
Adit usahakan ya tante" Ucap adit. Ia tidak bisa menjanjikan sebab terkadang ada kejadian darurat di rumah sakit yang menyebabkan dia harus ke Rumah Sakit.
Mereka berbincang ringan, icha mudah akrab sekali dengan tante desy yang welcome padanya. Sudah sekitar 2 jam mereka disana, kemudian mereka berpamitan pulang.
"Makasih ya adit, icha sudah mau main kerumah tante" Ucap tante desy mengantarkan adit dan icha keluar rumah.
"Sama sama tante" Ucap icha dan adit.
Icha melambaikan tangan kepada tante desy. Mereka sudah berjalan jauh dari rumah tante desy.
"Tante desy orang nya seru ya mas" Ucap icha senang. Ia diperlakukan sangat baik sekali.
"Iya tante desy memang sangat baik, apalagi sama anak perempuan, ya maklum anak tante desy kan cuma 1 dan laki laki" Tutur adit
Icha mengangguk, icha pun paham hal itu. Ia juga anak perempuan satu satunya. Dan orang tuanya juga mudah sayang pada keponakan laki laki.
1 minggu kemudian saat launching CV anak tante desy adit akhirnya dapat menghadiri juga, namun ia harus dinas siang hari itu sehingga ia tidak akan berlama lama, undangan dari tante desy untuk acara launching adalah pukul 10.
"Yuk mas, icha udah siap nih" Kata icha
"Sayang, kamu cantik sekali sih. Nanti banyak laki laki yang nglirik" Kata adit. Saat mengamati istrinya yang sangat cantik dengan riasan wajah.
"Kan acara resmi, acara sodara, ya dandan lah aku" Ucap icha.
"Enggak ya, hapus make up nya. Pakai lipstik tipis aja sama bedak. Pipinya jangan dikasih merah2 gitu" Ucap adit ia menggandeng istrinya masuk kedalam kamar.
"Mas adit nggak malu kalau icha nggak dandan?" Kata icha.
"Enggak. Yang biasa aja. Cantiknya istri itu hanya boleh di nikmati suami. G boleh diumbar ke yang lain" Adit menjelaskan. Ichapun segera menghapus make up nya lalu ia memakai pelembab dan bedak tipis, ia juga memakai lipstik warna bibir. Sangat natural.
"Naah, gini aja sudah cantik kok" Kata adit puas. Ia tidak rela ada laki laki yang menikmati kecantikan istrinya.
"Okey, yasudah kita berangkat ya" Kata icha. Karena jam sudah menunjukkan pukul 9.30. Merekapun bergegas menuju ke tempat acara. Sesampainya disana adit dan icha segera menuju kantor baru anak tante desy, ada beberapa karangan bunga disana.
CV Matahari, icha dengan jelas membaca nama CV tersebut. Tamu tamu undangan pun juga sudah berdatangan. Kantor tersebut juga lumayan besar dengan halaman yang luas
Adit dan icha disambut oleh tante desy
"Selamat datang adit, icha. Terimakasih lo sudah bersedia datang" Kata tante desy.
"Sama sama tante" Ucap icha.
"Ari kemana tante?" Tanya adit
"Ke kamar mandi. Nggak tau tuh beser terus. Grogi mungkin ya" Ucap tante desy, ia mempersilahkan adit dan icha untuk duduk.
"Mas, tante icha mau ke kamar mandi dulu ya" Kata icha.
"Oh iya. Kamu masuk kedalam saja nanti belok kanan ya cha" Ucap tante desy mengarahkan icha. Icha kemudian masuk kedalam kantor tersebut, mengikuti instruksi tante desy. Ada dua kamar mandi disana, kamar mandi untuk laki laki dan untuk perempuan, kebetulan kamar mandi perempuan sedang tidak digunakan.
Icha segera menggunakan kamar mandi perempuan, saat icha masuk ada bunyi pintu dibuka dari sebelah yang menandakan kamar mandi laki laki telah selesai digunakan.
Di luar kantor tante desy tengah sibuk berbincang dengan adit.
"Dit, bilang ke icha ya kalau ada temen nya yang jomblo. Duuuh tante ini pusing sekali. Padahal ari ini ganteng lo ya. Tapi kenapa kok nggak dapet dapet pacar" Ucap tante desy
"Oya? Siap tante, nanti saya bilang ke icha. Mungkin ari masih fokus te sama kerjaannya" Ucap adit.
