
Tita duduk di kursi tunggu di depan pintu bioskop sambil menyerupit es yang sedang ia pegang.
"Ta, yuk masuk" Ucap bobi, merekapun masuk kedalam gedung bioskop. Sudah dari lama ia berniat mengajak tita jalan namun selalu urung, saat mereka lebih intens chatting, saat itulah bobi memberanikan diri mengajak adik sahabatnya itu untuk nonton bioskop.
"Thanks ya ta udah mau aku ajak nonton" Ucap bobi saat sudah duduk di kursi bioskop.
"Aku malah yang makasih mas, mas bobi mau nemenin aku nonton ini" Tita memang sedang ingin menonton bioskop, namun teman teman nya tidak ada yang mau, untunglah bobi mengajaknya untuk menonton bioskop dan tita boleh memilih tontonannya.
Di dalam bioskop mereka fokus dengan film yang sedang mereka tonton. Bobi sesekali melirik pada wanita pujaannya.
Sepulang dari dinas, adit mampir dulu ke mall untuk mengambil sepatunya yang ia cucikan disana
Saat akan kembali, ia melihat dua orang yang adit kenal, ia menatap lamat lamat pada kedua orang tersebut.
"Tita, bobi" Ucap adit lirih, aditpun tidak tau kalau ternyata kedekatan adiknya dengan bobi sudah sedekat itu.
adit menghampiri tita dan bobi yang saat ini sedang mengobrol sambil memandang kebawah, kebetulan saat itu sedang ada konser music lokal di lantai 1.
Adit berdiri tepat di samping bobi sambil tatapannya lurus kedepan. Keberadaan aditpun tidak disadari oleh tita dan bobi.
"Kapan kapan aku boleh kan ajak kamu jalan lagi ta" Tanya bobi, aditpun tersenyum masam mendengarnya
"Kalau tita nggak repot insyaallah bisa kok mas, seru juga jalan sama mas bobi" Ucap tita
Rupanya tita juga sudah memiliki perasaan kusus pada bobi, batin adit.
"Cuma agak takut aja sih sebenernya sama kakak kamu yang galak itu" Ucap bobi, pasalnya terakhir kali bertemu adit, ia mendapat peringatan keras dari sahabatnya itu.
"Oooh jadi kakak nya tita galak?" Ucap adit tanpa menoleh sedikitpun.
Bobi dan tita memandang kearah laki laki yang sedang berbicara itu,
"Mas adit" "Adit" Kata tita dan bobi secara bersamaan, bobi lantas jadi grogi serasa bertemu calon kakak ipar yang sebelumnya belum pernah ia temui, padahal status mereka adalah sahabat
"Hey mas adit, kamu kok ada di sini" Ucap bobi sangat grogi.
"Sejak kapan kamu panggil mas?" Ucap adit, ia menyilangkan tangan nya, tita hanya diam, dibanyak sekali mall disurabaya, dan di mall sebesar ini kenapa juga ia harus bertemu kakak nya.
"Eh iya ya dit. Anu... Aku ngajak tita nonton, kasihan kan dia stress kalau fokus sama skripsi doang. Ya nggak ta" Ucap bobi memecah ketegangan.
"I...iya mas, tita butuh refresing, temen temen tita nggak ada yang mau diajak nonton" Ucap tita, ia sama sekali tidak berbohong pada kakak nya.
"Iya" Ucap adit tersenyum pada adek nya,
"Aku mau ngomong sama kamu" Ucap adit pada bobi
"Bentar ya ta" Ucap bobi,ia mengikuti langkah adit menjauh dari tita, kira kira jarak mereka 10 meter dari tita,
"Kamu pacaran sama tita?" Selidik adit
"Belum dit, masih usaha" Ucap bobi
"Kita sudah dewasa, tita juga begitu, kalau kamu hanya main main dengan adikku, sebaiknya kamu mundur" Ucap adit memperingatkan bobi.
