
Mereka akhirnya mengikuti bapak cleaning service tersebut untuk diantar ke kamar pak hasyim.
"Kamar berapa mbak?" Tanya cleaning service tersebut
"Kamar 306 pak" Ucap renata, cleaning service tersebut menekan lantai 3 untuk mengantar adit, ari dan renata.
Ting ting, suara lift yang menandakan mereka telah sampai di lantai 3, mereka keluar dari lift tersebut dan melihat arah petunjuk di tembok
"301-310 ke kanan tuh" Ucap adit, renata mengikuti adit dan berjalan beriringan dengan adit sambil mengobrol, tiba tiba langkah renata terhenti. Adit dan ari menatap renata sambil menghela nafas berat, apalagi dengan wanita ini batin ari dan adit
"Oh iya lupa" Kata renata sambil menepuk jidat nya.
"Apa lagi?" Tanya ari
"Syad, ambilin tas kain di motor aku tolong. Aku lupa bawa. Itu buat pak hasyim.Duh lupa aku" Kata renata cemas lantaran ia meninggalkan bingkisan untuk pak hasyim di motor nya.
"Gimana sih kamu, lain kali yang teliti dong. Ah elah lu" Ucap ari menggerutu.
"Yaudah aku ambil dulu ya mas, kalian masuk duluan aja" Ucap ari, ia segera turun untuk mengambil bingkisan untuk pak hasyim.
"Yaudah yuk mas buruan" Ucap renata, adit mengangguk, cleaning service tersebut masih mengikuti di belakang adit dan renata.
"Nah ini dia kamarnya" Ucap renata saat melihat nomor kamar 306.
"Kamu telpon pak hasyim gih" Kata adit, renata mencoba menghubungi pak hasyim namun tidak di angkat,
"Nggak diangkat dok, mungkin karena beliau sakit ya, aku jadi takut terjadi sesuatu. Mas, boleh pinjem kartu kamar ini nggak, pasti mas nya kan bisa akses. Orang sakit ini" Ucap renata terlihat wajahnya panik, cleaning service itu pun memberikan akses kepada renata dan adit
Renata menempelkan kartu tersebut lalu membuka pintu.
"Alhamdulilah" Kata renata, ia terlihat bahagia dan masuk kedalam kamar tersebut.
"Ayo mas" Ucap renata sangat semangat hingga menarik tangan adit untuk masuk.
Mereka ada didalam kamar tersebut, namun ruangan tersebut kosong, tidak ada siapapun disitu.
"Loh mana ren pak hasyim" Tanya adit, kamar tersebut sangat rapi seperti belum dihuni.
"Iya ya mas, bentar aku cek handphone ku" Ucap renata mengecek ponsel nya
"Ya ampuun mas, ini nih baru dijawab pak hasyim. Tadi siang beliau sudah dijemput anaknya katanya" Ucap renata dengan menyesal,
"Gimana sih kamu ren. Nggak dipastikan dulu" Ucap adit kecewa lantaran ia tidak berhasil bertemu dengan pak hasyim. Adit segera berbalik dan keluar dari kamar tersebut
"Mas ngapain masih disini?" Tanya adit pada petugas kebersihan tersebut yang masih berdiri di depan pintu
__ADS_1
"Kan kuncinya masih dibawa mbak nya" Ucap cleaning service tersebut. Adit menatap renata
"Oh iya, maaf" Kata renata, ia menyerahkan kuncinya pada cleaning service tersebut. Lalu mereka keluar dari kamar itu. Renata kemudian menelepon ari agar mengembalikan bingkisan tersebut ke motor nya karena pak hasyim sudah tidak ada ditempat.
"Rasyad ku suruh pulang" Ucap renata.
"Lain kali yang valid dong ren infonya" Ucap adit, mereka masuk kedalam lift
"Iya maaf kan pak hasyim baru jawab chat aku" Ucap renata merasa tidak enak hati pada adit,
"Yaudah aku pulang ya ren" Ucap adit yang meninggalkan renata sendiri di hotel itu, ia tidak ingin berlama lama dengan renata, renata menghela nafas panjang dan ia juga menuju parkiran motor untuk mengambil motor nya.
Di rumah saat ini icha sedang sendirian karena sus santi sudah pulang sejak sore hari, karena suaminya lembur hingga malam akhirnya icha meminta sus santi untuk pulang.
Jam menunjukkan pukul 8 malam, ia duduk di ruang tamu sambil memainkan ponsel nya, icha sangat bahagia ketika ada suara gerbang terbuka yang menandakan bahwa suaminya sudah pulang, ia segera membuka pintu rumah dan menunggui suaminya diteras rumah.
"Sayang, kamu kenapa diluar begini nanti masuk angin" Ucap adit, ia mencium kening istrinya.
"Iya mas adit nggak pulang pulang, pasien nya banyak banget ya" Tanya icha, adit membantu icha berjalan masuk kedalam rumah.
"Iya banyak. Capek banget aku. Aku mandi dulu ya" Ucap adit, ia masuk ke kamar untuk membersihkan diri, sedangkan icha menyiapkan baju suaminya.
