Assalamualaikum Lelaki Pilihan

Assalamualaikum Lelaki Pilihan
Bab 82


__ADS_3

Assalamualaikum lelaki pilihan" Ucap icha tatkala adit menoleh padanya, adit memandang istrinya dengan tatapan keheranan, benarkah ini bukan mimpi, batin adit. Beberapa kali ia mengucek matanya mencari pembenaran bahwa pandangan nya tidaklah salah.


"Icha" Ucap adit, matanya berbinar, jantungnya berdegup kencang


"Menjawab salam itu wajib lo" Ucap icha tersenyum kearah suaminya


"Waalaikum salam" Ucap adit, ia segera berdiri dan menghampiri istrinya, icha menyambut suaminya dengan mengulurkan tangannya, adit meraih tangan itu. Icha mencium punggung tangan istrinya.


"Kenapa kamu kesini?" Tanya adit keheranan, apakah istrinya sudah tidak marah lagi padanya


"Aku sudah tau mas adit tidak bersalah,dan aku juga tau siapa yang sudah membantu renata memisahkan kita" Ucap icha.


"Haaa? Beneran? Siapa?" Tanya adit. Ia menggenggam tangan istrinya, rasanya seperti mimpi, tadinya ia kecewa lantaran rencananya tidak berhasil, nyatanya rencana allah lebih indah dari rencana manusia.


"Ini mas dengar rekaman suara nya" Ucap icha, ia menunjukkan rekaman suara dari gina.


"Rangga? Rangga pacarnya gina?" Tanya adit menoleh dengan tatapan penuh tanya pada istrinya, icha tidak menjawabnya, ia kemudian menunjukkan video yang direkam oleh ari yang menunjukkan wajah rangga.


"Nah kan, aku udah curiga dari dia buat kamu kecelakaan, kurang aj*ar" Ucap adit emosi, ia dari awal sudah mencium bau bau kebusukan rangga, namun icha selalu menyangkalnya


"Istighfar mas, sudah lah, yang terpenting kita sudah tau siapa dalang nya" Ucap icha menenangkan adit.


"Enggak sayang, mereka sudah kelewatan, aku mau lapor polisi" Ucap adit, kali ini renata dan rangga pantas mendapatkan hukuman agar mereka jera


"Mas, jangan. Kasihan" Cegah icha yang masih menggunakan hati


"Kalau dikasihani mereka akan berulah lagi, plis nurut sama aku. Biarkan aku membuat mereka jera" Kata adit karena mereka sudah kelewatan. Ia tidak mau hal seperti ini terjadi lagi


Mereka menuju ke kantor polisi untuk melaporkan rangga dan renata atas kasus pencemaran nama baik, adit dan icha juga menyertakan bukti yang konkret kepada polisi


Setelah dari kantor polisi, adit mengantar icha menuju ke kos gina untuk mengambil barang yang icha titipkan disana.


"Mas, nanti aku agak lama ya" Ucap icha

__ADS_1


"Jangan lama lama, aku kangen sayang" Ucap adit manja dengan wajah yang menggemaskan, untung suaminya, kalau bukan mungkin icha merasa ilfeel pada adit.


"Iya, aku mau ngobrol sama gina ya, kasian dia, bentar ya mas" Ucap icha sambil mengecup pipi suaminya, ia kemudian keluar dari mobil dan masuk kedalam kos kos an gina.


Ia sempat mengirimkan chat pada ari untuk menanyakan keberadaan gina, ari mengatakan bahwa gina sudah di kosnya.


Icha mengetuk pintu kos gina,


"Assalamualaikum. Gin, gina" Ucap icha sambil mengetuk pintu.


"Waalaikum salam" Gina membuka pintu dan langsung memeluk icha sambil menangis. Icha mengelus punggung gina dan membiarkan dia puas menangis dipelukannya.


"Maaaf cha" Ucap gina disela sela tangisannya.


"Its okay, bukan salah kamu. Kamu juga korban" Ucap icha menenangkan sahabatnya itu, icha mengajak gina masuk kedalam kamar. Mereka duduk di ranjang gina.


"Gara gara aku memberikan informasi ke rangga, kamu dan adit banyak masalah" Ucap gina sambil sesekali mengusap matanya dengan punggung tanganya.


