
"Aku keramas besok saja" Ucap icha kemudian bangkit dari duduk nya, ia hendak ke kamar mandi. Namun tiba tiba adit menarik tangannya hingga ia jatuh kedalam pelukanya.
"Kita keramas malam ini saja" Ucap adit.
"Malam ini?" Tanya icha ragu, ia masih merasa letih malam ini, namun sepertinya adit menginginkannya.
"I love you" Kata adit yang kemudian mencium icha. Baru sebentar mereka menikmatinya ponsel adit berdering.
Icha melepaskan ciumanya.
"Mas, ada telepon." Kata icha.
"Biarkan saja" Ucap adit dan melanjutkan ciumanya. Namun ponsel itu tidak berhenti berdering yang membuat adit merasa terganggu.
"Bentar ya" Ucap nya, icha berdiri dari posisi nya yang semula duduk dipangkuan adit jadi berdiri. Adit mengambil ponsel yang ia letakkan di meja rias.
"dr meta" Gumam adit.
"Hallo assalamualaikum, kenapa dokmet" Tanya adit
"Waalaikum salam. Dokter adit kena macet?" Tanya dr. Meta. Adit menggeleng
"Enggak kok. Nggak ada kemacetan"
"Lalu dokter adit dimana? Aku udah nunggu setengah jam loh ini" Kata dokter meta.
"Astagfirullah, aku baru inget kalau masuk malam. Maaf dokmet" Ucap adit sambil menepuk jidat nya
"Ya ampun dokter adit. Jadi kamu dirumah sekarang?" Tanya dr meta.
"Maaf dok. Kamu pulang dulu saja, aku siap siap sekarang. 20 menit lagi aku sampai" Ucap adit lalu menutup ponsel nya. Hari ini adit jaga malam, namun ia lupa karena fokus menghibur istrinya.
"Oh iya ya, mas adit kan masuk malam. Sudah telat mas" Kata icha sambil melirik jam dinding di kamarnya
"Iya, aku lupa. Yaah gagal keramas malam ini" Kata adit sambil berlalu menuju kamar mandi untuk mencuci muka. Icha tersenyum seolah ia menang malam ini, sesuai kata katanya ia akan keramas esok pagi. Icha kemudian menyiapkan baju adit untuk dipakai dinas malam.
"Mas adit hati hati ya, nggak usah ngebut" Kata icha setelah adit sudah rapi.
" Iya. Kamu lanjut tidur saja. Tidak usah mengantarku keluar. Aku berangkat dulu ya sayang" Kata adit, ia mencium kening istrinya setelah icha mencium punggung tangannya
***
"Sekarang kamu boleh pilih apa saja yang kamu mau?" Ucap adit saat mereka sudah sampai di mall. Sesuai janjinya, ia akan menemani istrinya berbelanja di akhir pekan.
"Memangnya gaji dokter itu banyak yah? Mas adit tidak takut aku belanja yang mahal mahal?" Goda icha pada suaminya.
"Nggak banyak sih, cuma aku punya tabungan yang banyak untuk sekolah spesialis. Nah tergantung istriku apakah tega menghabiskannya?" Ucap adit dengan wajah yang berpura pura sedih.
"Yaaah, yaudah kalau begitu kita pulang saja. Nggak jadi belanja" Kata icha menghentikan langkahnya.
"Ha..ha..ha. Bercanda. Belanjalah aku kan sudah janji. Tenang saja, suami dokter mu ini bisa membelikan keinginan mu" Kata adit dengan bangga. Memang ia sudah memiliki tabungan ratusan juta untuk persiapan nya masuk spesialis. Sebelum menikah dengan icha ia sudah banyak melalang buana ke luar jawa untuk mendapatkan pundi pundi rupiah, hingga 2th terakhir ini dia menjadi dokter tetap di RS siloam surabaya.