"Mas sudah makan malam?" Tanya icha saat suaminya sudah keluar dari kamar mandi
"Udah sayang, tadi sore aku laper jadi makan dulu. Kamu sudah makan?" Tanya adit. Ia mengenakan baju yang sudah icha siapkan lalu memakai sarung untuk menunaikan shalat isya.
Dilain sisi, ari baru pulang kerumah. Ia memasuki rumah dengan bernyanyi senang.
"Waalaikum salam" Ucap desy sambil menatap putranya yang masuk tanpa mengucapkan salam.
"Eh Mama? Ari kira mama sudah tidur" Ucap ari sambil mencium tangan desy
"Kamu kenapa? Kayaknya kok bahagia sekali gitu sih" Ucap desy yang penasaran dengan putranya.
"Enggak papa sih ma, lagi seneng aja baru dapat project baru" Ucap ari dengan mata yang berbinar.
"Oooh, kirain dapat pacar baru" Kata desy menggoda putra sematawayang nya itu.
"Apa sih ma, enggak lah. Yaudah ari mau mandi dulu ya. Lengket semua nih" Ari meninggalkan mama nya dan menuju kamar, desy melanjutkan membaca koran sambil terheran heran dengan anak nya.
"Dapat project kok bahagia nya kayak dapat cewek" Celetuk desy.
***
"Mas adit hari ini pulang jam berapa?" Tanya icha, ia memeluk lengan suaminya manja.
__ADS_1
"Sore aku sudah dirumah. Kenapa?" Ucap adit, lalu menempatkan icha di depan nya, membelai rambut indahnya yang selalu terawat.
"Besok jadi kan?" Tanya icha menatap suaminya lekat lekat.
"Pasti dong, sudah aku siapin 3 hari spesial disana" Ucap adit lalu memeluk erat istrinya seolah tidak ingin kehilangan icha.
"Okey, aku tunggu dirumah ya" Ucap icha disertai kerlingan genit.
"Ha..haa.haa. Gemes banget istriku. Tunggu ya" Kata adit kemudian ia berangkat bekerja.
Besok adalah aniversary adit dan icha yang pertama, ia tidak menyangka pernikahan nya kini hampir memasuki usia 1 tahun, pernikahan dengan lelaki pilihan bapak nyatanya membuat ia bahagia walaupun rumah tangganya banyak dengan ujian. Semua mereka nikmati dan jalani bersama.
Ia bahagia menjadi istri adit yang mencintainya dengan sederhana namun selalu membuatnya merasa istimewa, ia berharap semua kebahagian yang ada selalu nyata,
"Sus, anterin saya hari ini ke mall yuk" Ucap icha sambil memejamkan mata, sejak ada sus santi, ia selalu olahraga pagi.
"Bu icha ngapain ke mall, jangan bu, nanti saya dimarahi sama dokter adit" Ucap sus santi.
"Jangan bilang mas adit sus, saya ada yang mau dibeli soalnya" Kata icha, ia membuka matanya. Sus santi menghentikan musik dari ponselnya.
"Lewat aplikasi online saja bu, nanti bu icha capek" Kata sus santi memberikan ide
"Saya pengennya pegang barangnya langsung sus." Kata icha,
Setelah selesai olahraga dan sarapan, icha dan sus rini ke mall untuk mencari sepatu.
Icha berencana membelikan jam tangan untuk adit. Mereka sampao di Tunjungan plaza dan langsung menuju ke toko jam, icha memilih milih jam debgan berbagai merk, dan akhirnya hatinya jatuh pada jam bermerk seiko bewarna silver.
"Bagus nggak sus" Tanya icha pada sus santi.
"Bagus bu, keren kok" Ucap sus santi, ia sambil melirik jam jam lainya.
"Ya ampun ini mahal banget bu yang itu, 20jt jam doang" Kata sus santi heran.
"Iya, menurut ku nggak lah ya kalau beli jam mahal banget begitu, fungsinya sama sus, dan mas adit juga nggak suka kalau terlalu mahal gitu. Mending buat sedekah" Ucap icha.
"Iya betul bu, saya setuju, kalau saya mah kalau beli jam yang harga ratusan ribu saja sudah mahal bu" Kata sus santi, kemudian icha memanggil pelayan, mereka menuju kasir untuk membayar jam tangan tersebut.
"Pembayarannya pakai apa bu" Tanya pelayan toko tersebut.
"Debit mbak" Ucap icha, kemudian pelayan toko tersebut meminta kartu debit icha dan memasukannya kedalam mesin.
"Total nya 3.350.000 ya bu. Silahkan ibu pin nya" Ucap pelayan tersebut, icha memasukan pin atm nya.
Selesai membayar merekapun berencana untuk langsung pulang.
__ADS_1
Saat keluar dari toko tersebut ia melihat seseorang yang tidak asing bagi icha, ia berdiri sambil memainkan ponsel nya.
"Sembunyi sus" Ucap icha melangkah mundur saat ia melihat seorang tersebut berbalik badan dan hendak menuju kearahnya.