Assalamualaikum Lelaki Pilihan

Assalamualaikum Lelaki Pilihan
Bab 30


__ADS_3

Akhirnya mereka mengakhiri makan malam. Icha berjalan menuju kamar dengan adit berjalan dibelakang nya. Icha terlihat masih cemberut dan tidak mau memandang adit.


Sampainya di kamar icha langsung masuk kedalam kamar mandi untuk mengambil wudhu lalu menunaikan shalat isya. Adit merasa binggung dengan kondisi seperti itu. Ia tidak pernah melihat icha mendiamkanya.


"Cha, kamu masih marah?" Tanya adit saat icha selesai shalat.


"Enggak. Siapa yang marah" kata icha sambil melepas mukena nya.


"Kenapa diem terus?" Tanya adit sambil terus memandangi istrinya.


"Lagi males saja. Balas saja itu chat renata. Seneng kan mas adit dirindukan dia" jawab icha lalu ia duduk di sofa.


"Enggak beneran. Aku nggak tau kenapa dia chat begitu. Akupun juga risih" icha tidak menanggapi adit sama sekali. Ia terlihat sibuk dengan ponsel nya.


Suasana terus sunyi hingga malam. Akhirnya merekapun tertidur tanpa mengobrol satu sama lain.


Keesokan paginya adit mulai mengajak icha mengobrol kembali.


"Kamu pengen kemana?" Tanya adit lembut.


"Terserah mas adit saja" jawab icha.


"Kamu masih marah. Aku janji tidak akan menanggapinya. Kamu jauh lebih penting saat ini bagiku. Kita lupakan dia. Masak kamu mau liburan marahan gara gara renata itu. Yuk kita senang senang" kata adit. Icha pun sedikit luluh.


Setelah sarapan pagi. Adit dan icha bersiap ke tempat wisata. Adit menyewa motor selama di bali agar lebih mudah menjangkau semua tempat yang ingin mereka tuju. Hari pertama mereka mengunjungi dreamland beach yang belum ramai akan pengunjung.


"Woooow indah sekali" kata icha. Ia merentangkan tangan nya sambil berputar menikmati angin pantai.


"Mas fotoin ya" katanya seraya memberikan ponsel nya ke adit. Icha melakukan beberapa gaya bak model.

__ADS_1


"Foto berdua dong" pinta adit sambil mendekati icha. Mereka selfi menggunakan ponsel icha.


"Wait" kata adit lalu berjalan menjauhi icha. Ia mengambil tripot dan memasangnya.


Mereka berfoto seperti layak nya pasangan yang sangat bahagia. Icha sangat menikmati liburannya dengan adit.


Setelah puas bermain air mereka duduk di tepi pantai sambil menikmati indahnya dreamland beach.


"Seperti pantai pribadi ya mas. Masih sepi" adit mengangguk. Icha melihat lihat kembali foto foto mereka di ponsel nya.


"Mas minta foto yang di handphone mu tadi dong" kata icha, adit mengeluarkan ponsel nya lalu memilih foto2 untuk dikirim ke istrinya. Icha melirik ke ponsel adit


"Astagfirullah" kata icha sedikit berteriak, adit menoleh kearah istrinya.


"Kenapa?" Tanya adit.


"Tega ya kamu mas istrimu kamu kasih nama istighfar" kata icha terkejut.


"Nah nah ini apa? Bikin pusing? Memang suami mu bikin pusing apa? Masak nama kontak begini?" Tanya adit saat mendapati namanya di ponsel icha.


"Ya kan dulu kalau kamu menghubungiku cuma bikin aku pusing saja"


"Oke oke kita lupakan masa lalu, kita ganti sekarang" kata adit lalu merename namanya di ponsel icha.


"Suamiku?alay banget sih mas" protes icha.


"Kan memang aku suamimu" kata adit sambil merename nama icha menjadi "istriku" di ponsel nya.


"Saat pertama aku melihatmu di akad nikah kita, aku terkejut. Secara aku kan ganteng. Masak istriku nggak karuan gt" kata adit.

__ADS_1


"Nggak karuan gimana?"tanya icha protes saat dirinya dibilang tidak karua.


"Riasan mu. Tapi aku surprise banget waktu kita ketemu dibandara. Kenapa istriku berubah jadi bidadari. Aku sama sekali nggak ngenalin kamu. Seperti mimpi rasanya" adit tersenyum menceritakanya. Icha tertawa.


"Iya aku nangis waktu akad. Teringat doni dan aku trauma menikah. Haha. Ternyata aku cantik ya" kata icha sambil matanya berkedip kedip menampakkan kecantikanya.


Melihat icha seperti itu adit mendekatkan wajahnya ke wajah icha dan mencium bibir nya. Icha membelalakkan matanya. Ini kali pertama ia dicium oleh lelaki.


"Wajahmu kenapa merah sekali?" Tanya adit setelah ia melepaskan ciuman nya.


"Haaa? Nggak apa" kata icha salah tingkah. Adit tersenyum melihatnya. Ia bersyukur istrinya adalah wanita yang menjaga diri.


Setelah puas dengan pantai mereka menuju GWK dan melihat tari kecak pada malam hari. Sekitar pukul 8 mereka kembali ke hotel.


"Aku mandi duluan ya" kata icha.


"Barengan boleh?" Tanya adit.


"Enggaaaak" teriak icha dan ia langsung masuk kedalam kamar mandi. Adit cemberut, padahal ia ingin sekali. Saat mereka sudah selesai mandi adit dan icha merebahkan tubuh dikasur dan sibuk dengan ponsel masing masing.


"Kamu bahagia nggak nikah sama aku?" Tanya adit tiba tiba.


"Emmm nggak menyedihkan kok, ya seru seru saja sih" kata icha.


"Mas adit nggak cinta kan sama aku. Kenapa mau dinikahin sama aku?" Tanya icha


"Lelah saja disuruh nikah, aku ikut kata orang tua. Tapi saat ini aku bersyukur punya istri sepertimu. Walau kita belum saling mencintai. Aku ingin kita membangun cinta" kata adit dan tanganya menarik icha lebih dekat kearahnya.


"Mas adit tidak akan menceraikanku karna mas adit tidak mencintaiku kan? Mas adit akan menerima ku sebagai istrimu?" Tanya icha penasaran. Memang ia belum mencintai adit, namun icha juga tidak ingin ditinggalkan, ia tidak ingin menjadi janda muda. Icha ingin pernikahan sekali seumur hidupnya.

__ADS_1


"Ketika aku mengucapkan akad, saat itu aku harus benar benar bisa menerimamu. Mari kita belajar saling mencintai. Kita bangun cinta kita" kata adit sambil mengusap pipi icha.


"Terimakasih ya mas,aku akan belajar menjadi istri yang baik untuk mu" kata icha. Mereka saling pandang dengan penuh perasaan. Lalu adit memeluk erat istrinya dan menciuminya. Kini icha terlihat lebih rileks dan menikmati ciuman adit.


__ADS_2