__ADS_1
"Okey. Ayoook kita belanjaaaa" Icha menarik tangan suaminya setengah berlari. Kemudian mereka masuk ke sport station
"Aku cari sepatu dulu ya mas" Kata icha, ia ingin membeli sepatu kets. Ia melihat lihat lalu berhenti dan memegang salah satu sepatu di depannya
"Wah cantik banget ya mas" Ucapnya saat memegang sepatu yang bewarna pink keunguan.
"Suka?" Tanya adit, icha mengangguk, lalu ia melihat harga di sepatu itu
"1,6 jt mas. Masih mahal nggak usah deh" Kata icha saat melihat harga tersebut, adit melihat bandrol harga di sepatu itu.
"Ga apa sayang, ini diskon 40%. Murah kok ini" Kata adit
"Berarti tinggal 900 an ya mas. Oke" Kata icha sambil tersenyum
"Ini ya berarti. Ok bungkus" Ucap adit kemudian dengan tersenyum. Ia tidak menyangka ternyata cepat juga istrinya dalam memilih.
"Eyy belum mas. Aku masih mau lihat lihat yang lain, siapa tau ada yang lebih menarik hati" Ucap icha lalu pergi mencari sepatu yang lain. Adit mengekor di belakang icha
Icha melihat lihat setiap sepatu dan mencobanya saat ia merasa sepatu itu menarik, bahkan icha juga mengunjungi store yang lain untuk memantapkan hati nya.
"Sayang, gimana? Yang ini kah?" Tanya adit, ia sudah mulai lelah dengan perjalanan mendapatkan sepatu, sedari tadi istrinya hanya mengatakan sepatunya bagus dan ia suka, namun kenapa ia belum juga memutuskan akan membeli yang mana
"Ini bagus sih mas" Ucap icha sambil melihat sepatu yang sedang ia kenakan.
"Oke. Ambil ini saja ya. Bagus kok buat kamu" Kata adit. Mereka sudah 40 menit an mencari sepatu hingga berpindah toko.
"Kita kembali ke sport station tadi ya mas" Kata icha sambil memandang suaminya yang sudah mulai bosan berbelanja
"Aku paling suka yang pertama tadi mas, ayook" Icha menggandeng tangan adit untuk kembali ke sport station
"Laaah, kenapa nggak dari awal tadi sayang, kita muter2 hampir 1 jam ujung ujung nya balik yang pertama" Ucap adit kesal, ia tidak habis fikir dengan wanita, jika dia menyukai yang pertama kenapa ia harus susah payah membuang tenaga untuk mencari lainya namun ujung ujung nya yang pertama adalah pilihan utama. Apakah kalian bisa menjelaskam padaku kenapa wanita seperti itu? Adit bertanya tanya dalam fikiranya.
"Untung aja masih ada. Mas" Icha memanggil seorang pelayan toko.
"Iya mbak" Tutur seorang laki laki dengan tubuh kurus tinggi
"Saya mau ukuran 40 yah" Ucap icha, pelayan toko mengangguk mengerti dan meninggalkan mereka.
"Mas adit kenapa sih tatapannya mengerikan gitu. Sini sayangku duduk" Icha menarik tangan suaminya yang sedang menatapnya dengan tatapan heran
"Aku kan hanya mencari sepatu terbaik, nah ternyata pilihanku disepatu pertama. Kan nggak apa mas. Jangan cemberut gitu dong. Katanya mau nemenin istrinya belanja. Semangat dong" Ucap icha yang saat ini berada di samping nya.
"Iyah, setelah ini mau beli apa lagi?" Tanya adit. Menemani wanita belanja itu dia harus menyimpan stok sabar yang banyak.
"Kita belanja bulanan ya mas, dirumah banyak yang habis" Kata icha
"Nggak ingin beli baju, tas dan lainya?" Tanya adit menawarkan
"Enggak, icha hanya butuh sepatu kets buat olah raga. Lainya punya icha masih banyak dan bagus bagus kok" Tutur nya.
Setelah mencoba sepatu ukuran 40, adit membayarnya di kasir lalu mereka menuju supermarket di lantai bawah.