__ADS_1
"Keburu tua lah dit. Nunggu apa" Kata tante desy sedikit menggebu. Anak tante desy memang tidak bisa diragukan lagi kegantenganya, namun sampai saat ini ia belum menggandeng sosok wanita.
"Nunggu ketemu yang pas ma. Mama nih nggosipin ari terus" Kata ari yang tiba tiba datang dan merangkul mama nya.
"Gitu terus jawabanya. Duuh pusing mama" Tante desy memegang kepalanya.
"Hey bro. Kamu sudah banyak berubah ya. Tambah ganteng dan dewasa" Tutur adit menepuk pundak sepupunya.
"Hey mas adit, eh salah sih dokter adit ya" Mereka berpelukan, sudah lama sekali mereka tidak berjumpa. Mungkin sekitar 4 tahun.
"Keren riii, hebat" Adit mengacungkan 2 jempolnya untuk sepupunya itu.
"Mas adit lebih kereeen. Oya katanya sudah menikah. Mana mas istrinya?" Tanya ari karena ia tidak melihat ada wanita disamping adit.
"Ke kamar mandi mungkin bentar lagi balik" Ucap nya.
"Kalian harusnya berpapasan dong tadi di kamar mandi" Ucap tante desy
"Kalaupun papasan ya mana ari tau ma, kan ari belum kenal" Kata ari, jam sudah menunjukkan pukul 10. Seorang perempuan yang diyakini sebagai sekretaris mendekati ari. Acara harus segera dimulai karena tamu juga sudah banyak berdatangan
"Yasudah aku siap siap dulu ya, bentar lagi acara kita mulai. Yuk ma" Ucap ari.
Ari dan mama nya segera masuk kedalam kantor. Masuk kedalam ruangan ari, sedangkan icha baru keluar dari kamar mandi.
"Sayaaang, kenapa lama sekali?" Tanya adit
"Iya mas aku tadi kebelet pup soalnya. Maaf ya" Ucap icha lalu duduk disebelah adit. Mereka duduk dibarisan paling depan.
" Ya ampun. Dimana mana selalu pup" Adit menepuk dahinya.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu" Seorang MC telah memulai acara nya. Semua orang kini memperhatikan kedepan.
"Baik, terimakasih kepada para hadirin yang sudah menyempatkan waktu untuk datang di acara kami. Acara akan segera kami mulai" Ucap MC tersebut. Acara launching CV matahari tergolong cukup mewah walau diadakan di luar ruangan, penataan nya sungguh indah mirip seperti digedung.
"Para hadirin yang berbahagia, ijinkan kami informasikan bahwa CV matahari ini bergerak di bidang penyedia alat kesehatan maupun alat laboratorium, kami juga melayani jasa kalibrasi untuk alat laboratorium" MC menjelaskan dengan sangat menarik. Membuat semua orang memperhatikan dengan baik.
"Baiklah para hadirin, mari kita sambut direktur dari CV matahari, berikan tepuk tangan yang meriah" Ucap MC. icha otomatis mencari sosok direktur yang tidak lain adalah sepupu dari suaminya itu.
Ari berjalan menuju panggung. Ia sosok yang tinggi dengan postur tubuh ideal, warna kulitnya juga putih bersih dengan hidung yang mancung. Penampilannya pun juga sederhana dengan mengenakan kemeja slim fit lengan panjang.
Icha memeriksa ponsel nya yang sedari tadi bergetar, ternyata dari gina. Ia hendak membuka pesan whatsapp yang begitu banyaknya
"Assalamualaikum bapak ibu, selamat datang di CV matahari" Ucap ari. Icha masih sibuk membaca pesan dari gina yang mau bercerita tentang kencannya bersama rangga.
"Perkenalkan, saya direktur cv matahari Rasyad attari." Rasyad attari? Icha mengingat nama itu, ia pun seketika menoleh kearah sumber suara. Mulutnya sampai menganga memandang seorang laki laki disana yang ternyata adalah mantan kekasihnya dulu.
"Rasyad" Ucap icha lirih sambil memandang kearah ari. Bukan kah selama ini ia berada diluar negeri. Jadi laki laki yang ia lihat di mall itu benar rasyad batin icha.
"Sayang? Kenapa? Kamu kenal?" Tanya adit saat melihat istrinya seperti terkejud.
"Di dia rasyad dulu kakak tingkat aku beda jurusan sih" Ucap icha.
"Haah oya? Wah kebetulan sekali ya, dunia itu sempit. Kalau di keluarga di panggilnya ari" Ucap adit.
