
"Lagi sakit tetep aja jahil sama suaminya, awas ya kamu" Ucap adit. Bukan icha memang kalau tidak jahil, tapi kini ia dalam kondisi sakit namun tetap tidak mengurangi tingkat kejahilanya.
Adit bersyukur memiliki istri yang kuat, dalam kondisi seperti inipun icha tidak mengeluh, terlihat sedih atau merintih kesakitan. Ia tetap tersenyum dan tertawa dengan kondisi yang masih lemas, ia berusaha membuat orang disekitarnya ikut tersenyum juga.
"Mas adit nggak kerja?" Tanya icha.
"Enggak, istrinya sakit masak suaminya kerja" Tutur adit.
"Ya nggak papa mas, aku kan sudah dijaga perawat, lagian mas adit juga kerja nya disini. Bisa sering tengok aku" Ucap nya.
"Nggak papa, sekali kali cuti kan. Kamu sudah sadar sejak kapan?" Tanya adit
Flash back off
Jam menunjukkan pukul 04.00, bu milda masih tetap terjaga, ia sama sekali tidak tidur semalaman. Bu milda duduk disamping icha sambil memegang tangan putri sematawayangnya itu, ia terus melantunkan doa agar putrinya lekas sadar.
"Buuk" Suara serak icha sontak membuat bu milda menatapnya, begitu juga pak rahmat yang langsung berdiri menghampiri putri tercintanya.
"Alhamdulilah, icha, kamu sudah sadar nak, pak anak kita sadar pak" Ucap bu milda sambil menangis haru.
"Icha, alhamdulilah anak bapak sudah siuman bapak panggil dokter dulu ya bu" Ucap pak rahmat.
Pak rahmat segera keluar mencari dokter jaga,
"Maafin icha ya bu sudah bikin ibuk sama bapak kawatir" Ucap icha dengan suara lirih, ia masih sangat lemah.
"Jangan lagi ya cha, hati ibu hancur rasanya lihat kamu seperti ini" Ucap bu milda sambil menangis.
"Ibu jangan nangis dong. Kan icha sudah sadar, icha anak kuat. Icha akan cepat pulih kok" Ucap icha sambil menyunggingkan senyum di bibirnya.
Bu milda menghapus air mata nya dan tersenyum. Kemudian pak rahmat datang dengan seorang dokter jaga.
"Waah bu icha sudah sadar, alhamdulilah. dr adit pasti senang sekali ini" Ucap dokter muda tersebut. Dokter tersebut memeriksa keadaan icha.
"Semua stabil, bu icha recovery nya cepat sekali, coba gerakkan jari jarinya nya" Ucap dokter tersebut. Icha berusaha menggerakkan jari jari tangannya.
"Oke bagus, kaki kanan nya" Ucap dokter tersebut. Icha menggerakkan jari kaki kanan nya.
"Bagus, bu icha masih muda, insyaallah kaki kirinya juga akan segera pulih. Kalau gitu saya tinggal ya bapak ibu" Ucap dokter muda tersebut.
"Dokter" Icha menghentikan langkah dokter muda itu.
"Iya bu, ada yang bisa saya bantu?" Ucap dokter tersebut dengan sangat ramah.
"Jangan bilang dokter adit kalau saya sudah siuman ya. Saya mau beri kejutan" Ucap icha
__ADS_1
"Baik bu icha, aman" Ucap dokter tersebut kemudian berlalu pergi.
"Bapak sama ibu juga ya, jangan bilang mas adit kalau icha sudah siuman" Pinta icha lagi.
"Oalah pak pak, anak jaman sekarang ya sukanya kasih sarpras" Ucap bu milda.
"Haa, apa bu sarpras? Sarana prasarana maksud ibuk?" Tanya pak rahmat, icha pun juga binggung.
"Ya kejutan itu lo pak" Ucap bu milda.
"Surprise buk, bukan sarpras" Kata icha sambil tertawa kecil.
"La ya hampir sama toh cha" Mereka bergurau bersama, momen momen seperti ini lah yang selalu icha rindukan. Saat mereka bisa berkumpul dan bercanda, namun bukan dengan keadaan icha yang seperti ini.
Kondisi icha masih lemas, ia pun juga merasakan mengantuk dan akhirnya jam 6 ia kembali tertidur.
Flash back on
"Ternyata sudah lama dong. Ini baru bagun lagi?" Tanya adit setelah mendengar cerita istrinya.
"Ya waktu mas adit ngajak ngobrol tadi aku kebangun. Tapi pura pura masih bobok" Ucap icha.
"Oya, bagaimana ceritanya kamu bisa sampai kecelakaan. Aku sudah menghubungi polisi untuk menangkap pelaku penabrakan kamu" Ucap adit.