__ADS_1
"Kalau ini aku yang bayar" Ucap icha sambil tersenyum. Ia mengambil keperluan rumah tangga yang sudah habis di rumah seperti odol, sabun mandi, sabun cuci dan lain nya lalu memasukan kedalam troli yang didorong oleh suaminya.
"Uang bulanannya masih cukup?" Tanya adit memastikan.
"Cukup dong. Mas adit kan memberi nya berlebih. Uang dari mas adit utuh, kira kira sekarang sudah 55jt mas" Ucap icha sambil mengitung dengan jari jemarinya.
"Tunggu" Adit menghentikan langkah nya membuat icha berhenti dan menoleh kebelakang.
"55jt? Kamu tidak menggunakan uang pemberianku sama sekali?" Tanya adit. Jika kini dia sudah menikah dengan adit 11 bulan dan adit memberi icha uang 5jt perbulan artinya saat ini total uang yang diberikan adit adalah 55jt. Mungkinkah selama ini istrinya tidak menggunakan uang tersebut.
"Aku punya gaji mas, selama ini aku menggunakan gajiku. Sedangkan uang dari mas adit aku tabung" Kata icha menjelaskan.
Z
"Sayang, hey. Gunakanlah uang dariku. Gajimu tabunglah" Kata adit
"Mass, sama saja kok, intinya uang itu kan aku yang pegang. Aku yang mengatur nya" Kata icha, selama menikah dengan adit icha juga tidak pernah mengurusi pembayaran listrik maupun air, semua itu urusan adit, ia memberikan uang bulanan hanya kusus untuk kebutuhan istrinya saja
"Oke. Kalau kamu merasa kurang kamu bisa bilang ke aku" Kata adit.
"Iya mas. Kita lagi belanja lo ini, masak bahas uang sih. Nanti aja dirumah bahasnya. Sekarang aku mau belanja" Tutur icha. Ia kembali melihat lihat ke arah rak dan mengambilnya saat ia merasa butuh.
Kini ia beralih ke sayuran dan buah buahan. Icha mengambil beberapa sayuran dan buah buahan juga membeli macam macam ikan.
"Sepertinya sudah cukup ya mas" Kata icha
"Iya, kalau sayur jangan banyak banyak, belinya mingguan saja" Ucap adit, karena selama ini aditlah yang rajin berbelanja sayuran untuk mengisi kulkasnya.
"Kamu yakin nggak ingin belanja lagi? Baju gitu" Kata adit.
"Enggak mas, atau mas adit yang sebenarnya ingin?" Tanya icha
"Emmm, gimana kalau kita beli lingerie" Ucap adit sambil jari jarinya bermain di dagunya.
"Maaas" Icha malu, namun sepertinya ia harus menuruti kata kata suaminya.
"Okey, mas adit yang pilih ya" Kata icha
Mereka menuju ketoko pakaian dalam, adit tanpa ragu membolak balikan lingerie yang tergantung disana, ia kemudian memilih 5 lingerie dengan model dan warna yang berbeda. Adit menyerahkannya pada pelayan toko.
"Mas kenapa banyak sekali?" Tanya icha.
"Sebagai koleksi dong sayang, kamu bisa menggunakannya setiap malam" Kata adit dengan lirikan maut nya.
"Mas adiiit." Icha mencubit lengan suaminya yang sekarang mulai nakal.
Dari kejauhan ada 1 pasang mata yang sedang mengikuti adit dan icha, ia menunjukkan tatapan kebencian pada pasangan tersebut. Ia tidak menyukai keharmonisan pasangan tersebut. Akhirnya ia memikirkan suatu rencana.
Ia tersenyum dengan memikirkan rencana yang akan dilakukan untuk adit dan icha.
"haay readers, author mau minta like nya yah, oya boleh dong bintang 5 nya juga. author doain rejeki readers lancar, sehat selalu. Aamiin"
__ADS_1