
"halo readers, maafin ya kalau aku udah lama banget ngilang, soal nya melihat pembacaku sedikit like n kommentbjuga hampir g ada aku jadi rada males nerusin novel ini. kalau kalian suka jangan ragu ya buat like comment biar aku tuh jadi semangat.thanks ya"
Adit dengan segera menghampiri istrinya, lalu tertunduk dan berjongkok di kaki icha. Icha menutup mulutnya melihat kelakuan suaminya itu. Apa yang hendak ia lakukan kali ini.....
Icha sudah berbunga bunga berfikir pasti adit akan menalikan tali sepatunya yang saat ini lepas, wow romantisnya bak drama korea, batin icha.
"Kencengin tali sepatu dulu gih" ucap adit, ia mengencangi tali sepatu nya sendiri yang hampir lepas.
"Tali sepatu mu tuh taliin, nanti jatuh loh" ucap adit dengan senyumnya yang menyebalkan. Lalu ia berlari mendahului icha.
Icha mendengus kesal, ia fikir akan menjadi kejadian romantis ala ala korea, dan ternyata malah menyebalkan. Ia segera menalikan tapi sepatunya sambil bergumam sebal.
"Yaah sabar deh punya laki nggak peka" ia menghembuskan nafas kesal lalu berdiri dan kembali berlari mengejar adit.
__ADS_1
Wajahnya icha cemberut, bibir nya manyun, melihat ekspresi istrinya itu adit merasa sangatlah puas, ia sengaja menggoda icha karena itu sangat menyenangkan.
"Kok jadi lemes gitu sayang larinya" ucap adit dengan senyumnya yang dibuat seistimewa mungkin, icha pun hanya melirik sekilas tanpa menjawab sepatah katapun, entahlah dia merasa jengkel dengan suaminya.
"Duduk situ yuk" kata adit sambil menarik tangan istrinya menuju ke bangku kosong.
Mereka duduk di bangku dekat bunga bunga yang indah lalu minum air putih yang mereka bawa dari rumah. icha terdiam, pandangan nya lurus kedepan sedangkan adit tersenyum senyum memandang wajah istri cantik nya itu
"Inget ya, kamu punya hutang sama aku" kata adit.
"Minggu depan kita renang" icha hanya mengangguk lesu, adit menyadari tingkah istrinya yang bete nya belum kelar kelar, ribet banget kalau icha sudah bete, tapi lucu sih.
"Bentar ya" ucap adit lalu pergi meninggalkan icha sendiri. icha hanya melirik sambil mengikuti arah kepergian adit
__ADS_1
"Dasar laki laki nggak peka" gumam icha saat melihat adit menjauhkan langkahnya dari istrinya.
"Udah gr, memasang wajah kagum berbinar eh malah di prank. Hiiiih" ucap nya sambil mengayunkan tangan nya seperti hendak memukul.
"Lama lagi, kemana sih tu suami nyebelin" kata icha sambil tengok ke kanan dan ke kiri saat menyadari suaminya tidak kunjung kembali
Dia mengomel tiada henti sambil memandangi sekitar, lama lama ia merasa malu karena setiap orang yang melewatinya melihat kearah icha, ia pun menghentikan acara mengomelnya dan memilih untuk diam. Ia menundukkan wajah nya sambil memainkan polsel, ia meng chat suaminya entah yang ke berapa namun adit juga tidak kunjung menjawab.
Tiba tiba seorang tukang balon datang menghampiri.
"Enggak pak" kata icha menolak penjual balon, namun tukang balon tidak menyerah begitu saja, ia ganti menawarkan es krim, icha dengan tegas menolak lagi tanpa menoleh kearah penjual tersebut.
Tak disangka, penjual itu tetep gigih berdiri dar menyenggol icha dengan balon yang ia bawa, lama lama icha merasa sangat kesal kepada penjual balon dan es krim tersebut.
__ADS_1
"Enggak paaak" bentak icha kepada penjual balon dan seketika ia menutupi mulut nya dengan kedua tangan nya.