Icha memandang kearah ari dan mata mereka pun bertautan. Ari terlihat sama terkejudnya seperti icha, ia melayangkan senyuman pada icha.
Setelah acara peresmian CV matahari selesai, para tamu undangan dipersilahkan untuk menikmati hidangan. Icha dan adit berdiri di samping aneka puding dan cemilan sambil menikmati es dawet. Ari menghampiri adit dan icha.
__ADS_1
"Hei, selamat menikmati hidangannya ya" Ucap ari
"Siap bro. Oya katanya kamu ini kakak tingkat istriku ya" Ucap adit.
"Iya mas betul" Kata ari, ia kemudian memandang icha.
"Apa kabar cha?" Ucap nya sambil mengulurkan tangan. Icha pun juga membalas uluran tangan ari.
"Baik" Jawab icha singkat. Ia merasa canggung dengan situasi ini. Walau ia sudah tidak punya rasa namun rasanya canggung sekali berada diantara suami dan mantan pacar.
"Heyy, icha adit, kalian bisa masuk kedalam kantor lo. Didalam saja yuk sambil lihat lihat kantor barunya ari" Ucap tante desy.
Icha melirik kearah suaminya yang kemudian dijawab dengan anggukan kecil.
Mereka hendak melangkah namun tiba tiba ponsel adit berdering.
"Halo, oh iya. Oke aku segera kesana" Ucap adit lalu mematikan telepon itu.
"Duuh sepertinya adit harus ke rumah sakit sekarang. Maaf ya tidak bisa lama" Ucap adit.
"Iya nggak papa mas. Santai aja" Jawab ari yang diikuti anggukan tante desy.
"Sayang, kamu pulang naik taksi nggak papa ya? Aku nggak bisa antar pulang" Kata adit.
"Iya beres mas.tenang aja" Ucap icha.
"Biar tante yang anter icha dit. Aman sama tante" Kata tante desy.
"Yasuda adit pamit ya" Setelah berpamitan adit segera pergi ke rumah sakit, sedangkan icha masih di CV matahari. Kini ia berada di lobby bersama dengan tante desy. Ari masih sibuk menemui tamu undangan.
"Tante, icha pulang saja ya naik taksi. Nggak papa kok te" Ucap icha yang merasa tidak enak.
"Nggak papa sayang, tante malah seneng disini ada temen nya. Lihat tuh anak tante. Sibuk terus" Kata tante desy menunjuk kearah ari yang tengah berbincang dengan para tamu.
"Tante dulu berarti tinggal di jerman ya?" Tanya icha.
"Iya, adit ya yang kasih tau? Tante kembali karena tante kesepian disana. Sejak ditinggal papa nya ari 2 tahun lalu, tante merasa sedih disana. Setiap sudut rumah penuh kenangan sama papanya ari" Tante desy nampak sedih, terlihat jika sampai sekarang ia masih sangat merasa kehilangan suaminya.
Icha merangkul tante desy sambil pengelus lengan tante desy.
"Akhirnya ari yang mengajak kembali ke tanah air biar tante nggak sedih, padahal karirnya lagi bagus disana " Ucap lagi tante desy.
"Sabar ya tante, maaf icha nggak tau. Tante nggak boleh sedih lagi, disini banyak keluarga yang sayang sama tante. Kalau tante merasa bosan dan sedih. Tante bisa hubungi icha. Nanti kita bisa jalan jalan kan" Ucap icha. Ia mudah sekali tersentuh dengan cerita hidup orang lain.
"Makasih ya cha" Ucap tante desy.
"Ma, ini ada om tio sama tante ana" Ari datang mendekati mamanya.
"Cha, tante tinggal dulu ya. Ari, temenin icha dulu" Tante desy pergi untuk menemui om tio dan tante ana. Ari memandang kepergian mamanya lalu ia memandang kearah icha , ia kemudian duduk di sofa depan icha.
Sekarang icha semakin cantik dan anggun sekali gumam ari, ia menundukkan pandangannya, jantungnya berdebar kencang. Ia berusaha mengatur nafasnya dan mensugesti dirinya bahwa icha adalah istri kakak sepupunya.
Icha pun juga jadi canggung akan berbicara apa dengan ari.
"Kamu" Kata icha dan ari secara bersamaan. Mata mereka saling bertaut
"maaf ya akir akir ini up nya lama, ada kesibukan yg memakan banyak waktu. Hehe setelah ini insyaallah rajin lagi up kok. Kalian like dan komen dong biar semangat aku membara"
__ADS_1