
Tante desy bersama sus santi berada di dapur untuk menyiapkan kue, sedangkan ari dan icha berada di ruang tengah,
"Kalau kamu butuh apa apa boleh hubungi aku dan mama ya cha, jangan sungkan, kita kan saudara" Ucap ari, ia ingin icha merasa tidak sungkan jika membutuhkan bantuan apapun.
"Trimakasih ya mas, alhamdulilah mas adit sudah siapkan suster untuk merawatku dan membantuku" Ucap icha dengan bangga.
"Iya, mas adit itu memang perhatian banget, dulu waktu aku kecil pernah jatuh dari sepeda, dia datang dan bawain aku plester bergambar sama balon juga biar aku nggak nangis katanya. Hahaha. tapi kalau kamu butuh bantuanku dan mama kami siap cha" Ucap ari, adit memang sosok yang perhatian terhadap keluarga, dari kecil ia memang ingin sekali menjadi dokter.
"Iya dia perhatian banget ya sama keluarga. Makasih ya mas" Ucap icha.
"Aku lega banget kamu dapat mas adit, paling nggak aku kenal dia, jadi aku bisa memastikan kalau dia nggak akan menyakitimu, dia akan selalu membuatmu bahagia" Kata ari
"Aamiin. Aku juga doain kamu segera mendapatkan jodoh yang baik" Ucap icha dengan tersenyum membuat getaran dihati ari, ia kemudian memalingkan pandangannya karena takut khilaf, ternyata dengan senyuman saja bisa membuat laki laki bergetar.
Nanti ketika memiliki istri, ari ingin istrinya mengenakan cadar, batinya. Ia tidak mau senyuman manis istrinya kelak dinikmati oleh banyak lelaki.
"Haiii, ngobrol apa sih. Kita ngemil dulu yuk, sini sus ikutan" Ucap desy, ia hari ini membuat cemilan kue brownis untuk dibawa ke rumah icha.
"Waah kelihatannya enak sekali ya tante. Icha mau" Ucap icha, sus santi mengambilkan kue brownis untuk icha.
Mereka berbincang bincang santai, beberapa saat kemudian adit datang.
"Assalamualaikum" Ucap adit yang masuk kedalam rumah, ia mendengar keramaian dari ruang keluarga, ia berjalan menuju keruang keluarga.
"Hai ada tante desy dan ari rupanya" Kata adit, ia mencium punggung tangan tante desy dan menjabat tangan saudaranya itu.
"Ia, maafkan tante sama ari baru bisa jenguk icha sekarang ya dit" Ucap desy.
"Nggak papa te, tante kan di luar negeri ya sama ari" Ucap adit, ia menoleh kearah ari yang saat ini memandangnya.
"Iya mas,ada urusan. Semoga tidak terjadi lagi ya kejadian kayak gini, kami denger ceritanya aja ngeri sih" Ucap ari menaruh simpati pada icha dan adit.
"Iya, aamiin. Kami akan lebih hati hati. Makasih ya ri tante atas perhatian nya" Setelah mengobrol ringan, adit pamit untuk berganti pakaian.
__ADS_1
Sus santi pun juga pamit pergi setelah adit datang yang tidak lama disusul oleh desy dan ari.
Malam hari nya, adit dan icha bercengkrama di teras belakang rumah adit, adit menggenggam tangan istrinya dengan sangat erat.
"Mas, kamu pasti ada yang ingin kamu katakan sama aku ya" Ucap icha, ia bisa membaca dari raut wajah suaminya kalau ia sedang memikirkan sesuatu.
"Iya sih, kamu tau aja" Ucap adit tersenyum. Selama hampir satu tahun menjadi istri adit membuat icha lebih memahami bagaimana suaminya.
"Kamu kan tau aku ingin sekolah spesialis anak" Ucap adit menggantung.
"Iya tau dong, apa karna biaya pengobatanku mas adit sekarang uang nya kurang? Aku ada kok mas" Ucap icha dengan wajah panik, ia tidak mau menjadi penghambat untuk suaminya dalam mengejar karir.
"Bukan bukan, uangku sangat cukup insyaallah. Cuma aku ingin ambil spesialis kalau nggak dijakarta atau keluar negeri sekalian, cuma gimana ya" Ucap adit sambil menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal
"Gitu ya, terus aku gimana ?" Tanya icha yang merasa binggung jika ditinggal suaminya jauh.