"No, jangan ngomong gitu, bukan salah kamu" Icha memeluk gina lagi, ia tau rasanya dihianati oleh laki laki yang dicintainya, dulu ia dengan sabar menanti cinta dari rangga, sekarang disaat ia mendapatkannya ternyata hanya semu, hanya tipu tipu, bahkan ia merasa jijik saat mengingat tubuh gina yang besar.


"Aku tau aku tau, sudah. Kita bisa lalui ini bareng bareng, kamu nggak boleh lemah hanya karena laki laki seperti rangga okay" Ucap icha, icha tau betul bagaimana rasanya diposisi gina, menjadi wanita yang di campakkan, dibohongi dan dimanfaatkan.


"Makasih ya cha selalu ada buat aku" Ucap gina, ia menarik nafas panjang dan menghembuskannya. Ia mengusap air matanya hingga tak tersisa, ia kini tersenyum dan berusaha kuat.


"Jangan nangis lagi, gina cantik, gimana pun kamu, mau gendut mau kurus, kamu cantik. Terpancar dari hati. Insyaallah nanti allah gantikan dengan lelaki sholeh yang serius meminang sebagai istri" Ucap icha


"Aamiin" Kata gina bahagia. Mereka saling berpelukan.


"Gitu dong, gina kuat, harus semangat" Kata icha yang diangguki oleh gina.


"Oya Gin, aku nggak bisa lama lama. Mas adit udah nungguin aku soalnya" Kata icha dengan sangat menyesal.


" Oh iya. Maaf maaf, yauda gih pulang. Udah ditungguin suami, gara gara aku jadi nggak pulang pulang" Ucap gina, rasanya tidak tega ia meninggalkan gina dalam keadaan seperti ini, namun ia juga sudah rindu dengan suaminya. Ia pun mengambil tas bajunya dan pamit kepada gina karena adit memang sudah menunggu sedari tadi

__ADS_1


Renata tengah berada di kontrakanya, ia sedang memanjakan diri dengan mengenakan masker, memutar musik dengan alunan lembut sambil bersantai di sofa. Hatinya sangat bahagia saat ini, selangkah lagi ia bisa memiliki adit, ia percaya adit akan menjadi miliknya.


"Tok tok tok" Suara pintu diketuk membuat renata berdecak kesal. Suara ketukan tersebut makin kencang, renata terpaksa bangun dan segera membuka pintu dengan celetukan amarah.


Ceklek, renata membuka pintu kontrakannya.


"Siapa sih" Ucap renata, ia terkejut ketika melihat ada 2 polisi di depan nya. Kedua polisi itupun tidak kalah terkejut saat melihat renata dengan balutan masker bewarna putih di wajahnya


"Selamat malam, dengan ibu renata" Tanya petugas tersebut.


"Iya. Ada apa ya pak malam malam mengganggu istirahat saya" Kata renata dengan kesal.


"Kami membawa surat penahanan untuk saudari renata atas tuduhan pencemaran nama baik" Ucap polisi tersebut yang membuat renata tercengang


"Ap...apa maksud bapak, siapa yang melaporkan saya" Ucap renata,


"Bapak adit" Ucap polisi tersebut.


"Whatttts, ini fitnah. Nggak mungkin mas adit melaporkan saya" Kata renata


"Nanti bisa dijelaskan dikantor polisi bu, mari ikut saya dulu" Ucap polisi tersebut mempersilahkan renata untuk ikut dengan nya


"Enak aja, saya nggak salah kok disuruh ikut, enggak" Bentak renata menolak dan berusaha masuk kedalam rumah.


"Ayo bu, silahkan anda hubungi pengacara anda, jelaskan dikantor polisi" Polisi tersebut memegang tangan renata dan menaruh borgol pada kedua tangannya karena renata meronta hendak kabur.


"Lepasin saya, biarkan saya cuci muka dulu woyyy" Teriak renata yang tidak digubris oleh polisi tersebut.


"Lepasin, jangan pegang pegang saya, naj*isss. Lepaaas" Renata berontak, namun cekalan dua polisi tersebut tidak sebanding dengan renata kekuatan renata yang lemah.


Polisi tersebut membawa masuk renata ke dalam mobil, ia dibawa ke kantor polisi untuk dilakukan penyelidikan.


"Lepasss, kurang aj*rr" Ucap renata saat dibawa ke dalam ruang penyelidikan,

__ADS_1


"Ra, rangga" Ucap renata saat melihat rangga sudah duduk di sana


__ADS_2