
"Assalamualaikum" Ucap pak rahmat dan bu milda yang masuk ke ruang perawatan icha,
"Waalaikum salam" Ucap adit dan tita secara bersamaan.
"Ichaaa. Ya allah anak ibuk, kenapa ini?" Bu milda menghampiri anaknya histeris. Bu milda menangis sambil memegang tangan putri nya.
"Kenapa bisa begini dit?" Tanya pak rahmat kepada adit. Adit menyalami tangan pak rahmat di ikuti tita, kemudian mencium tangan bu milda juga
"Adit juga belum paham pak buk, masih di selidiki polisi. Tapi tadi menurut penabrak, tiba tiba icha bergeser ke jalur kanan jadi dia tidak dapat menghindar" Ucap adit menjelaskan.
"Kenapa icha bergeser ke kanan?" Tanya pak rahmat.
"Adit juga belum tahu pastinya pak. Kita tunggu icha sadar" Ucap adit.
"Ya allah, anak ibu. Tapi gimana icha dit? Kok kelihatan parah begini" Kata bu milda memastikan keadaan putrinya.
"Iya, icha mengalami patah tulang pada kaki kirinya, dan cedera leher juga ada pendarahan tadi. operasi berjalan baik. Tinggal pemulihan saja. Icha harus fisioterapi setelah ini" Ucap adit menjelaskan keadaan istrinya
"Yaallah anak bapak. Tapi icha bisa sembuh kan? Dia bisa jalan lagi?" Tanya pak rahmat sangat kawatir dengan anak satu satunya itu
"Bisa pak. Setelah fisioterapi icha akan pulih. Cuma butuh waktu agak lama" Adit mencoba menjelaskan kepada mertuanya.
"Nggak tega ya pak lihat icha seperti ini" Bu milda melihat kearah suaminya sambil menangis. Ia tidak pernah melihat anaknya dengan kondisi seperti ini.
"Mas, tita pulang ya" Ucap tita yang sedari tadi berdiri dibelakang adit.
"Oh iya, sudah malam ya. Kamu hati hati ya dek" Ucap adit.
"Dit, lebih baik kamu juga pulang. Malam ini biar ibuk dan bapak yang jaga icha. Kamu pulang istirahat dan besok kesini bawa baju icha" Ucao pak rahmat, ia kasian pada menantunya itu yang terlihat letih sekali.
"Adit nggak papa pak, lebih baik bapak sama ibu pulang ke rumah kami, biar adit yang jaga" Ucap adit, ia tidak ingin meninggalkan istrinya.
"Tidak dit, biar ibu sama bapak saja yang jaga,ibu pengen nemenin icha. Kamu sekarang pulang dulu saja. antar adekmu" Ucap bu milda.
"Yasudah kalau begitu. Hubungi adit kalau ada apa apa ya buk, pak" Kata adit.
Setelah mencium tangan pak rahmat dan bu milda, adit dan tita segera pamit. Adit mengantarkan tita pulang ke apartemen nya.
Sebenarnya berat sekali untuk adit meninggalkan istrinya, namun mungkin lebih baik jika adit pulang untuk beristirahat dan mengambil pakaian istrinya.
***
Pagi hari, adit sudah siap untuk pergi ke rumah sakit, hari ini ia mengambil cuti dan ingin fokus mengurusi istrinya. Setelah packing keperluan icha di rumah sakit, ia segera melajukan mobil nya menuju rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit, ia buru buru ke kamar istrinya, berharap istrinya sudah siuman.
"Assalamualaikum" Ucap adit, ia membuka pintu kamar vvip. Terlihat bu milda yang sedang menyeka icha dan pak rahmat yang duduk di sofa.
__ADS_1
"Waalaikum salam" Ucap bu milda dan pak rahmat secara bersamaan.
"Adit bawain sarapan, bapak ibu sarapan dulu ya" Ucap adit meletakkan bungkusan nasi diatas meja.
"Makasih ya dit, kamu perhatian sekali. Nggak salah bapak cari mantu" Ucap pak rahmat, bu milda juga mengangguk setuju.
"Bapak bisa aja. Sarapan dulu pak, buk" Ucap adit, bu milda kemudian duduk di sofa bersama pak rahmat,
"Iya, ayo buk kita makan, spesial dibeliin mantu ini" Kata pak rahmat, merekapun makan bersama, adit memandang istrinya yang masih terdiam seperti patung. Ia mengelus punggung tangan istrinya sambil berdoa agar istrinya segera sadar.
"Bapak sama ibu setelah ini istirahat dirumah adit saja. Biar adit yang jaga, hari ini adit cuti kok" Kata adit menatap kearah mertuanya.
"Oh iya dit, setelah ini bapak sama ibu pulangnke rumah kamu. Nanti sore kami kesini lagi" Ucap pak rahmat yang diangguki oleh adit.
Selesai makan pak rahmat dan bu milda pamit untuk pulang kerumah adit, mereka hendak istirahat disana karena semalaman mereka berjaga dan tidak dapat tidur.
"Adit antar ya pak" Ucap adit menawarkan.
"Walah nggak usah, kalau kamu antar, anakku sama siapa?" Tanya pak rahmat.
"Kami naik taksi aja dit. Aman aman" Ucap bu milda
"Yasudah kalau gitu adit pesanin ya buk" Adit merogoh saku celana nya hendak mengambil ponsel.
"Halah dit nggak usah, bapak ini sudah canggih. Sudah diajari cara pesan taksi online sama tetangga. Kamu nggak usah repot" Ucap pak rahmat.
Kini tinggal icha dan adit didalam ruang tersebut, adit merasa gusar karena istrinya tidak kunjung membuka mata.
