
"Ra, rangga" Ucap renata saat melihat rangga sudah duduk di sana, rangga menoleh kearah renata, ia memandang agak lama baru menyadari jika wanita tersebut adalah renata.
"Renata?" Renata mengangguk
"Sial*an emang polisi bawa aku yang masih maskeran begini" Ucap renata kesal.
"Kok bisa adit melaporkan kita?" Ucap rangga masih tidak percaya, bagaimana adit tau bahwa dirinya dan renata bekerja sama.
"Mari ibu renata saya antarkan cuci muka terlebih dahulu" Ucap seorang ibu polwan, renata mencuci muka nya di wastafel kamar mandi ditemani oleh seorang polisi wanita, setelah selesai ia dibawa kembali ke ruang pemeriksaan.
"Silahkan duduk bu renata" Ucap polisi tersebut kepada renata.
"Ini kita ketahuan adit atau gimana sih ren?" Tanya rangga.
"Nggak mungkin lah, ini pasti hanya pra duga. Aku yakin kita akan bebas" Kata renata.
"Selamat malam. Pak rangga dan bu renata" Ucap seorang polisi yang duduk didepan mereka.
"Pak, ini mungkin salah paham saja pak" Ucap renata dengan suara lembut menunjukkan bahwa dirinya adalah orang yang baik.
"Betul pak, pak adit memang sedikit tidak waras karena ditinggal istrinya. Makanya kami dilaporkan" Ucap rangga dengan pembelaan, mereka tidak terima ditangkap oleh polisi
"Kalian dengarkan ini" Kata bapak polisi tersebut, ada suara rekaman rangga dan renata yang telah direkam oleh gina, renata dan rangga berpandangan seolah tidak percaya apa yang telah mereka dengar, apakah adit berada ditempat itu atau bagaimana adit bisa mendapatkan suara itu.
"Kok bisa dapat pembicaraan kami" Ucap rangga dengan bodoh nya malah mengungkap siapa yang ada di dalam rekaman tersebut
"Dan ini video kalian. Benar bukan" Ucap polisi tersebut menunjukkan video rangga dan renata saat di cafe.
"Siapa yang merekamnya?" Ucap rangga, renata syok dengan bukti tersebut, ia tidak menyangka kejahatanya terbongkar secara cepat padahal mereka telah berhati hati.
"Baik, pak rangga sudah mengakui bahwa benar yang ad divideo maupun rekaman suara tersebut adalah pak rangga dan ibu renata" Ucap bapak polisi tersebut.
"Tidak pak, itu bukan saya pak, saya orang baik" Ucap renata, ia tidak mau mengakui bahwa itu adalah dirinya.
"Rekan anda sudah mengakuinya bu renata, secara otomatis anda berdua adalah tersangka" Tutur polisi tersebut.
__ADS_1
"Ren, aduh gimana ini. Aku nggak mau masuk penjara" Ucap rangga ketakutan. Ia tidak pernah menyangka perbuatanya akan sampai pada ranah hukum,
"Tidak pak, ini salah paham. Kami tidak se seperti itu" Ucap renata juga panik
"Silahkan anda hubungi pengacara anda" Ucap polisi tersebut. Pada rangga dan renata.
***
"Salamat pagi suamiku" Ucap icha sambil memandang suaminya yang baru terbangun dari tidurnya,
"Pagi" Jawab adit dengan suara serak, hari ini ia bangun dengan bahagia lantaran memandang wajah cantik istrinya yang beberapa hari tidak ia temui.
"Aku buatin mas adit minuman hangat dulu ya" Kata icha berusaha bangun untuk membuatkan suaminya minuman hangat, namun tangannya di cegah oleh adit, ia menarik tubuh icha hingga jatuh kedalam pelukannya,
"Nggak usah, aku mau peluk kamu sepuasnya" Kata adit, ia sambil menciumi istrinya, 3 hari serasa 3 bulan bagi adit. Ia kini bersyukur kejahatan sudah terbongkar, kini ia dapat dipersatukan kembali dengan istrinya
"Uuuh sini sini peluk" Kata icha sambil merekatkan pelukannya pada suaminya.
Saat itu masih pukul 03.30, mereka menunggu adzan subuh untuk menunaikan shalat subuh berjamaah.
"Kaki kamu aku lihat sudah makin kuat ya sayang" Tanya adit
"Kenapa mas?" Tanya icha. Ia sudah merasakan suasana horor hingga bulu kuduknya berdiri karena adit terus menyentuhnya dengan lembut.
"Masih banyak waktu sebelum subuh" Ucap adit yang membisik ditelingga istrinya membuat icha berdebar debar, wajahnya jadi memerah.
Adit tersenyum nakal, membuat istrinya tersipu sipu. Dan terjadilah pergulatan pada pagi itu.
"Mas adit hari ini kerja?" Kata icha sambil memeluk suaminya dari belakang, adit sedang memasukan charger kedalam tas nya. Ia kemudian melepaskan tangan icha dan berbalik untuk memeluknya.