__ADS_1
"Oh my god, dit, kamu tau kan aku seperti apa, selama ini wanita wanita itu yang ngejar aku, tanpa usaha aku bisa jadi pacar mereka. Coba bandingkan gimana aku sama tita. Beda lah. Aku serius kali ini dit. Mana pernah kamu lihat aku berjuang begini?" Ucap bobi yang membuat adit merasa masuk diakal.
"Baiklah, aku tidak akan ikut campur. Tapi awas ya kalau sampai kamu buat adikku mainan" Ucap adit.
"Aman dit, tenang aja aku tau kok. Kalau mainan doang nggak mungkin aku tega mainin adek sahabatku sendiri" Bela bobi yang di angguki oleh adit.
Mereka kembali kepada tita yang saat ini menantap kedatangan dua laki laki tersebut dengan penasaran.
"Ta, aku balik ya, kasian icha sudah nunggu" Kata adit
"Oh iya mas, salam ya buat mbak icha" Kata tita.
"Hati hati ya bro" Ucap bobi girang, paling tidak ia berhasil mendapatkan lampu hijau dari adit, sekarang tinggal bagaimana ia berusaha untuk meluluhkan hati tita.
"Mas bobi, tadi mas adit ngobrol apa?" Tanya tita penasaran.
"Ah enggak, urusan laki laki" Ucap bobi.
Sesampainya adit dirumah, ia suguhkan dengan aroma masakan yang sedap, ia menuju dapur, disana ia menemukan sus santi dan icha yang telah selesai memasak
"Assalamualaikum" Ucap adit
"Waalaikum salam mas" Kata icha seraya mencium tangan suaminya.
"Waaah masakannya banyak sekali macam nya" Ucap adit saat melihat makanan yang tersaji di meja makan.
"Iya, bu icha yang lo dok yang masak" Ucap sus santi
"Sayang, kamu jangan capek capek, sus icha jangan dibiarin masak masak dong" Kata adit yang kawatir dengan istrinya.
"Iya dok, tenang saja. Saya tidak akan membiarkan bu icha kecapek an kok. Oh iya kalau begitu saya pamit ya" Ucap sus santi,
"Yaudah makasih banyak ya sus" Ucap icha sejak kehadiran sus santi icha makin rajin belajar memasak, ia merasa tidak bosan dirumah karena banyak sekali kegiatan yang dia lakukan.
Setelah sus santi pulang, adit dan icha makan bersama,
"Oh iya, tadi aku ketemu sama bobi sama tita, ternyata mereka semakin dekat" Ucap adit dengan ekspresi yang penuh kekawatiran.
"Terus kenapa mas adit seperti tidak senang begitu?" Tanya icha yang merasa heran.
"Kan kamu tau bobi playboy sayang, aku nggak mau lah tita jadi korban" Ucap adit.
"Mereka sudah dewasa mas, aku yakin kok mas bobi tidak akan main main sama tita, dia kan tau kalau itu adek sahabatnya" Ucap icha memberikan ketenangan untuk suaminya. Bagaimanapun menurut icha bahwa tita sudah dewasa untuk dapat menentukan pilihannya sendiri.
"Iya deh, oya kemarin ibuku telpon kamu ya, ada apa?" Tanya adit.
"Iya mas, nanyain aku sudah hamil apa belum, disuruh periksa kok belum hamil hamil" Ucap icha, raut wajahnya berubah jadi sedih,
"Oooh, nggak usah difikirin. Nanti malah stress. Kita menikah kan belum 1 tahun sayang, udah santai saja" Kata adit. Ia sebenarnya juga sudah ingin sekali mendapatkan momongan, namun memang untuk saat ini mereka belum mendapatkannya dan kondisi icha juga belum sembuh total,
"Ya kepikiran saja sih mas" Kata icha.
"Setiap rumah tangga ada ujiannya sendiri sendiri, ada yang diuji dengan mertua, orang tua, ipar, teman, anak dan lain lain, semua ada porsinya. Yang harus kita lakukan adalah menjalaninya dengan sabar" Ucap adit agar istrinya lebih tenang.