"Hey kamu yang lagi tidur, nggak capek apa tidur terus? Nggak kangen sama suami ganteng mu ini?" Ucap adit menunjuk dirinya sendiri dengan percaya diri
"Bangun yuk sayang. Kamu minta apa saja aku turuti. Tapi bangun. Capek tau ngobrol sendiri kayak lagi marahan. Masih mending sih marahan, masih bisa lihat kamu cemberut." Adit menundukkan wajahnya
Tiba tiba icha mengangkat tangan kirinya 45°, adit yang menyadari nya langsung terkejut dan berdiri.
"Sayang, kamu kenapa?" Istrinya masih tertidur, matanya pun tetap tertutup, hanya tangan nya saja yang terangkat. Lalu tangan nya menunjuk sesuatu di depan nya.
"Astagfirullah haladzim" Adit mengikuti tangan adit yang saat ini menunjuk sebuah pintu.
"Ap...apa maksudnya sayang?" Tanya adit dengan gemetaran, ia terbayang film insidiouse yang tiba tiba tangan dalton menunjuk kearah sebuah pintu, apakah icha belum bangun karena raganya belum masuk di tubuhnya, batin adit.
Ia semakin takut dan kawatir lantas tangan istrinya tidak turun. Ia pun sangat panik.
"Dokter, suster tolong istri saya" Adit berbicara seraya menekan tombol call nurse lalu keluar dari ruangan icha karena perawat tidak kunjung datang.
Adit bertemu seorang perawat didepan ruangan perawatan istrinya, wajahnya panik sekali.
"Sus, tolong istri saya, panggilkan dokter sekarang, istri saya tiba tiba mengangkat tangan" Ucap adit sambil masuk kedalam ruangan.
__ADS_1
"Bu icha baik baik saja, beliau juga tidak mengangkat tangan dok" Ucap perawat rawat inap tersebut. Adit memperhatikan istrinya, benar saja bahwa istrinya masih tidur dengan tenang.
"Lagian kenapa mencari dokter, dokter adit kan juga dokter di RS ini" Ucap perawat tersebut sambil tersenyum melihat tingkah lucu dokter adit.
"Iya juga ya, maaf ya sus saya sering lupa kalau saya dokter. Panik soalnya. Tapi beneran tadi istri saya angkat tangan" Ucap adit menjelaskan penuh semangat.
"Mungkin hanya perasaan dokter saja. Bu icha tenang tenang saja kok. Kalau gitu saya permisi ya dok" Ucap perawat tersebut dan berlalu meninggalkan adit.
Adit menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal, pasalnya ia benar benar melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa istrinya mengankat tangan.
"Sepertinya tidak visa dijelaskan secara medis sih ini" Ucap adit pada dirinya sendiri. Ia duduk disamping istrinya lagi.
Tak berselang lama, icha mengangkat tanganya untuk kedua kalinya, ia menunjuk pintu, adit reflek menoleh, bulu kuduk nya pun jadi berdiri.
"Sayang, nggak lucu" Ucap adit sambil menggeleng. Ia benar benar binggung kenapa istrinya menunjuk pintu. Apakah benar cerita seperti insidious itu benar benar dapat terjadi di kehidupan nyata? Tanya adit pada dirinya sendiri.
"Icha kenapa sih, cha cha maricha. Bangun" Adit menepuk nepuk pundak sang istri namun ia masih saja tertidur. Matanya tidak mau membuka.
Tangan icha kemudian turun. Adit mengelus tangan tersebut sambil membacakan ayat kursi dengan suara yang cukup keras.
Selesai adit membaca ayat kursi tangan nya kembali diangkat keatas, kali ini ia menunjuk kearah suaminya.
"Ke...kenapa sayang" Ucap adit terbata
"Ka,,,,,muuu" Kata icha dengan suara serak dan lirih. Membuat adit seketika menoleh kearah sumber suara. Apakah ini alam bawah sadar istrinya? Batin adit melihat istrinya dengan serius. Tangan itu kemudian bergerak lagi menunjuk keadit,, lagi lagi adit dibuat keheranan dengan kondisi istrinya.
Tangan icha kemudian membentuk simbol "saranghaeyo". Adit dengan sigak langsung melihat kearah istrinya.
Icha membuka matanya secara perlahan.
" Assalamualaikum lelaki pilihan" Kata icha pelan sambil menatap adit dengan tersenyum, lalu ia tertawa kecil melihat ekspresi suaminya itu.
Adit menghela nafas panjang lalu memeluk tubuh istrinya.
"Kamu sudah sadar, alhamdulilah" Adit melepaskan pelukannya. Lalu menetap lekat pada manik manik mata istri cantiknya.
"Hmmm kamu ngerjain aku dari tadi ya" Ucap adit dengan lirikan mautnya.
"Ha..ha mas adit serius banget. Penakut lagi" Kata icha lirih.
"Ya ampun sayang. Kamu tidak tau gimana kawatirnya aku. Malah di prank" Ucap adit mengelus punggung tangan istrinya
"Maaf ya mas. Mas adit lucu banget. Aku percaya mas adit sayaaang banget sama aku" Ucap icha
"Tanganku capek angkat angkat gitu, tapi mas adit lucu. Aku tahan tawa tadi" Sambung icha.
"Lagi sakit tetep aja jahil sama suaminya, awas ya kamu" Ucap adit.
__ADS_1
"assalamualaikum readers, author semangat nya lagi kendo nih, soalnya like nya sedikit. Yuk bantuin like dan komen biar aku rajin update nya. novel ini g lama lg sih end. yuk yuk like nya. Like gratis kok"