"Aku juga masih kangen banget sama kamu, tapi cutiku kan sudah habis, nanti kita atur lagi ya kencan nya, tapi jangan di surabaya, kita bisa ke jogjakarta atau ke luar kota lah pokoknya" Kata adit, ia ingin mengatur honeymoon lagi dengan istrinya yang sempat tertunda akibat ulah rangga dan renata.
"Okey, lalu gimana dengan rangga dan renata ya mas, apa dia akan dipenjara" Tanya icha, sebetulnya ia tidak tega dengan rangga, icha masih yakin sebenarnya rangga adalah orang baik yang salah jalur saja.
"Nanti aku kesana, biarkan mereka menikmati penjara dulu biar kapok" Ucap adit dengan kesalnya
__ADS_1
"Okey, mas adit cepat pulang yah" Kata icha. Ia mengantar suaminya ke teras. Setelah suaminya berangkat kerja, sus santi pun datang, dan aktivitas berjalan seperti biasanya.
Hari ini gina mengambil cuti, ia belum sanggup untuk masuk kerja, ia takut banyak pertanyaan dari teman teman nya mengenai rangga, ia pergi ke gellato untuk memakan es krim, gina memesan bermacam macam rasa es krim dan memakannya dengan lahap, ia ingin mendinginkan otak nya dan perasaan nya.
Tiba tiba ada laki laki yang duduk didepan nya, ia menatap gina dengan senyuman yang dibuat buat,
"Ngapain kamu kesini? Ngikutin aku ya?" Tanya gina
"Lagi pengen makan es krim. Eh nggak taunya ada miss galau disini. Boleh dong kang mas gabung" Ucap ari, sebenarnya icha yang memberitahukan pada ari jika gina sedang berada di gellato, dengan sigap ari langsung menghampiri gina.
"Kang mas? Tradisional banget kamu. Manusia jaman dulu ya" Kata gina
"Terus kamu pengen panggil apa kalau nggak mau kang mas? Ayang? Atauuu bebeb?" Tanya ari lagi.
"Apa? Ayam? Satunya apa tadi? Bebek? Nggak sudi" Ucap gina
"Mending kamu pergi deh rasyad attari, aku mau menenangkan diri" Ucap gina mulai sebel dengan kehadiran ari.
"Gara gara si cupu lagi? Masih aja dipikirin gin gin. " Kata ari, walau benar apa yang dikatakan ari, namun tidak bisa semudah itu kan melupakan orang yang kita cintai. Apalagi orang itu spesial, menyakitkan sekali saat sedang sayang sayang nya ternyata malah ditinggal pergi dengan cara yang tragis.
"Kamu nggak kerja? Kok malah keluyuran sih syad" Tanya gina
"Aku kan bos, suka suka aku dong. Kalau kamu jadi istri bos kamu juga bisa keluyuran gini kayak aku" Ucap ari sambil menikmati es krim nya.
"Hellow, nggak perlu jadi istri bos. Nih nggak lihat aku sekarang juga keluyuran?" Ucap gina, entahlah apa yang membuat wanita itu begitu tidak menyukai ari, padahal ari adalah sosok idaman para wanita.
"Kamu yakin makan es krim segitu banyak" Ari melihat gina telah menghabiskan 1 cup besar eskrim gellato. Dan kini ia juga sedang menikmati 1 cup besar lainnya.
"Yakin lah? Kenapa? Bakal ngerasa jijik kalau aku gendut lagi?" Tanya gina, sepertinya suara dan nada gina ini tidak pernah lembut jika berbicara dengan ari, tapi entah kenapa ari semakin gemas sekali dengan gina.
"Jijik sih enggak ya gin. Sepertinya sih unyu banget ya. Aku bisa tarik tarik pipi kamu yang meluber. Tapi nih, rangga malah bangga dong bukannya malah nyesel udah nyakiti kamu" Kata ari
"Maksud kamu?" Tanya gina yang mulai tertarik dengan kata kata ari tersebut.
"Ya kamu mengejar rangga jadi body goal terus nggak sama rangga jadi body bohay, rangga ketawa lah, dia akan mikir kalau kamu itu tidak bisa tanpa dia, karena dia alasan satu satunya kamu berubah" Kata ari menjelaskan, gina mendengarkan penjelasan ari dengan serius.
__ADS_1
"Nah jika kamu tetep body goals, makin cakep, dia yang nyesel akirnya sudah menyia nyiakan wanita cantik kayak kamu. Stress deh asli, sekarang terserah kamu mau yang mana" Kata ari, ia ingin menyemangati gina dengan caranya, dia juga tidak ingin membiarkan gina merasa dirinya tidak pantas untuk disayangi.
Pada akhirnya, saat ini ari tengah merasakan percikan percikan asmara, entah sejak pertama mereka bertengkar atau kapan. Ia ingin meyakinkan dirinya bahwa ini bukanlah suatu rasa kasihan saja.