"Nah itu maksud aku. Kira kira kamu mau nggak ikut, kalau kamu resign gitu gimana?" Tanya adit hati hati, ia tidak ingin menyinggung perasaan istrinya. Icha termenung sebentar sebelum menjawab
"Aku ikut kemanapun suamiku pergi. Aku akan resign" Ucap icha mantap.
"Serius? Nggak papa kamu resign?" Tanya adit yang kini wajahnya menjadi sumringah.
"Nggak papa lah mas, memang mas adit mau kuliah dimana kalau luar negeri?" Tanya icha penasaran.
"Ke amerika, biasanya 2 bulan lagi pendaftaranya, ya kalau misal tidak ketrima aku ambil di jakarta aja. Yang penting istriku ikut biar aku tenang" Ucap adit merasa lega.
"Ikut lah, aku nggak bisa kalau LDR mas, aku nanti bisa melamar jadi artis holywood kan" Ucap icha, adit tertawa mendengarnya, kenapa juga istrinya ingin menjadi artis holywood, secara baground pendidikan istrinya adalah seorang analis.
"Ada ada saja. Ya masak jadi artis, mana bisa sih yang, nanti kamu bisa cari kerja di lab disana" Ucap adit memberikan opsi pada icha.
Icha terdiam, wajah nya terlihat murung dan tatapan nya kosong.
"Sayang,hey, aku salah ngomong kah?" Adit melambaikan tangan di depan wajah istrinya, namun istrinya tidak bereaksi apa apa. Adit menyadari jika mungkin istrinya tersinggung dengan kata katanya.
__ADS_1
"Maaf ya sayang, kamu marah ya?" Ucap adit yang merasa takut jika istrinya marah.
"Haa..haaa..haaaa" Icha tertawa sambil mendongak keatas membuat adit terkejut.
"Ya allah, icha kamu ngagetin banget. Ku pikir kamu marah tadi" Kata adit, istrinya tertawa kecil, lalu tersenyum senyum dengan menggeleng gelengkan kepala, ia melirik kearah adit dengan senyuman yang aneh dan berbeda dari icha sebelumnya.
"Kok natap nya gitu?" Tanya adit, tiba tiba bulu kuduknya berdiri.
"Ha...haa...hee.." Istrinya tertawa menatap suaminya sambil menggelengkan kepala pelan, tatapannya makin tajam dan memelotot.
"Siapa namamu cah bagus?" Kata icha dengan suara kas nenek nenek kemudian ia tertawa kembali, tatapan nya aneh seperti bukan icha.
"Astagfirullah haladzim, cha, sadar. Kamu harus bisa melawan yang sedang menguasaimu" Ucap adit dengan gemetar, ia sebenarnya takut,namun ia tidak mungkin meninggalkan istrinya dalam keadaan dikuasai makhluk halus.
"Darahmu sungguh manis baunya cah bagus" Icha mengendus bau suaminya yang membuat adit makin gemetaran.
"Astagfirullah haladzim" Adit seketika bangun dari duduknya dan mundur menjauh 1 meter dari istrinya, icha tertawa ala nenek nenek sambil terbatuk batuk.
Kemudian adit menarik nafas panjang, ia melantunkan bacaan al quran sambil memejamkan mata, lama kelamaan adit tidak mendengar istrinya tertawa, suara nya hening, mungkin istrinya telah sadar batin adit, ia berusaha untuk membuka matanya secara perlahan.
Dia terkejut bukan main saat membuka mata namun istrinya tidak ada di depannya.
"Cah baguss" Ucap icha dengan suara pelan, adit langsung berbalik arah, benar saja, istrinya sudah ada di belakang nya, rupanya doa doa yang dipanjatkan adit belum berhasil mengusir roh halus.
"Gimana cah bagus akting ku?" Ucap icha dengan senyumannya.
"Icha maricha? Itu kamu?" Ucap adit
"Gimana? Sudah cocok kan jadi artis holywood, aku mau membuktikan saja kalau aku bisa" Ucap icha dengan bangganya karena ia telah membuat adit merasa ketakutan.
"Haaaa" Hanya kata itu yang keluar dari mulut adit sebelum akhirnya ia jatuh pingsan.
"hai guysss,,,, like yahhh"
__ADS_1