masuk" Kata icha sambil melirik ke arah kanan dan kiri. Adit tertawa dan masuk kedalam kantin, ia duduk di sebelah istrinya


"Mas adit iiih, malu tau" Kata icha sambil mencubit pinggang suaminya.


"Sakit cha" Adit memegang tangan icha lalu menggenggamnya.


"Mas adit tadi ngomong apa sama wanita itu?" Tanya icha. Ia enggan untuk mengucapkan nama renata.


"Renata? Cuma menguatkan saja. Aku menyuruhnya mendampingi inge. Kamu tidak perlu kawatir" Icha mengangguk, adit mengajak icha untuk pulang, hari itu rasanya lelah sekali. Sebenarnya icha juga merasa iba pada inge, anak itu masih kecil untuk merasakan penderitaan seperti itu, icha berfikir itu semua akibat ulah orang tuanya. Tapi entahlah, ia berdoa agar anak itu bisa sembuh dan bahagia.


Malam itu adit dan icha bersantai di dalam kamar, icha bersandar pada dada adit sambil memainkan handphone suaminya. Sedangkan adit membaca buku kedokteran. Setelah pulang dari bulan madu hubungan keduanya makin membaik dan mesra


"Mas, tunggu deh, kamu kok blokir aku lagi sih" Icha duduk dan menatap suaminya dengan tatapan yang tidak bisa dijelaskan.


"Lihat inih? Kita nggak berteman. Masak iya keblokir terus" Icha memanyunkan bibirnya, lalu melihat kedaftar blokir, ternyata memang ia telah di blokir, ia mengembalikan lagi dan menambahkan permintaan pertemanan


"Beneran aku nggak blokir, apa untungnya coba" Icha kemudian mengupload foto dirinya dan adit waktu di bali, menuliskan caption yang romantis juga.


"Nah, biar ada foto aku di instagram mas adit" Kata icha.


"Lihat" Adit meraih ponselnya lalu melihat gambar yang di upload oleh icha.


"Kok yang ini. Wajah mu tidak terlihat, aku juga" Protes adit. Icha memasang foto bersama adit berlatar laut, mereka bergandengan tangan berjalan menuju pantai, foto diambil dari belakang sehingga menampakkan punggung adit dan icha.


"Wajahnya dinikmati mas adit saja. Tidak perlu diperlihatkan di sosmed" Ucap icha menjelaskan. Adit mengangguk, ia sangat bangga pada istrinya yang tidak suka mengumbar wajah cantiknya.


"Mas, kamu ngapain buat story itu?" Tanya icha saat ia mengecek istagram adit di ponselnya.


"Apalagi sih sayang. Aku nggak pernah lah buat story" Ucap adit lalu membuka story nya, ia pun kaget melihat story di instagramnya


"Loh iya kok aku buat story. 5 menit yang lalu. Enggak loh padahal" Kata adit. Story nya berisi foto nya saat di igd bersama perawat renata, dr. Chandra dan perawat riko. Adit merasa sudah tidak memiliki foto tersebut tapi anehnya kenapa ia bisa membuat story foto tersebut

__ADS_1


"Foto kita juga hilang lo cha" Adit mencari foto yang belum lama diunggah oleh istrinya. Icha meraih ponsel adit, memang foto itu sudah tidak ada disana.


"Dibajak ini" Kata icha. Kemudian ia mencari namanya di instagram adit namun juga tidak ada.


"Kenapa?" Tanya adit yang penasaran dengan apa yang telah terjadi


"Instagram mas adit di bajak ini mas. Siapa sih. Nyebelin banget" Tutur icha dengan emosi. Ia mencari instagram nya dari ponsel adit, mata icha terbelalak ketika mendapati dirinya tidak berteman kembali dengan adit. Dan benar saja dia di blokir kembali untuk kesekian kalinya


"Nih mas, aku di blokir lagi" Icha menunjukkannya kepada adit.


"Lalu siapa coba yang hack instagram ku" Tanya adit, icha terdiam berfikir kemungkinan orang yang melakukannya. Pasti orang yang tidak menyukai hubungan adit dan icha dan orang yang jatuh cinta pada suaminya.


"Pasti renata" Tutur icha sambil mengembalikan instagram nya. Kemudian ia masuk ke pesan pribadi. Icha mengirim pesan pada instagram nya sendiri


"Nggak mungkin lah. Dia kan sibuk sama anaknya" Kata adit. Ia tidak percaya, pasti seorang ibu sedang panik dan sibuk mengurusi anaknya yang sedang sakit.


"Aku yakin itu dia" Icha masih fokus pada ponsel adit.


"Kayak anak kecil aja sih main blokir blokir an. Lagian aku tau kamu siapa. Iri banget ya sampek bajak instagram suami orang. Kasian banget deh hidup kamu. Untungnya aku lagi bahagia nih sama suami aku. Kasian kasian" Icha mengirim pesan itu dan memberi ruang pembajak untuk membacanya.


"Kalau benar renata, gila juga ya dia" Ucap adit, icha mengangguk.


"Mas adit sih g tau seperti apa liciknya dia, makanya jangan deket deket sama wanita itu. Hiiih ngeri" Icha menggunakaan akunya untuk menjawab pesan di instagram.


"Hidupmu tidak akan tentram jika mengurusi kebahagian orang lain. Semoga lekas bertaubat ya." Ucap icha. Ia kemudian diam, begitupun juga adit. Ia tidak tahu apa yang sedang direncanakan oleh istrinya.


"Nah nah, dibaca" Kata icha saat melihat status terkirim menjadi dibaca, yang artinya pembajak itu telah membaca pesan nya. Icha tersenyum puas


"Terus?" Tanya adit.


"Aku pulihkan akunmu dulu ya mas" Adit mengangguk. Icha memulihkan akun adit dan mengganti sandinya agar si pembajak tidak dapat lagi menggunakan akun suaminya dengan seenaknya.


"Done" Kata icha puas lalu memandang suaminya dengan senyuman.


Saat ini ia tengah membaca pesan pribadi yang telah dikirim oleh icha. Ia tampak kesal dengan kata kata yang dituliskan oleh icha. Ia tidak terima icha bahagia dengan adit. Wajah nya memerah, ia menahan amarah. Ia hendak memblokir kembali akun icha. Namun instagram adit tiba tiba keluar, ia harus memverifikasi kode kembali untuk masuk. Dan sayang nya tidak bisa. Ia masih berusaha, namun ia bingung bagaimana caranya. Ia benar benar tidak dapat mengaksesnya lagi.


"Siaaal" Ia berteriak dan menangis saat menyadari ia tidak bisa mengakses instagram adit kembali. Ia sudah membayar mahal seorang IT untuk dapat mengakses instagram adit, namun kini semua selesai, ia tidak dapat membukanya lagi. Ia marah dan kesal. Rinduuu, sangat rindu dengan adit, lelaki yang sangat ia kagumi, lelalaki yang selalu dicarinya setiap hari. Rasanya ia ingin pergi kerumah adit dan mengatakan ia merindukanya. Kemudian Ia membuka whatsapp dan mencari nomor adit.


"Mas adit, aku kangen. Aku butuh mas adit" Ia mengirim pesan tersebut kepada adit. Ia menangis tersedu sedu sambil mendekap ponselnya. Hatinya kacau, perasaanya gundah saat ini ia sangat menginginkan adit berada disampingnya dan mendekapnya. Hanya adit yang bisa menenangkannya fikirnya. Ia tidak peduli dengan orang sekitar yang memandangnya.

__ADS_1


__ADS_2