"Iya, bagaimanapun dia yang sudah menabrak kamu kan" Kata adit.
"Aku yakin dia tidak sengaja mas, karna aku lah yang salah, jadi ceritanya motor aku kan bocor, terus sama rangga dikasih pinjam motor dia" Icha terdiam sebentar menarik nafasnya.
"Lalu waktu dijalan ada orang yang ngikutin aku, aku takut, waktu jalanan sepi dia mendekati aku" Ia berhenti lagi untuk beristirahat.
"Karna aku panik aku melaju cukup kencang dan keluar dari jalur, aku nggak lihat kalau di depan ada mobil mas" Ucap icha menceritakan kejadian yang sebenarnya.
"Siapa orang yang mengikuti mu?" Tanya adit
"Aku juga tidak kenal mas, tapi aku ingat nomor motornya" Ucap icha, ia sempat melihat no plat motor orang yang mengikutinya, untunglah ingatan icha untuk menghafal sangatlah bagus.
"Berapa? Biar aku infokan ke polisi" Ucap adit sambil mengetik di ponsel miliknya setelah icha menyebutkan nopol orang yang mengikutinya tersebut.
"Aku keluar sebentar ya sayang" Ucap adit yang rupanya menelepon teman nya, saat icha kecelakaan ia menelepon temannya untuk mengurus perkara kecelakaan kepolisi.
"Mas adit telpon siapa?" Tanya icha.
"Temen" Katanya dengan singkat.
"Sepertinya aku curiga sih sama temen kamu itu" Ucap adit yang kini duduk disamping istrinya.
__ADS_1
"Siapa?" Tanya icha
"Rangga lah, kenapa begitu kebetulan sekali coba dia meminjamkan kamu motor, aku sih ada feeling dia sakit hati sama kita" Tutur adit.
"Mas, nggak mungkin ah, jangan menuduh gitu" Ucap icha
"Oke oke. Kamu istirahat ya, jangan banyak bicara, kamu terlihat lemas" Icha pun mengangguk, berbicara saat ini membutuhkan tenaga ekstra untuk icha.
Saat istrinya tertidur, ia kembali keluar kamar icha dan menghubungi seseorang kenalananya.
"Halo, gimana ada kabar apa?" Ucap adit pada teman nya.
"Nggak dit, penabrak tersebut sudah pulang, hanya dilakukan interogasi, lagian dari kamera mobilnya memang icha lah yang tiba tiba pindah jalur. Sekarang polisi sedang menyelidiki pemilik nopol yang kamu sebutkan" Ucap bobi, ternyata adit meminta bobi untuk melaporkan kepada polisi.
"Okey, thanks ya bob" Ucap adit lalu menutup ponsel nya.
"Triiiiing" Ada dering ponsel, namun itu bukan milik adit, adit baru ingat jika ia membawa ponsel istrinya, diambilnya ponsel itu dari tas lalu adit mengangkatnya.
"Halo assalamualaikum" Ucap adit.
"Waalaikum salah.oh saya salah nomor atau bagaimana ya ini" Ucap bu ani, kepala instalasi icha.
"Tidak bu, ini adit suaminya icha" Ucap adit.
"Ooh gitu. Maaf mengganggu, ini lo kok sampai jam segini icha belum sampai kantor, apa nggak masuk?" Tanya bu ani
"Iya bu, icha sakit, kemarin istri saya kecelakaan" Ucap adit menjelaskan pada bu ani.
"Astagfirullah. Gimana kondisi icha?" Tanya bu ani.
"Alhamdulilah sudah siuman bu, mohon doanya saja dan ijin kemungkinan icha tidak masuk cukup lama. Karena mengalami fraktur" Ucap adit.
"Ya allah. Iya mas, kami doakan icha segera pulih ya. Aamiin" Ucap bu ani, yang diikuti oleh adit. Minta
Setelah menutup telepon adit kembali ke ruang perawatan istrinya.
Sekitar pukul 11 siang, bobi menelepon adit
"Halo, ia bob bagaimana" Ucap adit.
"Yang mengikuti icha sudah tertangkap dit, kamu bisa kesini?" Ucap bobi, adit sungguh tidak menyangka ternyata cepat sekali kerja polisi, ia sangat geram ingin segera menemui penjahat tersebut yang mengakibatkan istrinya celaka
Apa sebenarnya masalah nya dengan istrinya, adit sangat yakin bahwa istrinya tidak memiliki musuh, istrinya adalah wanita yang baik, tidak mungkin ada orang yang berusaha mencelakainya, kecuali....
Adit memikirkan rangga, karena semua ini terlihat ada hubunganya dengan rangga. Entahlah dia harus segera ke kantor polisi untuk mengetahui kebenaranyaq
__ADS_1