__ADS_1
"Iya mas, oh ya bulan depan kan kita anniversary, pengen stay cation deh mas" Ucap icha sambil membayangkan serunya stay cation
"Okey" Kata adit menyetujui permintaan istrinya
Satu bulan telah berlalu, 2 hari lagi adalah aniversary icha dan adit yang pertama, sesuai permintaan icha, ia telah booking kamar hotel terbaik di surabaya selama 3 malam. Icha ingin tetap berada disurabaya, ia tidak mau keluar kota.
Siang itu pasien IGD sangat banyak sehingga ia lembur untuk membantu rekannya, begitupun renata yang turut membantu juga.
Sekitar jam 5 sore suasana IGD mulai kondusif, adit berencana untuk pulang.
"Dokter adit" Panggil renata.
"Kenapa ren?" Tanya adit sambil melepaskan jas dokter nya dan memasukkan kedalam loker.
"Aku janjian sama mas rasyad mau tengok pak hasim soalnya katanya beliau sakit gitu" Ucap renata
"Pak hasim?siapa?" Tanya adit
"Pak hasyim yang dulu pernah jadi tukang kebun dirumah mas rasyad, dokter adit nggak kenal?" Tanya renata
"Oooh pak hasyim itu, kenal dong, dulu akrab sama beliau, kok kamu kenal?" Tanya adit yang heran.
"Dulu aku pernah rawat luka pak hasyim waktu ia masih tinggal di surabaya, singkat cerita aku sempat lihat ada foto pak hasyim sama mas ari sama dokter adit, nah disitu beliau cerita kalau pernah jadi tukang kebun" Cerita renata. Memang benar dulu dirinya dan ari dekat dengan pak hasyim karena mereka sering bermain di taman rumah ari, dan pak hasyimlah yang sering mengajak mereka bermain hingga akrab sampai dewasa.
"Ohh gitu ya, tapi bukanya beliau ada di semarang?" Tanya adit kemudian
"Sekarang di surabaya dok liburan sama anaknya, tapi beliau ditinggal tuh sama anaknya, katanya ada kerjaan cito di jakarta, akirnya sendirian di hotel nunggu anaknya balik" Ucap renata terlihat wajahnya kesal sekali dengan anak pak hasyim.
"Dihotel mana?" Tanya adit, ia pun ingin sekali bertemu dengan pak hasyim.
"Di hotel X dok, beliau lagi sakit katanya, makanya aku mau tengok kesana sama rasyad. Ikut yuk, sekalian periksa" Ajak renata
"Kalau gitu habis shalat magrib sekalian ya" Ucap adit.
"Okey, aku kabari mas rasyad dulu ya" Renata mengeluarkan ponselnya dan menghubungi rasyad.
Ia ingin sekali menemui pak hasyim, lagian mereka bukan hanya berdua saja kan, melainkan juga bersama ari sepupunya.
Mereka sampai di lobby hotel X, disana sudah ada ari yang menunggu kedatangan renata dan adit, sebelum pergi kesana adit sempat mengirimkan pesan pada icha bahwa ia pulang terlambat.
"Hai mas adit, ren" Ucap rasyad saat melihat renata dan adit datang.
"Hey, udah lama nunggu nya?" Tanya adit.
"Belum mas, baru aja datang, dikabari sama renata tentang pak hasyim kan, aku pengen temui mas" Ucap ari yang juga sangat peduli dengan pak hasyim.
"Yaudah yuk kita ke kamarnya aja" Ucap renata.
"Ya mana bisa ren, kan nggak punya akses ke kamarnya" Ucap adit, renata nampak berpikir beberapa detik.
"Bentar ya" Ucap nya lalu pergi menghampiri seorang cleaning service, setelah berbincang ia kembali ke adit dan ari.
"Aman, aku minta tolong bapak nya itu buat antar kita, beres kan" Ucap renata dengan bangga.
__ADS_1
"Wiiidihh cerdas juga kamu ren" Puji ari sambil menepuk tangan nya.
Mereka akhirnya mengikuti bapak cleaning service tersebut untu diantar ke kamar pak hasyim.